Gimana kalo uang bergambar soeharto diganti ama daun pisang atau ayam kampung,
itung-itung nolong rakyat kecil, atau ada usul lain.
Selama ini kok kebijaksanaan pemerintah kurang merakyat.  Entah berapa banyak
rakyat Inonesia yang lagi kelaparan.  Boro-boro megang duit bergambar
soeharto, lha uang receh limaratusan aja suse sekali.

Pandir
Propokator yang bosen liat gambar soeharto  


Andrew G Pattiwael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yang harus kita hayati adalah inti dan maknanya
biarlah uang yang bergambar soeharto diganti secara berangsur, tidak usah
sekali gus. Seperti yang sudah rekan-rekan tekankan, pemborosan uang
negara yang sekarang sedang morat-marit begini.
Biarlah soeharto kita kenang sebagai  presiden RI ke dua, walau beliau
juga banyak dosanya, yang juga kita harus ingat, namun jangan lupa beliau
juga pernah kita pilih ( selama 7 kali berturut-turut, walau kita setuju
atau tidak setuju dengan pemilihan beliau). Biarkan hukum yang
menentukan.
Ingat Presiden Peron dan istrinya Eva Peron yang dulunya ketika jatuh
juga dihujat begitu banyak rakyat Argentina, namun setelah beberapa puluh
tahun tetap dikenang sebagai salah satu putra terbaiknya.
Tidak ada yang bisa merubah sejarah bangsa kita, bahwa Soeharto pernah
menjadi presiden kedua. Akan terus teringat dan akan terus tercatat di
buku sejarah bangsa bahwa Soeharto adalah presiden ke dua dan "Dijatuhkan
oleh Demokrasi Mahasiswa dan Rakyat" itu saja....
Semoga dengan lunturnya amarah rakyat, luntur pula hati Beliau, semoga
kalau memang beliau yang adalah mendalangi kejadian-kejadian di tanah air
belakangan ini, beliau bisa menghentikannya dan bisa menerima kesalahan
serta meminta maaf kepada yang Diatas dan semoga meminta maaf kepada
rakyat, yang telah MEMAAFKANNYA terlebih dahulu tentunya.
Balaslah kejahatan dengan kelemah-lembutan....niscaya Tuhan akan
meluruskan jalan hidup Bpk. HM Soeharto, Bekas Presiden RI ke 2, salah
satu putra terbaik Indonesia.


Andrew Pattiwael

On Sat, 3 Apr 1999, Panut Wirata wrote:

> Setuju sekali.  Dalam kondisi perekonomian seperti sekarang, perlu
> berfikir sangat hemat.  Nampaknya, hemat harus dikampanyekan sebagai
> gaya hidup.  Hemat itu buka pelit dan jelas kebalikan dari boros.
> pemerintah (saya tidak terlalu suka menuduh pemerintah ORde Baru sebab
> yang sekarang juga tidak banyak beda dengan yang lama) selama ini
> cenderung boros.  Beberapa waktu yang lalu plang SMA diganti, sering
> kali ganti menteri ganti singkatan departemannya lalu ganti kop surat,
> Polri yang lepas gari ABRI berencana ganti warna seragam menjadi biru
> (mudah-mudahan tidak dilakukan secara serentak dan seluruhnya, tapi
> yang perlu baru, dibuatkan seragam baru), sebelumnya seragam POLRI juga
> sudah ganti dari coklat ke coklat yang lain.
>      Ganti simbol memang kadang-kadang bisa merubah citra; kalau
> simbolnya keren, maka orang lebih percaya.  Namun kebanyakan
> perubahan-perubahan simbol di pemerintahan di INdonesia nampaknya
> (kecurigaan saya)hanya supaya ada proyek.  Proyek kan mendatangkan
> komisi yang kalau masih tetap saja 10% kan banyak tuh untuk para
> pimpinan lembaga.  Inilah mungkin alasan kenapa pemerintah sangat gemar
> "beli-beli", entah itu garam, daging, beras, pupuk, dll.  Karena dengan
> beli-beli bisa dapat komisi.
>      Uang bergambar Suharto dan parangko bergambar Suharto diusulkan
> untuk diganti....suatu usul pemborosan. Karena tidak prinsip sama
> sekali.  Setelah Suharto mundur dan tidak berkuasa lagi, lalu segala
> yang berbau Suharto dicoba dihilangkan.  Suharto sendiri belum terbukti
> bersalah tapi sudah divonis bersalah.  Nampaknya banyak orang
> menganggap segala hal yang berkaitan dengan Orde baru jelek dan perlu
> diganti.  Seolah-olah orang ingin menghapus masa orde baru dan memulai
> semuanya dari awal lagi.  Bukankah ini namanya membuang waktu?
> bukankah lebih baik kita meneruskan yang baik dari masa lalu dan
> mencoba memperbaiki yang kurang cocok.
>      Mungkinkah kita sebagai kelompok Permias menggunakan forum ini
> untuk mengemukakan ide-ide atau analis atau rangkuman analisa ke
> pemerintah, ke DPR atau ke pihak-pihak lain. Mungkin setidaknya kita
> bisa memberikan suatu wawasan yang lebih menyeluruh karena semata-mata
> kita tidak langsung terlibat kepengapan politik di tanah air.  Seperti
> yang pernah kita lakukan dengan menulis surat ke NY Times tempo hari.
>      Selamat Easter bagi yang pmemperingati.
>
> Wassalam,
> panut Wirata
>
>
>
>
>
> --- FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Habibie sedang mempertimbangkan untuk mengganti
> > lembar uang yg bergambar Suharto. Alasan untuk
> > mengganti memang tepat. Mosok orang masih hidup
> > kok dicantumkan ke mata uang. [Lha siapa yg dulu
> > mulai
> > ber-ABS dengan desain seperti itu?]
> >
> > Hanya saja, apa mesti dilakukan sekarang ini?
> > Jaman sedang susah kok mau mengganti uang
> > yang beredar. Okay-lah kalau penarikan uang
> > ini dilakukan secara berangsur, tak ubahnya
> > mengganti
> > mata uang yg lusuh. Bila dilakukan secara serempak,
> > wah, penghamburan duit lagi.
> >
> > Untuk itu perlu dicermati, jangan sampai penggantian
> > uang ini dijadikan proyek khusus. Nggak perlulah
> > menggantinya secara massal dan segera. Itu kan cuma
> > gambar. Kalau ganti presiden berarti ganti uang dan
> > perangko,
> > wah, ndak maju-maju kita ini.
> >
> > Silakan lihat:
> > http://www.suaramerdeka.com/harian/9904/03/nas13.htm
> >
> > --
> >                \\\|///
> >              \\  - -  //
> >               (  @ @  )
> > ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> > FNU Brawijaya
> > Dept of Civil Engineering
> > Rensselaer Polytechnic Institute
> > mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > --------------------Oooo------------
> >            oooO     (   )
> >           (   )      ) /
> >            \ (      (_/
> >             \_)
> >
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>


____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke