Aturan masa jabatan max 2X sudah ada di TAP MPR/XIII 1998 kemarin.
Itu juga info yg saya dapat di IDS (anda pasti juga udah ikut baca). Hitung-hitungan
ngangkat 38 orang memang masih sangat berat buat usaha reformasi. Itu
juga karena PPP nggak ada yg ngebelain waktu tawar-tawaran masalah ini
tempo hari. Dikeroyok 4 fraksi mau ngomong apa.....

Sebetulnya PPP banyak sekali jasanya soal tawar-tawaran. Paling tidak,
jauh lebih lumayan dibanding PDI. Itu sejak 10 tahun yg lalu juga gitu.
Entah kenapa kok sekarang mau tetap pilih BJH. Yah, memang kembalinya
ke hitung-hitungan matematik juga. Sudah kadung dituduh peninggalan
ORBA maka sangat sulit untuk belok kanan majud-jalan (kayak baris aje).

Eh, itu gimana dong. Katanya nggak boleh bohongin rakyat. Itu yang
di Purbalingga udah ketemu belum? Bukan apa-apa, kita kan pengen
fair play toh?


Blucer Rajagukguk wrote:

> Itu kalau semua tergantung Mega.
> Justru kalau PDI perjuangan ataupun PAN menang, kita tidak terjebak lagi
> kepada figur presiden saja. Figur presiden yang cukup jujur dan punya
> integritas tinggi seperti Mega dan Amien perlu untuk meluruskan UUD
> serta TAP MPR lainnya yang banyak ditetapkan untuk melanggengkan jabatan
> saja.
> Secara pribadi siapapun yang menang tidak jadi masalah asalkan yang
> menang ini konsekwen untuk perjuangan rakyat. Nach, siapa-siapa saja
> yang konsekwen khan sebenarnya sudah kelihatan. Kalau masih ada aturan
> yang belum membatasi jabatan presiden (maksimal 2 kali), itu namanya
> belum konsekwen. Kalau masih ada anggota MPR yang diangkat, itu juga
> namanya belum konsekwen.
> Mengisi kemerdekaan itu bukan berarti membohongi rakyat, melainkan
> mencoba untuk ikut berpartisipasi dalam proses mensejahterakan rakyat.
> peace.
>
> Pandir Ontohod wrote:
> >
> > Sedikit melenceng nih.
> > Kalo, dan hanya kalau, Mega naik jadi presiden apa bisa ia menindak Soeharto?
> > Kalo enggak salah nih, waktu bung Karno jatuh, dan ia tak meninggalkan warisan
> > untuk anaknya.  Pak Harto menolong (atau menyogok?) lewat pemberian beberapa
> > pompa bensin di daerah strategis di DKI Jaya.  Belum lagi beberapa kali
> > perusahaan milik Mega, atau Guntur juga menang tender proyek yang lumayan
> > besar.  Ketika itu selama anak-anak Bung Karno tidak terjun ke politik, maka
> > ia mendapat "pesangon" tak langsung dari Soeharto.  Guntur mundur dari politik
> > karena tekanan yang amat berat, kabarnya ia sampai keluar masuk RS karena
> > depressi.  Guruh kurang memiliki kharisma pemimpin.  Akhirnya Mega lah yang
> > maju, dan seketika itulah "pesangon" dari Soeharto berhenti!
> > Lantas apa bisa ia menindak Soeharto, apa tidak akan berkata seperti soeharto,
> > untuk tidak mengungkit apa-apa yang telah lewat?
> > Mungkin untuk membuktikannya perlu waktu dan kesempatan, dimana Mega naik jadi
> > presiden.  Kapan?
> >
> > Pandir,
> > diem-diem jadi propokator!
> >
> > Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Dari dulu yang namanya mau mencoreng organisasi lain itu gampang sekali.
> > Apa sich sulitnya membayar beberapa orang untuk mengaku menjadi
> > simpatisan suatu partai dan merusak nama partai itu. Apalagi dengan
> > kondisi ekonomi susah seperti sekarang. Sekarang tergantung megawati dan
> > tim untuk berbicara soal itu.
> > Logikanya mudah sekali, kalau memang itu simpatisan PDI, sunguh tololnya
> > mereka mau mencoreng pilihannya apalagi pada saat akbar tanjung disana.
> > Drama dan sandiwara 'blue film' mulai dimainkan. Sekarang akan kembali
> > rakyat lagi yang menjadi korban, paling tidak 'korban pikiran' yang akan
> > selalu diombang-ambingkan para 'pemain watak' politik.
> >
> > mudah-mudahan rakyat tidak akan mudah termakan sandiwara 'sampah'.
> > peace
> >
> > FNU Brawijaya wrote:
> > >
> > > Assalamu'alaikum wr wb.
> > >
> > > Ternyata alasan sebagai kaum tertindas dijadikan legitimasi
> > > untuk menindas, memukul, mempermalukan wanita, dsb.
> > > Kejadian di Purbalingga kemarin justru mencoreng wajah
> > > organisasi ini. Lambang Banteng yg marah, merah menyala
> > > seakan sanggup menaikkan tensi pendukungnya.
> > >
> > > Saya tidak menyesalkan bagaimana Akbar Tanjung gemetaran
> > > dan menyesalkan aparat keamanan yg dianggapnya kurang sigap.
> > > Karma ternyata ada. Bila dulu dia demonstrasi dan membuat
> > > gemetaran orang ORBA, sekarang dia menjadi pihak yg gemetaran.
> > > Ironisnya, AT gemetaran sebagai orang orba.
> > >
> > > Bagaimana dengan PDI-P? Well, menelanjangi kaum wanita
> > > di stadion Purbalingga apakah dapat dimaafkan? Dimaafkan
> > > oleh siapa ya? Saya kira partai-partai lain justru dapat mengambil
> > > keuntungan dari kebrutalan simpatisan PDI-P. Mungkin PDI-P
> > > dapat kehilangan suara dari kaum wanita. Bentuk harrassment
> > > terhadap simpatisan wanita Golkar dapat terjadi pada wanita
> > > pendukung PKB, PAN, PPP, dan puluhan P... yang lain. Kenapa
> > > tidak?
> > >
> > > