Justru semestinya TNI-AD melikuidasi semua KODAM, KOREM, KODIM, dan KORAMIL.
Tidak ada lagi kegiatan pembinaan teritorial yang intinya "memajaki" rakyat.
Biaya  yang digunakan untuk operasi teritorial itu sebenarnya sangat besar
(termasuk membayari para perwira). Biaya ini dialokasikan untuk meningkatkan
kesejahteraan prajurit yang saya yakin sedikitnya bisa dua kali lipat.

Satu batalyon ditempatkan di setiap kabupaten. Kabupaten yang tak begitu
padat penduduknya cukup dijaga satuan setingkat batalyon (SSB). Dengan gaji
yang lebih daripada cukup maka para serdadu ini tidak bakal pusing mikirin
kebutuhan keluarga. Lagipula tanpa operasi teritorial mereka tidak sering
meninggalkan keluarga tercinta.

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   FNU Brawijaya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Monday, 22 March, 1999 21:53 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        kodam

Menanggapi keinginan untuk menghidupkan Kodam Iskandarmuda Aceh,
lebih baik lagi kalau bukan hanya 17 lagi, kalau perlu 170 kodam. Biar
lowongan kerja para sragam ijo lebih terbuka dan tidak lagi ngrusuhi posisi
sipil.

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke