lemes saya dengar diskusi-diskusi di permias akhir-akhir ini...
kok umat agama satu jelek-jelekin agama lain yang lainnya juga.....
warna milis ini jadi penuh kecurigaan, belum lagi banding-bandingan sama
atheis....memang kenapa?...agnostik pun juga kenapa?....
ini lagi posting yang murahan  yang penuh kebencian dan prasangka
kok disebarluaskan.

kepada bung rosadi,saya orang yang sangat menghargai kebebasan pendapat
tapi saya mengamati beberapa posting anda ini kok tendensius sekali.
bahkan cenderung berlatar belakang politik instant..(saya bisa postingkan
mail anda kembali kalau anda mau bukti)
saya menganggap anda sudah cukup umur dan dewasa.
apakah anda sadari......anda telah mengajak orang
lain untuk menumpahkan darah manusia...atas dasar apa?
anda sudah kesana?....
apa anda hanya teriak-teriak jihad (dalam artian perang ) sambil makan
kentucky fried chicken dan denger country?
coba anda pulang, kita bantu tenangkan mereka! bukan malah ngomporin kayak
patih sangkuni gini.....
ini nyawa manusia bung, kita kutuk mereka yang mainin nyawa manusia itu.
eh anda malah ngajak bunuh-bunuhan (dari jauh pula).

Jangan sampai anda berani mengaku humanis!


deddy priadi
(sedih sekali saya)

-----Urspr�ngliche Nachricht-----
Von: Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]>
An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Sonntag, 14. M�rz 1999 21:30
Betreff: Fwd: Re: [bincang] GUS DUR


>>From: [EMAIL PROTECTED]
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [bincang] GUS DUR
>>Date: Sat, 13 Mar 1999 23:22:26 -0500 (EST)
>
>>Lagi2 Gus Dur yang ketua NU itu kembali mencoba mengkambing-hitamkan
>ummat Islam. Gus Dur dalam keterangannya yang disiarkan berita RCTI
>(tanggal 11 Maret 1999)n menyatakan penembakan yang menewaskan 3 warga
>Muslim dilakukan anggota Kostrad dari Ujungpandang. Dengan alasan itu,
>ia meminta ABRI memulangkan pasukan Kostrad ke asalnya.
>>
>>Betapa kejinya dia setelah 3 orang Muslim mati ditembak aparat lokal,
>dia memfitnah anggota Kostrad dari Ujung Pandang yang beragama Islam
>sebagai pelakunya. Apa dia tidak sadar, bahwa memfitnah orang itu
>merupakan dosa besar? Bagaimana jika Wiranto (yang dia lobby) percaya
>dan menghukum prajurit Muslim yang tak berdosa itu dan memecatnya serta
>memenjaranya. Bagaimana nasib keluarga para prajurit itu jika ayah atau
>suaminya di penjara?
>>
>>Sungguh tak habis dipikir, bagaimana mungkin NU yang merupakan
>organisasi Islam terbesar di Indonesia berhasil disusupi oleh orang
>munafik macam dia. Sekarang Gus Dur dengan leluasa menghancurkan ummat
>Islam dan mengadu domba anggota NU yang taqlid dengan ummat Islam
>lainnya. Sejarah SI yang disusupi Komunis hingga pecah jadi SI Merah
>berulang kembali. History repeats itself!
>>
>>Sesungguhnya tuduhan anggota Kostrad dari Ujungpandang itu menembak
>warga Muslim sulit dipercaya, karena mayoritas Muslim yang dijaganya
>adalah satu daerah, yaitu Sulawesi Selatan, kemudian mereka sama2 Islam.
>>
>>Selama ini anggota Kostrad menjaga kamp pengungsi Muslim dari serangan
>orang2 Kristen di Ambon. Karena jumlah anggota Kostrad dari Ujungpandang
>terbatas, maka satu anggota Kostrad mati karena dibacok oleh penyerang
>Kristen. Jika para pengungsi tidak membantu anggota Kostrad, niscaya
>para pengungsi dan anggota Kostrad itu bisa mati semua.
>>
>>Karena itulah para pendeta Kristen seperti diberitakan di Tekad mendemo
>Polda dan menuntut agar pasukan Kostrad dari Ujungpandang ditarik.
>Dengan ditariknya pasukan dari Ujungpandang, maka para penyerang Kristen
>itu dan para pendetanya dengan mudah membantai pengungsi Muslim yang
>tertinggal tanpa ada yang membela. Para aparat lokal yang didominasi
>oleh golongan Kristen sendiri selama ini justru cuma merazia melucuti
>senjata ummat Islam yang dipakai untuk membela diri dan membiarkan
>kelompok Kristen memiliki persenjataannya.
>>
>>Begitu berpihaknya aparat lokal, bahkan mereka menembak ummat Islam
>yang sedang sholat di masjid Al Huda. Kepolisian Ambon (serta Kadispen
>Polri Brigjen Togar Sianipar) tak segan2 memutar balikan fakta.
>Contohnya meskipun Ambon masih rusuh, mereka menyiarkan di TV2 dan
>radio2 bahwa Ambon sudah aman. Seorang pegawai asuransi Jasa Raharja
>yang termakan dengan propaganda itu, segera berangkat ke kantornya dan
>dibantai di depan kantornya. Di televisi, ternyata wajah �imam� mesjid
>Al Huda yang membantah bahwa aparat membantai ummat Islam di masjid
>(tapi cuma membantai di luar mesjid), ternyata berbeda dengan foto imam
>mesjid Al Huda yang sebenarnya, H Husen Toisuta (Sabili No. 18). �Imam�
>mesjid Al Huda itu berpenampilan lusuh (seperti buruh kasar) dan
>kelihatan tegang. Jelas disinformasi (sebagaimana RCTI yang memutar
>balikan fakta bahwa ummat Islam menyerang ummat Kristen) telah terjadi
>di mana2, hingga sampai ke luar negeri.
>>
>>Kembali kepada kebiasaan Gus Dur yang suka memfitnah ummat Islam,
>sebelumnya Gus Dur juga menuduh bahwa kerusuhan terjadi karena gubernur
>Maluku Drs. H Saleh Latuconsina  seenaknya menggeser pejabat Kristen dan
>mengganti dengan pejabat Muslim. Tapi setelah saya lihat daftar mutasi
>yang dimut di Tempo, ternyata mutasi itu itu biasa saja. Ada pejabat
>Muslim diganti dengan Muslim, Muslim diganti Kristen, dan sebaliknya.
>Semua dalam komposisi yang berimbang. Gus Dur nampaknya mencoba
>menggeser gubernur H Saleh Latuconsina dengan pejabat Kristen.
>>
>>Sebelumnya Gus Dur juga dengan melobby Wiranto berhasil menggeser
>jenderal2 Muslim yang dianggap terlalu �santri� seperti Fahrul Razi,
>Kivlan Zein, dan Syafrie Syamsuddin untuk diganti dengan perwira yang
>sekuler.
>>
>>Pada kerusuhan Situbondo, Gus Dur memfitnah AR (Amien Rais), AS (Adi
>Sasono), DS (Din Syamsuddin) sebagai dalangnya. Gus Dur juga memfitnah
>menteri2 Muslim seperti Adi Sasono, Muslimin Nasution, Muballigh H Tutty
>Alawiyah, AM Syaefuddin, dan Fahmi Idris sebagai anti Cina dengan tujuan
>agar mereka diganti.
>>
>>Berlainan dengan sikapnya yang dengki kepada tokoh2 Muslim, Gus Dur
>malah membela mati2an orang2 Kristen yang menghina dan memusuhi Islam
>macam Leonardus Benny Murdani (yang membantai 420 ummat Islam di Tanjung
>Priok), Theo Syafei (yang menuduh ummat Islam ingin menghabisi Kristen
>dan Cina, serta mengajak orang NTT untuk membakar masjid), ataupun
>Arswendo Atmowiloto yang menghina Nabi Muhammad.
>>
>>Gus Dur sekarang ini memasukkan pemuda2 dari golongan Forkot cs kedalam
>NU dengan berbagai nama seperti Forum Komunikasi Generasi Muda NU. Tak
>heran jika FKGMNU ini begitu rajin menerbitkan buku2 tentang reformasi,
>padahal kalau dilihat dari pemuda NU yang sebenarnya (yang umumnya
>santri pesantren di pedesaan), sulit dipercaya jika mereka bisa seperti
>itu (membuat berbagai buku dan memasarkannya hingga ke toko buku besar
>macam Maruzen), apalagi topiknya jauh dari nilai2 Islam.
>>
>>Di harian Terbit juga pernah diceritakan bagaimana NU sekarang di bawah
>KH Hasyim Muzadi mengadakan "kerjasama� dengan lembaga gereja dari
>negeri Belanda untuk �memakmurkan� masyarakat Muslim di Jawa Timur. Dari
>gelagatnya, bisa dilihat bahwa upaya Kristenisasi dengan iming2 supermi
>yang dilakukan gereja bisa berhasil di Indonesia dengan bantuan tokoh
>munafik model Abdullah bin Ubay ini. Apalagi orang NU itu umumnya taqlid
>(membebek) membabi buta pada pemimpinnya, Gus Dur, yang mereka pandang
>sebagai �Wali.� Kata mereka, Gus Dur itu punya indra ke 6. Bisa
>mengetahui apa yang belum terjadi. Padahal boro2 indra ke 6. Indra ke
>5-nya saja tidak berfungsi, he he he�:)
>>
>>Berdasarkan dari perbuatan Gus Dur di atas serta ayat Al Qur�an berikut
>ini, maka kita akan mengetahui bahwa Gus Dur itu tak lain cuma seorang
>munafik yang berpura2 Islam:
>>
>>�Muhammad itu adalah rasul Allah. Orang2 yang bersama dia (Mukminin)
>sangat keras terhadap orang2 kafir dan lemah lembut terhadap sesama
>mereka�� (Al Fath: 29)
>>
>>Jadi kalau kita bertindak sebaliknya, yaitu lemah lembut terhadap orang
>kafir harby, dan memfitnah / bersikap keras terhadap tokoh2 Muslim,
>berarti orang tsb melanggar ayat Al Qur�an. Meskipun dia memakai nama
>Islami dan mengaku Muslim sebagaimana Abdullah bin Ubay, dia tidak lebih
>dari seorang munafik, karena perbuatannya bertentangan dengan Islam.
>>
>>Sejarah membuktikan bahwa orang2 munafik model tsb terus bermunculan
>seperti Snouk Hourgronje dan Ali Murtopo yang mengaku Muslim, tapi
>mereka malah mencoba memojokkan / menghancurkan ummat Islam.
>>
>>Gus Dur ini lebih pantas disebut sebagai tokoh Katolik atau Kristen
>ketimbang Islam (yang tak pernah dibelanya, bahkan selalu dia serang),
>tak heran jika Theo Syafei dalam pidatonya di hadapan ribuan aktivis
>Kristen di Gereja, seperti di kaset yang beredar saat ini berkata,
>�Pilihlah PDI,� kalau tak mau memilih PDI, pilih PKB, tapi jangan PPP.
>Karena PKB (Gus Dur) itu menyuarakan aspirasi kita (ummat Kristen).
>>
>>Untuk itu mungkin kita perlu memberikan kesadaran politik bagi warga NU
>yang umumnya warga atau santri di pedesaan yang buta politik. Kebanyakan
>dari mereka tidak berlangganan atau membaca koran atau majalah Islam,
>jadi mereka tak tahu siapa itu Adi Sasono, Amien Rais, Theo Syafei, LB
>Murdani, dll. Jika Gus Dur dan komplotannya seperti Hasyim Muzadi bilang
>Adi Sasono dan Amien Rais itu adalah dalang kerusuhan yang harus
>dibunuh, sementara Theo Syafei atau LB Murdani itu adalah teman yang
>patut dibela, maka mayoritas warganya yang memang tak pernah baca koran
>atau majalah itu langsung percaya (taqlid) dan mengikuti perintah Gus
>Dur.
>>
>>Wassalamu �alaikum wr wb
>>
>>Berikut berita dari Republika berisi keluhan masyarakat Muslim tentang
>tokoh Katolik, eh �Islam� yang dianggap sudah tidak mewakili mereka
>lagi:
>>
>>Republika 12 Maret 1999
>>
>>JAKARTA -- Ketua Tim Khusus ABRI, Mayjen TNI Suaidi Marasabessy,
>mengatakan masyarakat Ambon --baik Islam maupun Kristen-- merasa kecewa
>dan prihatin dengan pernyataan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang
>peristiwa di kota itu yang menewaskan tiga orang, kemarin. Masyarakat
>Ambon, kata Suaidi, menganggap pernyataan Ketua Umum PBNU itu
>memutarbalikkan fakta dan distortif.
