Ternyata tanda gambar yang mirip jadi perkara yang sangat serius.
Kejadian ini menimpa responden pendukung PKB. Sayang sekali
urusan desain lambang juga susah. Pemikiran orang sudah terbentuk,
dan seragam. Misal untuk melambangkan adil, keadilan sosial, maka
harus pake lambang padi dan kapas. Simbol Islam adalah bintang atau
Kabah.
Ini juga berlaku bagi PDI. Kenapa? Karena lambang banteng sudah
identik dengan partai demokrasi. Tercatat paling tidak ada 3, mungkin 4,
yaitu PDI, PDIP, dan Partai Marhaenis Baru.
Kenapa saya mengangkat masalah ini. Soalnya pencoblos yg rajin
atau yg partisipatif justru orang-orang desa yang pendidikannya relatif
kurang. Di masa lalu golput banyak dijumpai di perkotaan saja. Dan
menurut saya sih, jumlah golput di Pemilu 99 ini makin membludak
(oleh minimnya sosialisasi calon prez, kapabilitas caprez, dan partainya
itu sendiri). Para netter sendiri pasti banyak yg akan golput, dg alasan tidak
ada yg sreg. Dengan demikian, suara dari desa makin penting nilainya.
Warga desa selama ini memang banyak dan mudah dimanipulasi. Namun
di lain pihak warga desalah yang lebih mengenal arti demokrasi. Contohnya
adalah keberadaan kotak kosong sebagai pesaing calon kepala desa
(pemilihan lurah). Nah, sekarang tinggal bagaimana kiat partai-partai
untuk mensiasati calon pemilih ini. Tantangan ini makin berat untuk partai-
partai Islam, jangan sampe kejeblos dalam arena hujat.
Di bawah ini saya sertakan potongan email dari milis lain. Tidak ijin karena
toh ambil dari majalah. Hehehe...masih geli nih....
Salam,
Jaya
'---------------------------------
Latihan Pemilu, Kena "Paku & Panu"
KESALAHAN coblos yang banyak dikhawatirkan pimpinan parpol besar,
ternyata sudah terbukti. Nasib kurang baik ini
menimpa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim. Saat latihan pencoblosan
yang diadakan Wanita PKB Jatim di Malang,
ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Keruan saja ada yang nyeletuk
bila salah nyoblos bisa kena "Paku dan Panu"--
kepanjangan plesetan dari pesaing PKB yaitu Partai Kebangkitan Ummat
(PKU) dan Partai Nahdlatul Ummat (PNU).
Ceritanya begini. Wanita PKB yang ingin mensukseskan Pemilu memilih
100 responden yang tadinya diharapkan mencoblos
PKB semua. Dan ajang pelatihan ini dijadikan tolok ukur sampai sejauh
mana warga NU memahami PKB. Hasilnya
benar-benar bikin gondog panitia karena meskipun sebelum pencoblosan
sudah diberi penataran, ternyata yang mencoblos
PKB tidak sampai separuhnya, selebihnya banyak yang mencoblos PNU, dan
PKU.
Skor yang masuk angka PKB ternyata ''cuma'' 43, disusul PNU 30, dan
PKU 27. Aneh. Padahal tak seorangpun di forum
tersebut berkampanye soal PNU dan PKU. Selalu yang diulang-ulang,
dipuji-puji dan dikampanyekan adalah PKB. Kontan
saja panitia gusar melihat hasil ini. Apalagi respondennya memang
sengaja dipilih wanita Muslimat dan Fatayat NU Malang.
"Kami hanya ingin pengenalan tanda gambar, tapi kenapa hasilnya begitu,"
keluh salah seorang pengurus biro wanita PKB Jatim
kepada wartawan di kantor DPW PKB Jatim pekan lalu. Kasus itupun diusut.
Yang jelas, kejadian ini tentu saja membuat beberapa pengurus PKB
Jatim yang hadir berang dan uring-uringan. "Bagaimana
ini, dalam latihan saja hasilnya malah sedikit yang nyoblos PKB, apalagi
dalam Pemilu beneran nanti," tegas pengurus DPW
PKB asal Malang dengan nada kesal. Selidik punya selidik, ternyata hasil
diluar dugaan ini menyangkut masalah tanda gambar PKB.
Parpol dengan nomor urut 35 ini, memang mirip dengan parpol lain
yang, khususnya Partai Nahdlatul Ummat (PNU), dan Partai Kebangkitan
Ummat (PKU). Apalagi tanda gambar PNU (25) bertuliskan hurup Arab
persis di tengah tanda gambarnya, dan dikelilingi bintang sembilan,
bedanya ada gambar Ka'bahnya di tengah-tengah. Maka kebanyakan
responden, tidak bisa membedakan antara PKB, PNU, PKU. Dugaan ini
ternyata benar. Buru-buru panitia langsung, mengadakan
wawancara atau tepatnya meng-interogasi beberapa respondennya.
Ternyata jawabannya cukup mencengangkan. "Saya nyoblos no 25, karena
itu gambarnya PKB, iya kan mbak, yang ada tulisan Nadlatulnya itu,"
cetus wanita setengah baya asal Klojen Malang yang mengaku mencoblos
tanda gambar No 25. Nadanya yakin sekali bahwa dia tak bersalah.
Tentu saja jawaban itu membuat gusar panitia. Beberapa bahkan
menghentak-hentakkan kakinya karena kesal dengan persoalan sepele itu.
Sama juga halnya yang dikatakan wanita yang mengaku mencoblos tanda
gambar no 7, karena mengira tanda gambar PKB nomor tersebut.
"Saya ini NU deles, dan akan pilih PKB, makanya saat latihan saya coblos
saja no 7 (PKU), yang ada gambar bintang 9, jagad dan padi kapasnya itu.
Soalnya angka tujuh itu angka sakti dan pasti PKB itu tanda gambarnya itu.
Kalau yang 35 kan ndak ada padi kapasnya jadi ya bukan PKB," cetus
wanita asal Dinoyo Malang. Kembali panitia gusar dan terheran-heran.
''Wahh, parah ...'' sungut salah seorang panitia.
Maka dengan sangat bersemangat, sang panitia menjelaskan panjang
lebar. Bahwa tanda gambar PKB ada di nomor urut 35, bukan di 25 atau 7.
"PKB niku nomere 35, gambaripun bintang sembilan, bumi jagad
bergambar peta Indonesia. Mboten enten padi kapasipun. Sing lintune niku,
nomer 7, nomor 25 sanes PKB. PKB namung setunggal, inggih niku
nomor 35, ojo supeh nggih," tegasnya dengan bahasa Jawa halus.
Meski begitu ternyata tetap ada saja peserta yang tidak puas, lalu
nyeletuk bertanya. "Lha sing nomer 7 lan nomor 25 niku
nopo nak, kok gambare sami. Poko'e kula benar soale pilihan kula PKB iku
yo nomor 7 iku," tanya seorang responden,
bertahan.
Saking kesalnya, dan kehabisan akal, sang panitia menjawab. "Sing
ngati-ngati, kathah sing pingin ngisruhi PKB, gambere
mirip, sing nomor 7 lan nomor 25 niku, Panu lan Paku, ngati-ngati ojok
sampek klintu, sampeyan mangke iso kenek paku dan
panuen" jelasnya sambil tersenyum. Wah gawat ! Kok ujung-ujungnya
menghujat juga ya ?
Dikutip dari Mingguan OPOSiSI Edisi 34
------------akhir kutipan-------
Note dari Jaya: Saya terjemahin paragraf kedua dari akhir deh:
"Lha yg nomor 7 dan nomor 25 itu apa nak, kok gambarnya sama.
Pokoknya saya benar soalnya pilihan saya PKB itu ya nomor 7 itu."
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)