Lha anda sendiri pingin jadi presiden nggak .....?
Salam,
Budi
Dodo D. wrote:
>
> Visi yang sangat obvious dari seorang calon presiden, "mari bersama
> kita menyatukan hati dan bergandengan tangan untuk membangun masa
> depan Indonesia yang lebih baik. Insya Allah."
>
> Anehnya, saya juga punya visi seperti itu, tapi kok ndak ada yang
> nyalonkan jadi presiden yah.. atau karena saya ndak tahu bagaimana
> mewujudkannya..?
>
> ---Hadeer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Pesan Perdana Seorang Kandidat
> >
> > Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
> >
> >
> > Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan langit dan bumi
> > tunduk kepada-Nya. Di atas ketaatan kepada-Nya-lah semua persoalan
> > manusia di muka bumi ini juga akan dapat terselesaikan dengan baik.
> > Salawat serta salam mudah-mudahan senantiasa dilimpahkan kepada
> pemimpin
> > sejati, Muhammad Rasulullah SAW, yang seluruh kehidupannya
> > dipersembahkan bagi kepentingan dan kemaslahatan Islam dan ummatnya.
> >
> >
> > Sebagai manusia yang dlaif (lemah) kita sama sekali tidak menegatahui
> > secara pasti apa yang akan terjadi esok hari. Kita hanya bisa
> > merencanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya tetapi Allah jualah yang
> > menentukan segala-galanya. Demikian itulah yang dinyatakan dalam
> > firman-Nya :
> >
> >
> > "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
> > hari Kimat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa
> yang
> > adaa di dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui
> (dengan
> > pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang
> > dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
> > Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Luqman ayat 34)
> >
> >
> > "Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu:
> > "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi.. Kecuali (dengan
> > menyebut): "Insya Allah." (QS Al Kahfi ayat 23-24)
> >
> >
> > Itulah sekedar gambaran psikologis yang saya rasakan ketika
> teman-teman
> > dari Partai Keadilan dengan "full team" yang dipimpin langsung oleh
> Dr.
> > Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, MS (Presiden Partai Keadilan), Dr. H.
> Hidayat
> > Nur Wahid, MA. (Ketua Majelis Pertimbangan Partai) dan Dr. Salim
> Segaf
> > Al Jufri (Ketua Dewan Syari'ah) datang bersilaturahmi ke rumah saya,
> > meminta kesediaan saya untuk menjadi calon Presiden RI dari Partai
> > Keadilan pada pemilu yang akan datang.
> >
> >
> > Terus terang saya sangat kaget dan heran mendengar tawaran tersebut
> > karena sama sekali tidak pernah terlintas dalam fikiran saya
> sedikit pun
> > hal-hal seperti itu. Jangankan untuk jabatan presiden (walaupun
> sekedar
> > calon) bahkan untuk jabatan yang lebih rendah dari itupun tak pernah
> > terbayangkan. Apalagi kita semua tahu bahwa pada saat ini bangsa
> > Indonesia sedang menghadapi krisis yang hebat dalam berbagai lini
> > kehidupan. Saya tahu diri tentang kelemahan dan kekurangan saya.
> Saya
> > hanyalah seorang guru agama yang pekerjaannya rutin mengajar kepada
> para
> > santri, mahasiswa maupun masyarakat umum, yang jauh dari hingar
> bingar
> > politik praktis.
> >
> >
> > Namun setelah dialog yang agak lama, saya melihat dan merasakan bahwa
> > pertimbangan-pertimbangan Partai Keadilan untuk mencalonkan saya
> > semata-mata berdiri di atas landasan syari'ah yang insya Allah
> ditujukan
> > bagi kemaslahatan da'wah Islamiyah pada masa yang akan datang. Saya
> > juga memegang janji dari teman-teman Partai Keadilan untuk sekuat
> tenaga
> > membantu menutupi segala kelemahan saya dan menjadikan pencalonan ini
> > sebagai sebuah "amal jama'iy" (kerja sama) yang saling mengokohkan.
> > Akhirnya dengan rasa berat hati disertai kecemasan yang luar biasa,
> > tetapi dengan tetap bertawakal kepada Allah SWT, saya menerima
> tawaran
> > tersebut.
> >
> >
> > Kepada Allah jualah saya bermohon, andaikan amanah ini akan membawa
> > kepada kemaslahatan ummat dan bangsa, berilah saya kekuatan,
> kesabaran
> > dan keikhlasan. Akan tetapi andaikan tidak akan maslahat,
> lahirkanlah
> > seorang pemimpin yang lebih baik dari saya yang akan membawa ummat
> ini
> > pada kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ketentuan dan
> aturan-Mu ya
> > Allah. Kepada para sahabat, pemimpin ummat, pemimpin ormas dan
> > orsospol, mari bersama kita menyatukan hati dan bergandengan tangan
> > untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Insya Allah.
> >
> >
> > Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
> >
> > Bogor, 14 Maret 1999
> >
> > (Drs. Didin Hafidhuddin, MS)
> >
> >
> >
> <HR>
> <html><head></head><BODY bgcolor="#FFFFFF"><p><font size=2
> color="#000000" face="Arial">Pesan Perdana Seorang Kandidat<br> <br>
> Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. <br> <br> <br> Segala
> puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan langit dan bumi<br> tunduk
> kepada-Nya. Di atas ketaatan kepada-Nya-lah semua persoalan<br>
> manusia di muka bumi ini juga akan dapat terselesaikan dengan
> baik.<br> Salawat serta salam mudah-mudahan senantiasa dilimpahkan
> kepada pemimpin<br> sejati, Muhammad Rasulullah SAW, yang seluruh
> kehidupannya<br> dipersembahkan bagi kepentingan dan kemaslahatan
> Islam dan ummatnya. <br> <br> <br> Sebagai manusia yang dlaif (lemah)
> kita sama sekali tidak menegatahui<br> secara pasti apa yang akan
> terjadi esok hari. Kita hanya bisa<br> merencanakan sesuatu dengan
> sebaik-baiknya tetapi Allah jualah yang<br> menentukan segala-galanya.
> Demikian itulah yang dinyatakan dalam<br> firman-Nya : <br> <br> <br>
> "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan
> tentang<br> hari Kimat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan
> mengetahui apa yang<br> adaa di dalam rahim. Dan tiada seorang pun
> yang dapat mengetahui (dengan<br> pasti) apa yang akan diusahakannya
> besok. Dan tiada seorang pun yang<br> dapat mengetahui di bumi mana
> dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha<br> Mengetahui lagi Maha
> Mengenal." (QS Luqman ayat 34) <br> <br> <br> "Dan janganlah
> sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu:<br> "Sesungguhnya aku
> akan mengerjakan itu besok pagi.. Kecuali (dengan<br> menyebut):
> "Insya Allah." (QS Al Kahfi ayat 23-24) <br> <br> <br> Itulah sekedar
> gambaran psikologis yang saya rasakan ketika teman-teman<br> dari
> Partai Keadilan dengan "full team" yang dipimpin langsung oleh Dr.<br>
> Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, MS (Presiden Partai Keadilan), Dr. H.
> Hidayat<br> Nur Wahid, MA. (Ketua Majelis Pertimbangan Partai) dan Dr.
> Salim Segaf<br> Al Jufri (Ketua Dewan Syari'ah) datang bersilaturahmi
> ke rumah saya,<br> meminta kesediaan saya untuk menjadi calon Presiden
> RI dari Partai<br> Keadilan pada pemilu yang akan datang. <br> <br>
> <br> Terus terang saya sangat kaget dan heran mendengar tawaran
> tersebut<br> karena sama sekali tidak pernah terlintas dalam fikiran
> saya sedikit pun<br> hal-hal seperti itu. Jangankan untuk jabatan
> presiden (walaupun sekedar<br> calon) bahkan untuk jabatan yang lebih
> rendah dari itupun tak pernah<br> terbayangkan. Apalagi kita semua
> tahu bahwa pada saat ini bangsa<br> Indonesia sedang menghadapi krisis
> yang hebat dalam berbagai lini<br> kehidupan. Saya tahu diri tentang
> kelemahan dan kekurangan saya. Saya<br> hanyalah seorang guru agama
> yang pekerjaannya rutin mengajar kepada para<br> santri, mahasiswa
> maupun masyarakat umum, yang jauh dari hingar bingar<br> politik
> praktis. <br> <br> <br> Namun setelah dialog yang agak lama, saya
> melihat dan merasakan bahwa<br> pertimbangan-pertimbangan Partai
> Keadilan untuk mencalonkan saya<br> semata-mata berdiri di atas
> landasan syari'ah yang insya Allah ditujukan<br> bagi kemaslahatan
> da'wah Islamiyah pada masa yang akan datang. Saya<br> juga memegang
> janji dari teman-teman Partai Keadilan untuk sekuat tenaga<br>
> membantu menutupi segala kelemahan saya dan menjadikan pencalonan
> ini<br> sebagai sebuah "amal jama'iy" (kerja sama) yang saling
> mengokohkan.<br> Akhirnya dengan rasa berat hati disertai kecemasan
> yang luar biasa,<br> tetapi dengan tetap bertawakal kepada Allah SWT,
> saya menerima tawaran<br> tersebut. <br> <br> <br> Kepada Allah jualah
> saya bermohon, andaikan amanah ini akan membawa<br> kepada
> kemaslahatan ummat dan bangsa, berilah saya kekuatan, kesabaran<br>
> dan keikhlasan. Akan tetapi andaikan tidak akan maslahat,
> lahirkanlah<br> seorang pemimpin yang lebih baik dari saya yang akan
> membawa ummat ini<br> pada kehidupan yang lebih baik sesuai dengan
> ketentuan dan aturan-Mu ya<br> Allah. Kepada para sahabat, pemimpin
> ummat, pemimpin ormas dan<br> orsospol, mari bersama kita menyatukan
> hati dan bergandengan tangan<br> untuk membangun masa depan Indonesia
> yang lebih baik. Insya Allah. <br> <br> <br> Wassalamu'alaikum
> warahmatullahi Wabarakatuh. <br> <br> Bogor, 14 Maret 1999 <br> <br>
> (Drs. Didin Hafidhuddin, MS)<br><font face="Times New Roman"><br><font
> face="Arial"><br><br></p>
> </font></font></font></body></html>
>
> _________________________________________________________
> DO YOU YAHOO!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com