------------------------------------diapus----------------------------
Andrew wrote:
>Bagaimana dengan dampak Krisis thd para-para pejabat yang berada di
KBRI >atau konsulat-konsulat Indonesia di US. Saya sering mendengar
(saat Krismon) mengenai sering diselenggarakanya
>jamuan-jamuan-pesta-pesta-hidangan-hidangan-atau apalah namanya...
>yang sering diselenggarakan oleh para pejabat KBRI atau Konsulat.
>Saya sering mendengar ini dari teman-teman di Norwich yang sering
>berliburan ke Washington D.C.
>Dari apa yang saya tangkap, terkesan kehidupan di Washington D.C.
selalu terlihat "Jor-Jor-an" Pesta Ulang Tahun si ini- atau si
anu.....yang ada band-nya segala lagi.
>Walau itu adalah hak si pemilik pestanya sendiri...saya menghormati
kok.Saya memang mengetahui ada beberapa staff KBRI dan Athan yang
dipulangkan akibat dari Krismon ini. Dan hal ini tentu amat disesalkan,
walaupun memang harus dikorbankan.
Wah...saya kok nggak pernah denger dan liat ya..? Mungkin karena saya
memang nggak pernah diundang ke acara yg kayak gituan...jadinya ya nggak
tau. Lah wong saya ini cuma mahasiswa kere dari kalangan rakyat
jelata.., jadi mana mungkin diundang ke pesta-pesta kayak gituan.
Mungkin "pesta-pesta" yg dimaksud temen anda itu adalah acara OPEN HOUSE
di rumah bapak dubes/wkl dubes, saat lebaran kemarin. Kalo memang itu..,
wah temen-temen anda salah besar tu. Soalnya OPEN HOUSE kemaren itu
sangat sederhana sekali.., malah makanan yg dihidangkan tidak ada
apa-apanya jika dibanding dengan makanan yg tersedia di warung padang
pasar bendungan Hilir, Jakarta Pusat......:-)
Kemudian kalo dibilang kehidupan di washington DC jor-joran..itu mah
tergantung. Kalo kehidupan orang-orang AS mungkin saja.., tapi kalo
untuk orang Indonesianya..saya kira hanya beberapa lah yang begitu.
Soalnya orang-orang Indonesia yg saya kenal di DC kebanyakan hanyalah
dari kalangan rakyat biasa (seperti saya ini), jadi ya kehidupannya juga
ala rakyat juga.., walaupun tinggalnya di amrik.
Andrew wrote:
>Mungkin Bung Rosadi dapat membetulkan pandangan saya, kalau memang
salah.
Nggak ada yg perlu dibetulkan...., karena memang apa yg mas andrew
sampaikan tidak pernah saya dengar.., apalagi saya saksikan.
Andrew wrote:
>Karena kebetulan Bung kan selalu main-main di D.C.
>Kalau memang iya, bukankah sebaiknya kita membetulkan dulu
>perilaku-perilaku boros yang terjadi disekitar tempat kita, setidaknya
kan masih di US. Walaupun begitu, keadaan di Tanah Air tidak boleh kita
tolerir. Kebetulan ini juga ada di pekarangan belakang sendiri. Bukankah
sebaiknya kita check dulu pekarangan kita sendiri, siapa tahu kesalahan
yang sama juga terjadi dan tanpa kita sadari telah kita tolerir juga.
Wah anda jangan salah mas.., saya ini kalo main-main ke DC paling-paling
hanya untuk kuliah,sholat jum'at,ke rumah temen, menghadiri diskusi,
buka puasa serta tarawehan di bulan puasa,dan sholat IED. Jadi bukannya
untuk menghadiri pesta-pesta, mencari-cari informasi atau menyelidiki
satu-satu siapa-siapa saja orang Indonesia yg bikin pesta hura-hura dan
jamuan yg berlebihan.....
Tapi saya setuju kok dengan pendapat anda diatas. cuma ya itu..., saya
memang tidak pernah denger(apalagi liat) pesta-pesta yg kayak begituan.
Jadi apa yg harus dibetulkan..?
Andrew wrote:
>Walau negara kita sedang dirundung Krismon, saya melihat perilaku
>kehidupan para Jet-set atau kalangan atas Indonesia terutama di Ibukota
>dan di US ini saja, tidak banyak berubah, atau sepertinya tidak
terpengaruh.
>Tidak tahu mereka itu tidak peduli atau pura-pura tidak melihat, who
knows?!
>Mungkin pemandangan di pasar-pasar impres, dimana para rakyat jelata
dari golongan menegah kebawah harus berebutan beras-beras yang tumpah di
tanah tidak dapat terlihat karena ditutupi oleh kemegahan gedung-gedung
bertingkat dan klub-klub tempat hiburan maupun resto-resto yang mahal.
Mungkin mereka tidak pernah membaca berita-berita dikoran, yang
menceritakan bagaimana seorang pengangguran ditembak mati, hanya karena
mencongkel kaca spion yang seharga 50,000 demi sesuap nasi bagi anak dan
>istrinya.
Perasaan saya juga sama dengan anda mas Andrew..., sangat benci dengan
kegiatan hura,bermewah-mewahan,dan menghamburkan uang. Dan ini sudah
merupakan sikap saya sejak dulu, bukan disaat krismon kayak begini saja.
Alhamdulillah sampai sekarang sikap tsb masih saya pegang teguh.
Mas Andrew..,saya juga tidak mengerti kenapa masih banyak saja orang
Indonesia yg seolah tidak peduli dengan kesengsaraan yg menimpa
masyarakat kita.., sibuk berhura-hura ke sana kemari dan
menghambur-hamburkan uang. Mungkin karena saya kurang 'begaul'...jadi ya
nggak begitu ngerti tentang mereka ini. karena bagi saya daripada diajak
hura-hura ke diskotik.., mendingan juga tidur atau nonton siaran
langsung sepakbola liga Inggris atau Itali dirumah. Makanya sampe
sekarang saya nggak tau yg namanya diskotik itu kayak apa (kecian
yaaaa....:)
Lebih enak juga makan pisang goreng, minum teh manis anget atau makan
mie tek-tek/nasi goreng yg kebetulan lewat depan rumah.., terus duduk
didepan tv...,sambil teriak deh GOLLLLLLLLLLLLLLLLLLL.....kalo si
michael Owen, Gaza,bergkamp,bekham,del piero,bagio,ronaldo,dll mencetak
gol..:-)
Tapi kalo yg maen liga "melayu"(ligina)....rada-rada males sih
nontonnya..abis nggak jelas..mana acara maen bola dan mana kerusuhan
massa...:-)
Ole..ole..ole..ole....oleeeee..oleeee.....:-)
Salam
Mohamad Rosadi
(hoby banget maen bola)
Andrew wrote:
>mungkin saya juga tidak peduli...
Ah yang bener....., mosok nggak peduli kasih komentar begini
panjang..:-)
>Salam permias@,
>>Andrew Pattiwael
>
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com