>From: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [bincang] GUS DUR
>Date: Sat, 13 Mar 1999 23:22:26 -0500 (EST)
>Lagi2 Gus Dur yang ketua NU itu kembali mencoba mengkambing-hitamkan
ummat Islam. Gus Dur dalam keterangannya yang disiarkan berita RCTI
(tanggal 11 Maret 1999)n menyatakan penembakan yang menewaskan 3 warga
Muslim dilakukan anggota Kostrad dari Ujungpandang. Dengan alasan itu,
ia meminta ABRI memulangkan pasukan Kostrad ke asalnya.
>
>Betapa kejinya dia setelah 3 orang Muslim mati ditembak aparat lokal,
dia memfitnah anggota Kostrad dari Ujung Pandang yang beragama Islam
sebagai pelakunya. Apa dia tidak sadar, bahwa memfitnah orang itu
merupakan dosa besar? Bagaimana jika Wiranto (yang dia lobby) percaya
dan menghukum prajurit Muslim yang tak berdosa itu dan memecatnya serta
memenjaranya. Bagaimana nasib keluarga para prajurit itu jika ayah atau
suaminya di penjara?
>
>Sungguh tak habis dipikir, bagaimana mungkin NU yang merupakan
organisasi Islam terbesar di Indonesia berhasil disusupi oleh orang
munafik macam dia. Sekarang Gus Dur dengan leluasa menghancurkan ummat
Islam dan mengadu domba anggota NU yang taqlid dengan ummat Islam
lainnya. Sejarah SI yang disusupi Komunis hingga pecah jadi SI Merah
berulang kembali. History repeats itself!
>
>Sesungguhnya tuduhan anggota Kostrad dari Ujungpandang itu menembak
warga Muslim sulit dipercaya, karena mayoritas Muslim yang dijaganya
adalah satu daerah, yaitu Sulawesi Selatan, kemudian mereka sama2 Islam.
>
>Selama ini anggota Kostrad menjaga kamp pengungsi Muslim dari serangan
orang2 Kristen di Ambon. Karena jumlah anggota Kostrad dari Ujungpandang
terbatas, maka satu anggota Kostrad mati karena dibacok oleh penyerang
Kristen. Jika para pengungsi tidak membantu anggota Kostrad, niscaya
para pengungsi dan anggota Kostrad itu bisa mati semua.
>
>Karena itulah para pendeta Kristen seperti diberitakan di Tekad mendemo
Polda dan menuntut agar pasukan Kostrad dari Ujungpandang ditarik.
Dengan ditariknya pasukan dari Ujungpandang, maka para penyerang Kristen
itu dan para pendetanya dengan mudah membantai pengungsi Muslim yang
tertinggal tanpa ada yang membela. Para aparat lokal yang didominasi
oleh golongan Kristen sendiri selama ini justru cuma merazia melucuti
senjata ummat Islam yang dipakai untuk membela diri dan membiarkan
kelompok Kristen memiliki persenjataannya.
>
>Begitu berpihaknya aparat lokal, bahkan mereka menembak ummat Islam
yang sedang sholat di masjid Al Huda. Kepolisian Ambon (serta Kadispen
Polri Brigjen Togar Sianipar) tak segan2 memutar balikan fakta.
Contohnya meskipun Ambon masih rusuh, mereka menyiarkan di TV2 dan
radio2 bahwa Ambon sudah aman. Seorang pegawai asuransi Jasa Raharja
yang termakan dengan propaganda itu, segera berangkat ke kantornya dan
dibantai di depan kantornya. Di televisi, ternyata wajah �imam� mesjid
Al Huda yang membantah bahwa aparat membantai ummat Islam di masjid
(tapi cuma membantai di luar mesjid), ternyata berbeda dengan foto imam
mesjid Al Huda yang sebenarnya, H Husen Toisuta (Sabili No. 18). �Imam�
mesjid Al Huda itu berpenampilan lusuh (seperti buruh kasar) dan
kelihatan tegang. Jelas disinformasi (sebagaimana RCTI yang memutar
balikan fakta bahwa ummat Islam menyerang ummat Kristen) telah terjadi
di mana2, hingga sampai ke luar negeri.
>
>Kembali kepada kebiasaan Gus Dur yang suka memfitnah ummat Islam,
sebelumnya Gus Dur juga menuduh bahwa kerusuhan terjadi karena gubernur
Maluku Drs. H Saleh Latuconsina seenaknya menggeser pejabat Kristen dan
mengganti dengan pejabat Muslim. Tapi setelah saya lihat daftar mutasi
yang dimut di Tempo, ternyata mutasi itu itu biasa saja. Ada pejabat
Muslim diganti dengan Muslim, Muslim diganti Kristen, dan sebaliknya.
Semua dalam komposisi yang berimbang. Gus Dur nampaknya mencoba
menggeser gubernur H Saleh Latuconsina dengan pejabat Kristen.
>
>Sebelumnya Gus Dur juga dengan melobby Wiranto berhasil menggeser
jenderal2 Muslim yang dianggap terlalu �santri� seperti Fahrul Razi,
Kivlan Zein, dan Syafrie Syamsuddin untuk diganti dengan perwira yang
sekuler.
>
>Pada kerusuhan Situbondo, Gus Dur memfitnah AR (Amien Rais), AS (Adi
Sasono), DS (Din Syamsuddin) sebagai dalangnya. Gus Dur juga memfitnah
menteri2 Muslim seperti Adi Sasono, Muslimin Nasution, Muballigh H Tutty
Alawiyah, AM Syaefuddin, dan Fahmi Idris sebagai anti Cina dengan tujuan
agar mereka diganti.
>
>Berlainan dengan sikapnya yang dengki kepada tokoh2 Muslim, Gus Dur
malah membela mati2an orang2 Kristen yang menghina dan memusuhi Islam
macam Leonardus Benny Murdani (yang membantai 420 ummat Islam di Tanjung
Priok), Theo Syafei (yang menuduh ummat Islam ingin menghabisi Kristen
dan Cina, serta mengajak orang NTT untuk membakar masjid), ataupun
Arswendo Atmowiloto yang menghina Nabi Muhammad.
>
>Gus Dur sekarang ini memasukkan pemuda2 dari golongan Forkot cs kedalam
NU dengan berbagai nama seperti Forum Komunikasi Generasi Muda NU. Tak
heran jika FKGMNU ini begitu rajin menerbitkan buku2 tentang reformasi,
padahal kalau dilihat dari pemuda NU yang sebenarnya (yang umumnya
santri pesantren di pedesaan), sulit dipercaya jika mereka bisa seperti
itu (membuat berbagai buku dan memasarkannya hingga ke toko buku besar
macam Maruzen), apalagi topiknya jauh dari nilai2 Islam.
>
>Di harian Terbit juga pernah diceritakan bagaimana NU sekarang di bawah
KH Hasyim Muzadi mengadakan "kerjasama� dengan lembaga gereja dari
negeri Belanda untuk �memakmurkan� masyarakat Muslim di Jawa Timur. Dari
gelagatnya, bisa dilihat bahwa upaya Kristenisasi dengan iming2 supermi
yang dilakukan gereja bisa berhasil di Indonesia dengan bantuan tokoh
munafik model Abdullah bin Ubay ini. Apalagi orang NU itu umumnya taqlid
(membebek) membabi buta pada pemimpinnya, Gus Dur, yang mereka pandang
sebagai �Wali.� Kata mereka, Gus Dur itu punya indra ke 6. Bisa
mengetahui apa yang belum terjadi. Padahal boro2 indra ke 6. Indra ke
5-nya saja tidak berfungsi, he he he�:)
>
>Berdasarkan dari perbuatan Gus Dur di atas serta ayat Al Qur�an berikut
ini, maka kita akan mengetahui bahwa Gus Dur itu tak lain cuma seorang
munafik yang berpura2 Islam:
>
>�Muhammad itu adalah rasul Allah. Orang2 yang bersama dia (Mukminin)
sangat keras terhadap orang2 kafir dan lemah lembut terhadap sesama
mereka�� (Al Fath: 29)
>
>Jadi kalau kita bertindak sebaliknya, yaitu lemah lembut terhadap orang
kafir harby, dan memfitnah / bersikap keras terhadap tokoh2 Muslim,
berarti orang tsb melanggar ayat Al Qur�an. Meskipun dia memakai nama
Islami dan mengaku Muslim sebagaimana Abdullah bin Ubay, dia tidak lebih
dari seorang munafik, karena perbuatannya bertentangan dengan Islam.
>
>Sejarah membuktikan bahwa orang2 munafik model tsb terus bermunculan
seperti Snouk Hourgronje dan Ali Murtopo yang mengaku Muslim, tapi
mereka malah mencoba memojokkan / menghancurkan ummat Islam.
>
>Gus Dur ini lebih pantas disebut sebagai tokoh Katolik atau Kristen
ketimbang Islam (yang tak pernah dibelanya, bahkan selalu dia serang),
tak heran jika Theo Syafei dalam pidatonya di hadapan ribuan aktivis
Kristen di Gereja, seperti di kaset yang beredar saat ini berkata,
�Pilihlah PDI,� kalau tak mau memilih PDI, pilih PKB, tapi jangan PPP.
Karena PKB (Gus Dur) itu menyuarakan aspirasi kita (ummat Kristen).
>
>Untuk itu mungkin kita perlu memberikan kesadaran politik bagi warga NU
yang umumnya warga atau santri di pedesaan yang buta politik. Kebanyakan
dari mereka tidak berlangganan atau membaca koran atau majalah Islam,
jadi mereka tak tahu siapa itu Adi Sasono, Amien Rais, Theo Syafei, LB
Murdani, dll. Jika Gus Dur dan komplotannya seperti Hasyim Muzadi bilang
Adi Sasono dan Amien Rais itu adalah dalang kerusuhan yang harus
dibunuh, sementara Theo Syafei atau LB Murdani itu adalah teman yang
patut dibela, maka mayoritas warganya yang memang tak pernah baca koran
atau majalah itu langsung percaya (taqlid) dan mengikuti perintah Gus
Dur.
>
>Wassalamu �alaikum wr wb
>
>Berikut berita dari Republika berisi keluhan masyarakat Muslim tentang
tokoh Katolik, eh �Islam� yang dianggap sudah tidak mewakili mereka
lagi:
>
>Republika 12 Maret 1999
>
>JAKARTA -- Ketua Tim Khusus ABRI, Mayjen TNI Suaidi Marasabessy,
mengatakan masyarakat Ambon --baik Islam maupun Kristen-- merasa kecewa
dan prihatin dengan pernyataan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang
peristiwa di kota itu yang menewaskan tiga orang, kemarin. Masyarakat
Ambon, kata Suaidi, menganggap pernyataan Ketua Umum PBNU itu
memutarbalikkan fakta dan distortif.
>
>Gus Dur dalam keterangannya yang disiarkan berita RCTI kemarin
menyatakan penembakan terhadap warga Muslim dilakukan anggota Kostrad
dari Ujungpandang. Dengan alasan itu, ia meminta ABRI memulangkan
pasukan Kostrad ke asalnya.
>
>''Saya sudah mendengar pernyataan Gus Dur di televisi dan itu membuat
masyarakat di Ambon baik Islam maupun Kristen, setidaknya yang sudah
bicara dengan saya, merasa kecewa. Pernyataan itu memutarbalikkan fakta
dan distortif,'' kata Suaidi kepada Republika yang mengkorfimasi
kejadian dari
>Jakarta tadi malam.
>
>Suaidi membenarkan telah jatuh korban tiga orang warga Muslim kemarin.
Namun, pelaku penembakan hingga tadi malam masih diusut dan belum
diketahui dari kesatuan mana.
>
>Menurut Suaidi, Kostrad Yon Ujungpandang memang dicurigai oleh umat
Kristen di Ambon. Mereka, katanya, dianggap pasti akan membela
masyarakat Muslim karena dalam pandangan warga Kristen kebanyakan
anggotanya dari Bugis-Makasar. Oleh karena itu, lanjutnya, saat kejadian
Yon Ujungpandang ini ditarik ke garis belakang.
>�(deleted)
>
>Republika 13 Maret 1999
>
>Delegasi DPRD Maluku Temui Presiden
>
>JAKARTA -- Kalangan tokoh masyarakat Maluku menyayangkan pernyataan
sejumlah tokoh nasional di Jakarta tentang kerusuhan di Ambon yang
justru membingungkan rakyat. Mereka pun mengimbau agar persoalan Ambon
diserahkan sepenuhnya kepada para pemimpin dan tokoh masyarakat
setempat.
>
>''Pernyataan-pernyataan itu [tokoh nasional di Jakarta] menjadikan
masyarakat gelisah sehingga malah membingungkan,'' ujar Ketua DPRD Tk I
Maluku, H Abdul Fatah Syah Doa, menjawab pertanyaan wartawan usai
bersama rombongan diterima Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka,
Jakarta, kemarin.
>
>Abdul Fatah menyatakan tidak menampik niat baik tokoh nasional di
Jakarta melalui komentar-komentarnya. Hanya saja, lanjutnya, pihaknyalah
yang sebenarnya mengetahui perilaku dan kebiasaan masyarakat setempat.
>
>Pada kesempatan itu Abdul Fatah yang didampingi sejumlah pimpinan DPRD
Tk I Maluku membantah pernyataan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) tentang kesalahan kebijakan Gubernur Maluku dalam penempatan
sejumlah pegawai di lingkungan Pemda Maluku yang berbau SARA. ''Tidak
betul itu. Setiap penempatan pegawai dilakukan sesuai dengan ketentuan
dan aturan kepegawaian yang berlaku,'' tegasnya.
>
>''Gubernur bersama tokoh masyarakat dan kami yang ada di DPRD telah
berupaya keras untuk mengatasi persoalan di Ambon kendati hasilnya belum
maksimal,'' ujar Abdul Fatah.
>
>Akibat masih belum pulihnya keamanan di Ambon, menurut Abdul Fatah,
penyelesaian persoalan di kota itu menjadi terhambat.
>
>Kalangan pimpinan DPRD Maluku itu juga menepis telah terjadi 'perang'
agama di daerahnya itu. Sebab kerusuhan yang terjadi selama ini, kata
mereka, lebih disebabkan pertikaian sekelompok masyarakat saja.
>
>''Sehari ini (kemarin, Red) kami mendapat laporan suasana di sana sudah
semakin tenang,'' ujarnya. Semuanya itu, menurut penilaiannya, akibat
semakin banyaknya personil ABRI yang melakukan pengamanan di kota itu.
>
>Diuraikan oleh Abdul Fatah, berlarut-larutnya kerusuhan di Ambon salah
satunya memang disebabkan akibat tidak memadainya aparat keamanan di
wilayah itu. Atas dasar itulah, Abdul Fatah bersama rombongan
mengusulkan kepada Presiden BJ Habibie agar diadakan peningkatan
kekuatan keamanan di propinsi Maluku. Korem 174 Patimura, misalnya,
diusulkan menjadi Kodam Patimura seperti semula. Selain itu, Polda
Maluku yang sekarang ini masih berkelas C bisa ditingkatkan menjadi
kelas B. Sedang Lanal bisa dijadikan Lantamal.
>
>Menjawab soal adanya provokator asing, para pimpinan DPRD Tk I Maluku
itu menyatakan belum bisa menemukan indikasi dan buktinya. Hanya saja,
kalau provokator di kedua belah pihak yang bertikai, mereka mempercayai
memang ada. Mereka pun juga tidak yakin bahwa RMS (Republik Maluku
Selatan) terlibat dalam persoalan di Ambon.
>
>Apa yang dikemukakan para tokoh masyarakat Maluku yang menyesalkan
komentar para tokoh nasional tentang persoalan Ambon, kemarin juga
diungkapkan umat Islam setempat lewat aksi unjuk rasa. Usai shalat Jumat
di Masjid Raya Al Fatah mereka menyesalkan pernyataan Gus Dur yang
mengatakan penembakan terhadap tiga pemuda muslim Rabu lalu dilakukan
oleh pasukan Kostrad dari Ujungpandang.
>
>Aksi damai itu dilakukan saat Ketua Tim Khusus ABRI Mayjen TNI Suaidi
Marasabessy memberikan pengarahan. Mereka berkumpul di halaman depan
masjid sambil membentangkan spanduk dan poster yang menyayangkan
pernyataan Gus Dur.
>
>Juru bicara aksi demo Hijrah Hatapayo mengatakan komentar Gus Dur
sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan. Umat Islam di Ambon,
paparnya, minta Pangab tidak menarik pasukan Kostrad seperti yang
diusulkan Gus Dur.
>
>Sekretaris NU Maluku Abdul Kader Umasugi menyatakan persoalan Gus Dur
akan diselesaikan intern. ''Itu ucapan pribadi Gus Dur,''tuturnya. Dia
juga membantah jika informasi yang diterima Gus Dur datang dari NU Orwil
Maluku.
>
>Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dalam siaran persnya kemarin
juga menyesalkan pernyataan Gus Dur bahwa penembakan terhadap warga
Muslim dilakukan pasukan Kostrad.
>
>DDII mengingatkan, bahwa Gus Dur telah berkali-kali menyampaikan
hal-hal yang cenderung tendensius yang dapat meresahkan masyarakat,
bahkan bisa menjurus ke fitnah.
>
>''Seperti terhadap kasus Situbondo, di mana ketika itu Gus Dur menyebut
nama-nama tertentu meski dengan inisial LH, AR, DS, dan AS. Kemudian
setelah itu kasus Tasikmalaya, Gus Dur juga menyebut inisial-insial
tertentu,'' bunyi siaran pers yang ditandatangani sekretaris umum DDII,
Hussein Umar.
>
>Menurut DDII, pengungkapan seperti itu hendaknya tidak diteruskan oleh
Gus Dur karena bisa merusak ukhuwah Islamiyah, salah pengertian, dan
saling tuduh antaranggota masyarakat.
>
>Dari pantauan Republika, situasi kota Ambon sendiri kemarin mulai
terlihat tenang. Tak ada penyerangan atau bentrokan. Toko-toko mulai
beroperasi lagi. Angkutan kota dengan jarak dan rute terbatas juga mulai
jalan. Pasar kembali buka meski harga barang sangat mahal.
>
>Bila kalangan DPRD Maluku tidak yakin bahwa RMS terlibat dalam
kerusuhan di Ambon, Menko Polkam Feisal Tanjung justru menyatakan pihak
keamanan berkeyakinan peristiwa kerusuhan di Ambon disebabkan adanya
manuver-manuver politik oleh oknum-oknum RMS baik di dalam negeri maupun
di luar negeri.
>
>''Keyakinan itu membuat pihak keamanan terus mengusut kasus Ambon
hingga tuntas,'' kata Feisal Tanjung, seusai menghadiri Rapat Akbar
Golkar di lapangan sepak bola Persitaj, Kuala Tungkal, Kab Tanjung
Jabung, sekitar 136 Km dari kota Jambi, Kamis (11/3).
>
>Di Jakarta, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto menegaskan, penarikan
aparat lokal ke pangkalan masing-masing bukan berarti ABRI tidak percaya
dengan mereka. Namun, katanya, tindakan itu sudah direncanakan sebagai
sikap berjaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Aparat lokal
sendiri, menurut Wiranto, akan diberi tugas-tugas administratif di
pangkalannya masing-masing.
>
>Pada bagian lain, Pangab juga menyampaikan untuk sementara ini belum
perlu diterapkan UU Darurat Sipil di Ambon, meski desakan berbagai pihak
ke arah itu banyak disampaikan.
>
>Mengenai Tim Khusus ABRI yang beranggotakan putra daerah setempat,
Wiranto menyatakan kini tengah bekerja dan kehadirannya diterima
masyarakat setempat. ''Biarkan mereka bekerja lebih dulu. Kalau sudah
seminggu dua minggu, barangkali bolehlah dinilai apakah tim itu bekerja
atau tidak.''
>
>Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) menyatakan
dukungannya atas sikap pimpinan ABRI untuk menarik aparat lokal dari
Ambon yang diduga tidak dapat bersikap netral.
>
>Salah satu wakil ketua PBB, Achmad Sumargono, yang membacakan sikap DPP
PBB di Jakarta kemarin juga meminta pemerintah untuk mencegah
berlanjutnya gelombang eksodus masyarakat dari Ambon.
>
>Berkaitan dengan langkah menuju penyelesaian, PBB menganggap agar
pemerintah menyatakan keadaan darurat sipil di Ambon.
>
>Menyikapi kasus Ambon, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja
di Indonesia (MPH PGI) menolak tegas upaya menggambarkan kerusuhan Ambon
sebagai 'pembersihan etnis' ataupun pembantaian umat beragama tertentu.
>
>PGI menilai kerusuhan Ambon sebagai tragedi kemanusiaan yang merusakkan
kekerabatan dan persaudaraan, yang dilakukan oleh kelompok tertentu
untuk menciptakan diintregrasi, serta menempatkan kedua umat beragama
sebagai korban.
>
>Berbeda dengan PGI, Ketua Yayasan Masjid Al Fattah Ambon, Abdullah
Soulisa, mengatakan kabar yang menyatakan bahwa terjadi 'penggusuran'
etnis di Ambon adalah memang benar adanya. Dan anehnya lagi, pengusiran
itu hanya ditujukan kepada beberapa etnis tertentu yang kebetulan
beragama muslim, yakni orang Buton, Bugis, Makasar, Jawa, dan Sumatera.
>
>''Ya memang inilah kenyataannya. Etnis yang juga banyak tinggal di
Ambon, misalnya Toraja, Mando, dan Batak, ternyata tidak mendapat
gangguan. Dan saya yakin sekali, kasus kerusuhan ini memang ada
pihak-pihak yang mengipasi sehingga menjadi besar,'' kata Abdullah
Soulisa, di kantor Partai Bulan Bintang, Jakarta, kemarin.
>
>Soulisa mengatakan, pihaknya juga tidak habis mengerti mengapa
persoalan itu kini berubah menjadi konflik antara umat beragama.
Padahal, katanya, sejak dahulu kedua belah pihak sudah terjalin sikap
untuk saling menghormati.
>
>''Faktor gerakan separatis pun saya lihat juga ada. Apalagi di beberapa
tempat kami juga menemukan adanya pasokan senjata api dari kelompok
tertentu. Dan kabar yang santer terdengar, sebuah event lomba layar
internasional juga ikut menjadi ajang sarana dari pengiriman senjata
itu,'' tandas Abdullah Soulisa.
>
>http://www.republika.co.id/9903/13/9713.htm
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------
>Get free personalized email at http://www.iname.com
>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------------
>To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com
>-----------------------------------------------------------------------------
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com