From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Rekan-Rekan Yth :
Date: Sunday, December 27, 1998 4:44 AM


Wah, bung Nasrullah salah informasi nih. Kalau mandul mah tetap
saja ngga bisa punya anak walau bayi tabung sekalipun.....:)
Kecuali mereka minta donor sperma atau donor sel telur ke orang
lain dulu.

Nasrullah Idris
--------------------
Aduh, maaf.... lupa menuliskan subject yang seharusnya : "Bayi
Tabung".
Oya ...Maksud saya dengan mandul itu adalah ketidakmampuan untuk
menciptakan gabungan antara sperma-ovum (apa namanya tuh ya?)
meskipun mungkin saja sperma atau ovumnya adalah samas-sama layak.

Bukankah ini terjadi pada sepasang suami (artis) di Indonesia di mana
setelah berapa lama tidak mempunyai anak. Tetapi setelah keduanya
bercerai, kemudian kawin lain dengan pasangan baru, eh akhirnya bisa
juga mempunyai anak,

Irwan Ariston Napitupulu
-----------------------------------
Proses bayi tabung setahu saya dilakukan karena sang
suami memiliki sel sperma yg lemah yg tidak mampu menembus
sel telur sehingga diperlukan bantuan tehnologi. Sel telur dan sel
sperma disatukannya diluar rahim setelah itu baru dimasukan kembali
ke rahim ibunya.

Nasrullah Idris
--------------------
Ya Lae  betul !
Saya sungguh terkesima bercampur kagum ketika mendengar kabar yang
spektakulter itu. Ini merupakan satu dari sekian penemuan orang
Kristen yang spektakulter dalam abad ini.

Beberapa hari sejak memperoleh kabar itu, saya merenung, "Kalau
manusia saja bisa menciptakan karya yang spektakuler tentang
reproduksi manusia, tentu Tuhan pasti bisa menciptakan yang jauh
lebih lebih spektakulter lagi tentang hal yang sama". Ketika itu
bergetarlah hati saya, "Ya Allah SWT, Engkau Maha Kuasa".

Jadi secara tidak langsung, ilmuwan beragama Kristen itu
sedikit-banyak telah membantu saya untuk meningkatkan keimanan kepada
Allah SWT. Dengan kata lain, adanya bayi Tabung merupakan tanda
kekuasaan
Allah SWT.

Irwan Ariston Napitupulu
-----------------------------------
Hmm...saya kira takkan beda jauh seperti tahun 1978, atau seperti
ketika Alexander Graham Bell menemukan telpon untuk pertama
kalinya sekitar akhir abad 19, atau juga seperti ketika Thomas Alfa
Edison menemukan listrik pertama kalinya, atau ketika orang menemukan
mobil pertama kalinya. Bung Nasrullah pun saya yakini masih ingat
tentang sosok2 nama seperti Newton, Archimedes, sampai
Bill Gates....:)

Nasrullah Idris
--------------------
        Ya saya pernah mendengar.
        Sebagian orang Jepang pun ketika untuk pertama kali melihat pesawat
yang terbang merasa heran, kok bisa terbang. Lalu diselidikinya
berdasarkan urutan riset dan development.
        Lain dengan segelintir orang Papua Nugini. Ketika untuk pertama
melihat pesawat terbang muncul pikiran, "Wah itu Dewa Kayangan".

Irwan Ariston Napitupulu
-----------------------------------
        Kalau kaget mah ya wajar2 saja, wong namanya juga penemuan
pertama kali. Udah pernah dengar juga khan bayi kembar 8? Saya
kaget juga lho dengarnya. Koq bisa ya ada 8 bayi didalam satu
rahim sekaligus?.....:)

Nasrullah Idris
---------------------
        Kalau sikap heran dibawa pada upaya memperluas cakrawala intelektual
ya jelas perlu.
        Tetapi kalau sikap heran berlanjut dengan kesimpulan-kesimpulan yang
berlandaskan angan-angan, seperti yang dilakukan oleh segintir orang
Papua Nugini, ya harus dihindari.
        Soalnya kalau angan-angan seperti itu datangnya dari orang yang
mempunyai pengaruh, maka bisa-bisa angan-angan itu mengkristal dalam
pemikiran mereka, yang pada generasi berikutnya muncul mitos.

Irwan Ariston Napitupulu
-----------------------------------
Terjangkau atau tidaknya itu relatif sifatnya. Sampai sekarang otak
saya masih susah menerima teknologi seperti televisi, telpon,
dan juga internet. Koq bisa ya orang menciptakan semua ini?
Selain itu yg perlu bung Nasrullah renungkan, penemuan itu terjadi
melalui proses. Proses tersebut ada yg gagal ada yg berhasil.

Nasrullah Idris
--------------------
        Taroklah tidak terjangkau. Tetapi Lae kan bisa mengendalikan
"ketidakterjangkauan" itu, sehingga tidak menganggapnya sebagai yang
bukan-bukan. Apa Lae sekarang menganggap "Televisi" sebagai Makhluk
Hidup? Kan Tidak!

Irwan Ariston Napitupulu
-----------------------------------
        Kalau 2000 tahun yg lalu mereka sudah bisa menemukan bayi tabung.
tentunya akan banyak bayi tabung-bayi tabung setelah lahirnya
bayi tabung yang pertama tersebut. Tentunya akan ada juga lahir
bayi tabung 1999 tahun yang lalu. Bisa juga lahir kemudian 10 bayi
tabung sekitar 1998 tahun yang lalu.

Nasrullah Idris
---------------------
        Tetapi bagaimana kalau bayi tabung kedua itu datangnya baru lima
abad kemudian. Taroklah karena si penemu setelah berhasil merekayasa
Bayi Tabung Pertama, keburu meninggal. Sehingga nggak sempat lagi
memberikan ilmunya.



Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke