Hehe.... maksudnya kayak gerakan Taleban gitu? Itu tadinya gerakan moral
oleh anak-anak belasan tahun lulusan semacam madrasah lho. Nyatanya
kaum muhajidin yg berjuang secara fisik nggak mau gabung tuh. Malah
bikin perlawanan di wilayah utara sampai sekarang.

Gerakan moral tidak dapat dienjawantahkan dalam bentuk partai politik.
Itu namanya gerakan politik. Rak yo gitu tho? Lha wong orang PK sendiri
nggak bilang sebagai gerakan moral kok. Lihat aja lagi di situsnya.
Kita juga harus bisa lihat bedanya tugas pendakwah dan politikus.
Pendakwah ya berdakwah aja. Kalau digabung-gabung malah jadi
melenceng ajaran Islamnya. Rak yo gitu tho? Tuh baca lagi pesan
presiden PK :

"Kami terpanggil untuk memecahkan persoalan bangsa ini agar Indonesia
tampil sebagai Republik kesatuan yang kuat dan berwibawa di mata dunia."

Itu sih tujuan mulia. Tapi jelas bukan bertujuan berdakwah. Iya apa iya?

Sebetulnya yg saya maksudkan dengan email kemarin adalah kemungkinan
siapakah yg akan menjadi koalisi PK bila jumlah suara berimbang. Sebut
saja capres-nya Pak Didin. Kalau berkoalisi dg Golkar dan perolehan
suaranya besar Golkar, jelas BJH yg jadi presiden. Nggak mungkin Pak Didin
kan? Maaf lho saya ini kok orangnya curigaan kalau melihat yg serba
"terlalu". Lha PK dengan ingredient yang biasa-biasa saja tapi perkembangannya
terlalu pesat. Ya itu yg kemarin saya bilang "terlalu impresif". Di lapis atas
cuman klenyam-klenyem seperti air danau. Tapi gerakan di lapis bawah sangat
agresif sekali. Sampai kalender jadwal sholat aja ada cap PK.
PKB yang jelas-jelas punya platform yg kuat dari NU aja tidak sanggup
mengorganisasikan diri sedasyat itu. Hmm.....

Jangan lupa ini sekedar utak-atik iseng. Nggak ada tujuan yg nggak jelas thd PK.
Soale setiap partai baru punya taget cuman 20-an persen alias sudah
berancang-ancang bakal berkoalisi. Iya apa iya? Golkar aja yg punya
target besar udah berancang untuk berkoalisi. Dan PK kok nggak ada tanda
bikin kominikasi dg PAN, atau PKB atau yg  lain. Mau saya sih MS nggak perlu
takabur lah untuk nolak koalisi dg AR. Juga GD itu atau Pak Didin itu.
Nanti kualat.....


Salam,
Eyang Troy


'--------------
Hadeer wrote:

> Ngomong presiden dulu....baru nanti ngomong ekonomi he..he..he.. :-)
>
> Capres dari PK-24 tidak terkenal ???
> Ya memang tidak terkenal...lha wong dari mulanya PK-24 juga nggak
> terkenal :-)
>
> Kenapa nggak terkenal ? ...Ya dari awal niat utama nya bukan lah mencari
> kekuasaan....tapi hanya sebuah gerakan untuk kembali menjunjung tinggi
> nilai-nilai moral.....(kerjaannya para Pendakwah, bukan khusus sebuah
> kegiatan politik)
>
> Smile
> Hadeer
>
> FNU Brawijaya wrote:
>
> >
> >
> > Wah, suatu kebetulan posting saya langsung nggak laku,
> > berhubung dalam beberapa jam sudah ada calon dari PK.
> > What a coincidence. Kira-kira boleh nggak sih mengganti calon
> > presiden setelah pemilu? Ada nggak aturan mainnya? Mungkin ini
> > PR buat KPU satu lagi. Hehe...habis calonnya nggak beken sama
> > sekali. Kalau jaman dulu kan ada calon pendamping..... kali aja.
> >

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke