saya sebagai pendukung PSIS , dan wong Semarang , kecewa berat dengan
tindakan aparat yang akhirnya justru memakan korban jiwa.
Seharusnya mereka lebih pake otak lagi dalam bertindak.
Thank
agus s
> -----Original Message-----
> From: FNU Brawijaya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, April 02, 1999 9:30 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Suporter PSIS korban penipuan Polda Metro Jaya!
>
> Sekali lagi kesalahan besar polisi terjadi lagi. Memang polisi
> sudah terlalu tolol untuk dapat mengambil tindakan yang benar.
> Masak belum puas mukulin mahasiswa Trisakti tempo hari,
> sekarang malah nipu suporter sepak bola. Kayaknya pantas
> kalau semua jajaran Polda Metro Jaya diturunin 3 tingkat
> semua.
>
> Kalau memang mau membawa suporter untuk istirahat,
> mestinya kan tinggal bilang. Jadi tidak ada yg merasa tertipu.
> Kalau maksudnya berniat menjaga kemungkinan bentrok
> dg suporter kesebelasan lain, tinggal perbanyak personil.
> Bukan dengan nutup-nutupin informasi ke para suporter.
> Sekarang jatuh korban 6 orang mati siapa yang mau tanggung
> jawab? Coba kita tunggu bagaimana reaksi Kapolda mengenai
> hal ini. Enam orang mati sia-sia. Kalau 6 orang trisakti mati
> lalu diangkat jadi pahlawan reformasi, lalu yg ini jadi pahlawan
> sepakbola? Hehehe....ndak pernah putus kekonyolan-
> kekonyolan ini. Yah, hari pertama lepas dari ABRI ternyata
> ndak berubah juga.
>
> Kalau sampai tawuran muncul, ambil orang yg mimpin itu tawuran,
> jebloskan ke penjara semuanya. Dakwaan merusak fasum
> dapat diterapkan. Lalu umumkan secara besar-besaran ganjaran
> orang yg suka tawuran ini. Proses hukumnya mesti masuk ke media
> massa. Masukkan ke TV pula gambar-gambar perusak fasum ini.
> Biar tahu resikonya. Yang tegas kenape.
>
> Urusan sepakbola aja kok sampe banyak yg mati. Sikap tegas
> yang beginian dapat juga diterapkan ke tukang tawuran pelajar.
> Lagi-lagi software hukumnya jadi alasan lagi ndak? Pokoke
> kalo aturan main sudah ada, ndak ada plengak-plengok
> tengok kanan-kiri nanya-nanya salah atau nggak. Katanya
> dulu pemimpin, ambil sikap tegas aja nggak bisa.
>
> Weleh...weleh.....tobat.... wajah asli barisan pemimpin kita
> selama 30 tahun ya gini ini. Kalo kita komentarin mereka
> konyol, berarti kita selama 30 tahun lebih konyol lagi. Kok maunya
> nurut sama barisan konyol...... tobat .... Semoga nanti ada
> perbaikan deh.
>
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/1071.html
>
> Salam,
> Eyang Troy
>
>
> --
> \\\|///
> \\ - - //
> ( @ @ )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
> oooO ( )
> ( ) ) /
> \ ( (_/
> \_)