>>
>>Gus Dur dalam keterangannya yang disiarkan berita RCTI kemarin
>menyatakan penembakan terhadap warga Muslim dilakukan anggota Kostrad
>dari Ujungpandang. Dengan alasan itu, ia meminta ABRI memulangkan
>pasukan Kostrad ke asalnya.
>>
>>''Saya sudah mendengar pernyataan Gus Dur di televisi dan itu membuat
>masyarakat di Ambon baik Islam maupun Kristen, setidaknya yang sudah
>bicara dengan saya, merasa kecewa. Pernyataan itu memutarbalikkan fakta
>dan distortif,'' kata Suaidi kepada Republika yang mengkorfimasi
>kejadian dari
>>Jakarta tadi malam.
>>
>>Suaidi membenarkan telah jatuh korban tiga orang warga Muslim kemarin.
>Namun, pelaku penembakan hingga tadi malam masih diusut dan belum
>diketahui dari kesatuan mana.
>>
>>Menurut Suaidi, Kostrad Yon Ujungpandang memang dicurigai oleh umat
>Kristen di Ambon. Mereka, katanya, dianggap pasti akan membela
>masyarakat Muslim karena dalam pandangan warga Kristen kebanyakan
>anggotanya dari Bugis-Makasar. Oleh karena itu, lanjutnya, saat kejadian
>Yon Ujungpandang ini ditarik ke garis belakang.
>>�(deleted)
>>
>>Republika 13 Maret 1999
>>
>>Delegasi DPRD Maluku Temui Presiden
>>
>>JAKARTA -- Kalangan tokoh masyarakat Maluku menyayangkan pernyataan
>sejumlah tokoh nasional di Jakarta tentang kerusuhan di Ambon yang
>justru membingungkan rakyat. Mereka pun mengimbau agar persoalan Ambon
>diserahkan sepenuhnya kepada para pemimpin dan tokoh masyarakat
>setempat.
>>
>>''Pernyataan-pernyataan itu [tokoh nasional di Jakarta] menjadikan
>masyarakat gelisah sehingga malah membingungkan,'' ujar Ketua DPRD Tk I
>Maluku, H Abdul Fatah Syah Doa, menjawab pertanyaan wartawan usai
>bersama rombongan diterima Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka,
>Jakarta, kemarin.
>>
>>Abdul Fatah menyatakan tidak menampik niat baik tokoh nasional di
>Jakarta melalui komentar-komentarnya. Hanya saja, lanjutnya, pihaknyalah
>yang sebenarnya mengetahui perilaku dan kebiasaan masyarakat setempat.
>>
>>Pada kesempatan itu Abdul Fatah yang didampingi sejumlah pimpinan DPRD
>Tk I Maluku membantah pernyataan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid
>(Gus Dur) tentang kesalahan kebijakan Gubernur Maluku dalam penempatan
>sejumlah pegawai di lingkungan Pemda Maluku yang berbau SARA. ''Tidak
>betul itu. Setiap penempatan pegawai dilakukan sesuai dengan ketentuan
>dan aturan kepegawaian yang berlaku,'' tegasnya.
>>
>>''Gubernur bersama tokoh masyarakat dan kami yang ada di DPRD telah
>berupaya keras untuk mengatasi persoalan di Ambon kendati hasilnya belum
>maksimal,'' ujar Abdul Fatah.
>>
>>Akibat masih belum pulihnya keamanan di Ambon, menurut Abdul Fatah,
>penyelesaian persoalan di kota itu menjadi terhambat.
>>
>>Kalangan pimpinan DPRD Maluku itu juga menepis telah terjadi 'perang'
>agama di daerahnya itu. Sebab kerusuhan yang terjadi selama ini, kata
>mereka, lebih disebabkan pertikaian sekelompok masyarakat saja.
>>
>>''Sehari ini (kemarin, Red) kami mendapat laporan suasana di sana sudah
>semakin tenang,'' ujarnya. Semuanya itu, menurut penilaiannya, akibat
>semakin banyaknya personil ABRI yang melakukan pengamanan di kota itu.
>>
>>Diuraikan oleh Abdul Fatah, berlarut-larutnya kerusuhan di Ambon salah
>satunya memang disebabkan akibat tidak memadainya aparat keamanan di
>wilayah itu. Atas dasar itulah, Abdul Fatah bersama rombongan
>mengusulkan kepada Presiden BJ Habibie agar diadakan peningkatan
>kekuatan keamanan di propinsi Maluku. Korem 174 Patimura, misalnya,
>diusulkan menjadi Kodam Patimura seperti semula. Selain itu, Polda
>Maluku yang sekarang ini masih berkelas C bisa ditingkatkan menjadi
>kelas B. Sedang Lanal bisa dijadikan Lantamal.
>>
>>Menjawab soal adanya provokator asing, para pimpinan DPRD Tk I Maluku
>itu menyatakan belum bisa menemukan indikasi dan buktinya. Hanya saja,
>kalau provokator di kedua belah pihak yang bertikai, mereka mempercayai
>memang ada. Mereka pun juga tidak yakin bahwa RMS (Republik Maluku
>Selatan) terlibat dalam persoalan di Ambon.
>>
>>Apa yang dikemukakan para tokoh masyarakat Maluku yang menyesalkan
>komentar para tokoh nasional tentang persoalan Ambon, kemarin juga
>diungkapkan umat Islam setempat lewat aksi unjuk rasa. Usai shalat Jumat
>di Masjid Raya Al Fatah mereka menyesalkan pernyataan Gus Dur yang
>mengatakan penembakan terhadap tiga pemuda muslim Rabu lalu dilakukan
>oleh pasukan Kostrad dari Ujungpandang.
>>
>>Aksi damai itu dilakukan saat Ketua Tim Khusus ABRI Mayjen TNI Suaidi
>Marasabessy memberikan pengarahan. Mereka berkumpul di halaman depan
>masjid sambil membentangkan spanduk dan poster yang menyayangkan
>pernyataan Gus Dur.
>>
>>Juru bicara aksi demo Hijrah Hatapayo mengatakan komentar Gus Dur
>sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan. Umat Islam di Ambon,
>paparnya, minta Pangab tidak menarik pasukan Kostrad seperti yang
>diusulkan Gus Dur.
>>
>>Sekretaris NU Maluku Abdul Kader Umasugi menyatakan persoalan Gus Dur
>akan diselesaikan intern. ''Itu ucapan pribadi Gus Dur,''tuturnya. Dia
>juga membantah jika informasi yang diterima Gus Dur datang dari NU Orwil
>Maluku.
>>
>>Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dalam siaran persnya kemarin
>juga menyesalkan pernyataan Gus Dur bahwa penembakan terhadap warga
>Muslim dilakukan pasukan Kostrad.
>>
>>DDII mengingatkan, bahwa Gus Dur telah berkali-kali menyampaikan
>hal-hal yang cenderung tendensius yang dapat meresahkan masyarakat,
>bahkan bisa menjurus ke fitnah.
>>
>>''Seperti terhadap kasus Situbondo, di mana ketika itu Gus Dur menyebut
>nama-nama tertentu meski dengan inisial LH, AR, DS, dan AS. Kemudian
>setelah itu kasus Tasikmalaya, Gus Dur juga menyebut inisial-insial
>tertentu,'' bunyi siaran pers yang ditandatangani sekretaris umum DDII,
>Hussein Umar.
>>
>>Menurut DDII, pengungkapan seperti itu hendaknya tidak diteruskan oleh
>Gus Dur karena bisa merusak ukhuwah Islamiyah, salah pengertian, dan
>saling tuduh antaranggota masyarakat.
>>
>>Dari pantauan Republika, situasi kota Ambon sendiri kemarin mulai
>terlihat tenang. Tak ada penyerangan atau bentrokan. Toko-toko mulai
>beroperasi lagi. Angkutan kota dengan jarak dan rute terbatas juga mulai
>jalan. Pasar kembali buka meski harga barang sangat mahal.
>>
>>Bila kalangan DPRD Maluku tidak yakin bahwa RMS terlibat dalam
>kerusuhan di Ambon, Menko Polkam Feisal Tanjung justru menyatakan pihak
>keamanan berkeyakinan peristiwa kerusuhan di Ambon disebabkan adanya
>manuver-manuver politik oleh oknum-oknum RMS baik di dalam negeri maupun
>di luar negeri.
>>
>>''Keyakinan itu membuat pihak keamanan terus mengusut kasus Ambon
>hingga tuntas,'' kata Feisal Tanjung, seusai menghadiri Rapat Akbar
>Golkar di lapangan sepak bola Persitaj, Kuala Tungkal, Kab Tanjung
>Jabung, sekitar 136 Km dari kota Jambi, Kamis (11/3).
>>
>>Di Jakarta, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto menegaskan, penarikan
>aparat lokal ke pangkalan masing-masing bukan berarti ABRI tidak percaya
>dengan mereka. Namun, katanya, tindakan itu sudah direncanakan sebagai
>sikap berjaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Aparat lokal
>sendiri, menurut Wiranto, akan diberi tugas-tugas administratif di
>pangkalannya masing-masing.
>>
>>Pada bagian lain, Pangab juga menyampaikan untuk sementara ini belum
>perlu diterapkan UU Darurat Sipil di Ambon, meski desakan berbagai pihak
>ke arah itu banyak disampaikan.
>>
>>Mengenai Tim Khusus ABRI yang beranggotakan putra daerah setempat,
>Wiranto menyatakan kini tengah bekerja dan kehadirannya diterima
>masyarakat setempat. ''Biarkan mereka bekerja lebih dulu. Kalau sudah
>seminggu dua minggu, barangkali bolehlah dinilai apakah tim itu bekerja
>atau tidak.''
>>
>>Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) menyatakan
>dukungannya atas sikap pimpinan ABRI untuk menarik aparat lokal dari
>Ambon yang diduga tidak dapat bersikap netral.
>>
>>Salah satu wakil ketua PBB, Achmad Sumargono, yang membacakan sikap DPP
>PBB di Jakarta kemarin juga meminta pemerintah untuk mencegah
>berlanjutnya gelombang eksodus masyarakat dari Ambon.
>>
>>Berkaitan dengan langkah menuju penyelesaian, PBB menganggap agar
>pemerintah menyatakan keadaan darurat sipil di Ambon.
>>
>>Menyikapi kasus Ambon, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja
>di Indonesia (MPH PGI) menolak tegas upaya menggambarkan kerusuhan Ambon
>sebagai 'pembersihan etnis' ataupun pembantaian umat beragama tertentu.
>>
>>PGI menilai kerusuhan Ambon sebagai tragedi kemanusiaan yang merusakkan
>kekerabatan dan persaudaraan, yang dilakukan oleh kelompok tertentu
>untuk menciptakan diintregrasi, serta menempatkan kedua umat beragama
>sebagai korban.
>>
>>Berbeda dengan PGI, Ketua Yayasan Masjid Al Fattah Ambon, Abdullah
>Soulisa, mengatakan kabar yang menyatakan bahwa terjadi 'penggusuran'
>etnis di Ambon adalah memang benar adanya. Dan anehnya lagi, pengusiran
>itu hanya ditujukan kepada beberapa etnis tertentu yang kebetulan
>beragama muslim, yakni orang Buton, Bugis, Makasar, Jawa, dan Sumatera.
>>
>>''Ya memang inilah kenyataannya. Etnis yang juga banyak tinggal di
>Ambon, misalnya Toraja, Mando, dan Batak, ternyata tidak mendapat
>gangguan. Dan saya yakin sekali, kasus kerusuhan ini memang ada
>pihak-pihak yang mengipasi sehingga menjadi besar,'' kata Abdullah
>Soulisa, di kantor Partai Bulan Bintang, Jakarta, kemarin.
>>
>>Soulisa mengatakan, pihaknya juga tidak habis mengerti mengapa
>persoalan itu kini berubah menjadi konflik antara umat beragama.
>Padahal, katanya, sejak dahulu kedua belah pihak sudah terjalin sikap
>untuk saling menghormati.
>>
>>''Faktor gerakan separatis pun saya lihat juga ada. Apalagi di beberapa
>tempat kami juga menemukan adanya pasokan senjata api dari kelompok
>tertentu. Dan kabar yang santer terdengar, sebuah event lomba layar
>internasional juga ikut menjadi ajang sarana dari pengiriman senjata
>itu,'' tandas Abdullah Soulisa.
>>
>>http://www.republika.co.id/9903/13/9713.htm
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>---------------------------------------------------
>>Get free personalized email at http://www.iname.com
>>
>>
>>
>>--------------------------------------------------------------------------
---
>>To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>>This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com
>>--------------------------------------------------------------------------
---
>
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke