AWW,

Hiyaaa..... NATO ngebom Yugoslavia. Ada komentar?

Kalau menurut saya sih serangan NATO melanggar kedaulatan
negara Yugoslavia. Bagaimanapun juga Kosovo adalah bagian
daripada negara Yugoslavia. Memang orang Serbia ada radanya.
Mereka menganggap etniknya lebih baik dari etnik yang lain.
Yang lain dianggap cuma numpang dan perlu dikontrol.

Di masa lalu usaha pemersatuan memang agak aneh, paling tidak
menurut ukuran yg nulis. Penggunaan abjat latin oleh orang
Kroasia dan abjat greco oleh orang Serbia tidak menunjukkan
usaha persatuan. Penggunaan tiga bahasa dalam mata uang mereka
juga menunjukkan adanya sentimen etnik untuk menang-menangan.

Yang jadi pertanyaan buat saya sendiri sih, seberapa jauh
suatu daerah berhak mendirikan negara sendiri, dan seberapa
jauh current pemerintah boleh menumpas pemberontakan itu.
Itu bila saya diperbolehkan menggunakan istilah tsb lho.
Yang jadi pertanyaan saya, kapan suatu kelompok masyarakat
dan daerah tertentu disebut mempunyai aspirasi yang berbeda
dan boleh memisahkan diri dari kelompok yg lebih besar dimana
kelompok tadi masuk di dalamnya.

Kalau memang atas nama hak kita sebagai manusia dan kelompok,
kira-kira boleh tidak sih kita mendirikan negara sendiri.
Misal gini. Si A punya 1000 pendukung dan menempati suatu wilayah
sebut saja wilayah X. Si A dan pendukungnya sepakat dan merasa
wilayah di mana kita tinggal cukup untuk mereka sendiri, tidak
perlu tergantung pada orang lain. Nah, boleh nggak sih kita
mendirikan negara mini?

Misal saja, Karina Sukarnoputri adalah lurah wanita Desa Sambirejo
dengan penduduk 50,000 orang. Semua penduduk cinta banget deh sama
lurahnya. Di Desa Sambirejo ada sumber minyak kecil, sawah ada,
industri bakiak (yg diekspor ke Jepang) juga maju. Pokoknya sandang,
pangan lebih dari cukup untuk seluruh penduduk Desa Sambirejo.
Penduduk desa juga punya ciri yang lain dari desa-desa sekitarnya.
Bahasanya walaupun sama-sama bhs Jawa, tetapi slank-nya lain.
Kebiasaan pake blangkon terbalik dan menyarungkan arit instead of
keris juga membuat karakteristik penduduk desa ini lain dari desa
sekitarnya. Nah, boleh nggak sih kalau Karina dan pendukungnya
mendeklarasikan Republik Sambirejo? Kalau terus ABRI mengancam
Mbak Karina dan pendukungnya, apakah Mbak Karina boleh minta
tolong Jepang (yg punya kaitan darah) atau AS yg digdaya sbg
pendukung hak azasi manusia?

Nah, ada nggak yang bisa jawab? Kalau boleh alasannya apa, dan
kalau tidak boleh alasannya apa? Soalnya Mbak Karina dan penduduk
Desa Sambirejo juga agak kesel, masak Mbak karina selalu kalah
dalam pemilihan camat. Padahal dari segi kecantikan oke, kapabilitas
oke, hubungan ke luar negeri (hasil usaha bakiak dan ekspor minyak)
juga oke. Lagipula, penduduk Desa Sambirejo kebanyakan beragama
Islam dan taat, sementara desa sekitarnya ada yg Islam abangan,
ada yg mayoritas Kristen, dll. Mana di Desa Sontoloyo, tetangga
desa, membolehkan pelacuran dan perjudian, berhubung sawahnya
sedikit dan kering berhubung tidak dilewati sungai.

Wassalam,
Jaya

Kirim email ke