Nope, Desa Sontoloyo tidak digambarkan berpenduduk non-muslim.
Saya membuat contoh soal Desa Sambirejo berpenduduk muslim taat
justru untuk tidak menyinggung pembaca non-muslim. Kan ceritanya
suatu wilayah ingin memisahkan diri. Kejadian di Kosovo agak
berbalik dengan kejadian di RI (kalau saya boleh bilang begitu).
Begini saja, Desa Sambirejo berbatasan wilayah dengan 100 desa yg
karakteristiknya ada yg sama, ada yg berkombinasi antara faktor
sosial, budaya, dan religi. Hitung saja kombinasi 4 pangkat n atau
5 pangkat n juga boleh deh. Dengan demikian ada juga desa yg
berpenduduk Islam taat tapi karena suatu hal membolehkan perjudian, ada juga
penduduk desa yg Kristen semua dan membolehkan perjudian. Dst. Terima kasih.
Note: Saya lebih berharap membaca opini anda, soalnya cerita ini dibuat
bukan untuk dinikmati atau untuk menghibur pembaca tuh.
Oya, anda terlalu sensitif krn bagian agama diawali dg kata LAGIPULA,
untuk menunjukkan info tambahan.
Salam,
Jaya
On Mar 25, 1:21pm, Indi Soemardjan wrote:
> Subject: Re: Agresi NATO
> I like this story about Republic Sambirejo...except for this part:
>
> > Lagipula, penduduk Desa Sambirejo kebanyakan beragama
> > Islam dan taat, sementara desa sekitarnya ada yg Islam abangan,
> > ada yg mayoritas Kristen, dll. Mana di Desa Sontoloyo, tetangga
> > desa, membolehkan pelacuran dan perjudian, berhubung sawahnya
> > sedikit dan kering berhubung tidak dilewati sungai.
>
> I think you make it sound like the Christians are living among the
> "Islam abangan" and "prostituion and gambling"....you are leading the
> audience of your story to assume that Sambirejo is beter than Sontoloyo
> partly because its majority of population consists of Muslim?
>
> Maybe you might wanna revise or make an explanation on that part?
>
> Peace,
>
> INDI
>
>
> FNU Brawijaya, RPI, Troy, NY wrote:
> >
> > AWW,
> >
> > Hiyaaa..... NATO ngebom Yugoslavia. Ada komentar?
> >
> > Kalau menurut saya sih serangan NATO melanggar kedaulatan
> > negara Yugoslavia. Bagaimanapun juga Kosovo adalah bagian
> > daripada negara Yugoslavia. Memang orang Serbia ada radanya.
> > Mereka menganggap etniknya lebih baik dari etnik yang lain.
> > Yang lain dianggap cuma numpang dan perlu dikontrol.
> >
> > Di masa lalu usaha pemersatuan memang agak aneh, paling tidak
> > menurut ukuran yg nulis. Penggunaan abjat latin oleh orang
> > Kroasia dan abjat greco oleh orang Serbia tidak menunjukkan
> > usaha persatuan. Penggunaan tiga bahasa dalam mata uang mereka
> > juga menunjukkan adanya sentimen etnik untuk menang-menangan.
> >
> > Yang jadi pertanyaan buat saya sendiri sih, seberapa jauh
> > suatu daerah berhak mendirikan negara sendiri, dan seberapa
> > jauh current pemerintah boleh menumpas pemberontakan itu.
> > Itu bila saya diperbolehkan menggunakan istilah tsb lho.
> > Yang jadi pertanyaan saya, kapan suatu kelompok masyarakat
> > dan daerah tertentu disebut mempunyai aspirasi yang berbeda
> > dan boleh memisahkan diri dari kelompok yg lebih besar dimana
> > kelompok tadi masuk di dalamnya.
> >
> > Kalau memang atas nama hak kita sebagai manusia dan kelompok,
> > kira-kira boleh tidak sih kita mendirikan negara sendiri.
> > Misal gini. Si A punya 1000 pendukung dan menempati suatu wilayah
> > sebut saja wilayah X. Si A dan pendukungnya sepakat dan merasa
> > wilayah di mana kita tinggal cukup untuk mereka sendiri, tidak
> > perlu tergantung pada orang lain. Nah, boleh nggak sih kita
> > mendirikan negara mini?
> >
> > Misal saja, Karina Sukarnoputri adalah lurah wanita Desa Sambirejo
> > dengan penduduk 50,000 orang. Semua penduduk cinta banget deh sama
> > lurahnya. Di Desa Sambirejo ada sumber minyak kecil, sawah ada,
> > industri bakiak (yg diekspor ke Jepang) juga maju. Pokoknya sandang,
> > pangan lebih dari cukup untuk seluruh penduduk Desa Sambirejo.
> > Penduduk desa juga punya ciri yang lain dari desa-desa sekitarnya.
> > Bahasanya walaupun sama-sama bhs Jawa, tetapi slank-nya lain.
> > Kebiasaan pake blangkon terbalik dan menyarungkan arit instead of
> > keris juga membuat karakteristik penduduk desa ini lain dari desa
> > sekitarnya. Nah, boleh nggak sih kalau Karina dan pendukungnya
> > mendeklarasikan Republik Sambirejo? Kalau terus ABRI mengancam
> > Mbak Karina dan pendukungnya, apakah Mbak Karina boleh minta
> > tolong Jepang (yg punya kaitan darah) atau AS yg digdaya sbg
> > pendukung hak azasi manusia?
> >
> > Nah, ada nggak yang bisa jawab? Kalau boleh alasannya apa, dan
> > kalau tidak boleh alasannya apa? Soalnya Mbak Karina dan penduduk
> > Desa Sambirejo juga agak kesel, masak Mbak karina selalu kalah
> > dalam pemilihan camat. Padahal dari segi kecantikan oke, kapabilitas
> > oke, hubungan ke luar negeri (hasil usaha bakiak dan ekspor minyak)
> > juga oke. Lagipula, penduduk Desa Sambirejo kebanyakan beragama
> > Islam dan taat, sementara desa sekitarnya ada yg Islam abangan,
> > ada yg mayoritas Kristen, dll. Mana di Desa Sontoloyo, tetangga
> > desa, membolehkan pelacuran dan perjudian, berhubung sawahnya
> > sedikit dan kering berhubung tidak dilewati sungai.
> >
> > Wassalam,
> > Jaya
>
> --
>
> Indi Soemardjan
> Be my guest: http://pagina.de/indradi
>-- End of excerpt from Indi Soemardjan