Jaya :

Bukan salah polisi untuk menjadi orang tolol...tapi situasi dan kondisi
menjadikan mereka orang tolol.

Karena mereka tolol-lah yang membuat mereka memilih masuk ke Kepolisian,
karena hampir nggak mungkin orang tolol sekolah ke luar negeri ambil
Master atau Doktor (eventhough bisa aja ada orang tolol yang sekolah ke
luar negeri)

Harus nya Jaya sebagai orang "pandai" masuk ke Kepolisian, bukan
men-tolol-kan Kepolisian.

Ehm....

Jadi ingat tulisan-tulisan di Permias dan segala kritik dan analisannya
dan hujatannya....seperti para komentator Sepak Bola yang selalu
menganggap diri jauh lebih pandai dari Pemain Sepak Bola ..... :-) ....
dikira gampang main sepak bola..... he..he... ayo kita ngaca diri
masing-masing.....jangan anggap diri kita lebih baik dari orang
lain....itu akan menjadikan kita besar kepala dan sombong sampai
kelangit..... :-)

Syarat orang sombong .... sudah teruji baik sebagai "Pemain Sepak Bola
yang pandai" baru boleh jadi "Komentator".....and then baru boleh
sombong.... :-)

Hadeer
= lagi mikir : sombongkah saya ? =

FNU Brawijaya wrote:

> Sekali lagi kesalahan besar polisi terjadi lagi. Memang polisi
> sudah terlalu tolol untuk dapat mengambil tindakan yang benar.
> Masak belum puas mukulin mahasiswa Trisakti tempo hari,
> sekarang malah nipu suporter sepak bola. Kayaknya pantas
> kalau semua jajaran Polda Metro Jaya diturunin 3 tingkat
> semua.
>

Kirim email ke