Gus Dur:
Saya tidak akan Berkunjung
Lagi ke Pak Harto
Jakarta, Kompas
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur, menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi berkunjung ke tempat mantan Presiden RI Soeharto, karena sudah tidak ada manfaatnya lagi mengajak dialog tokoh itu.
Menurut Gus Dur, pada awalnya ia masih berharap Soeharto akan menghentikan orang-orang pendukungnya untuk melakukan kerusuhan di mana-mana, termasuk di Ambon dan Sambas, namun harapan tersebut tak kunjung terwujud.
Dikatakan, sebagai satu-satunya orang yang mengumumkan secara terbuka beberapa waktu lalu bahwa dirinya telah bertemu Soeharto, maka kini ia juga mengumumkan tidak akan lagi berkunjung ke Soeharto.
"Saya sudah mengalah dan bersabar sekian lama. Bertahun-tahun ketika dia berkuasa saya dikuyo-kuyo (disengsarakan -Red).
Tetapi saya mencoba sabar. Ketika saya beberapa waktu lalu mengumumkan secara terbuka bahwa saya bertemu dengan Pak Harto, semua orang memaki-maki saya. Saya juga tetap sabar. Tetapi, ketika kerusuhan terus berlanjut, kesabaran saya ada batasnya. Saya tidak melihat ada manfaatnya lagi meyakinkan dia," kata Gus Dur kepada Kompas, Sabtu (20/3).
Menurut Gus Dur, Soeharto tidak lagi mempedulikan nasib rakyat banyak. "Pak Harto memiliki pengikut yang banyak dari berbagai golongan dan angkatan. Seharusnya mereka ini bisa direm untuk tidak berbuat rusuh. Tetapi kok mereka dibiarkan saja," kata Gus Dur.
Sehubungan itu, Gus Dur meminta pemerintah agar bersikap tegas terhadap para pengikut Soeharto yang berbuat rusuh. "Mereka harus ditangkap," tegasnya. (myr)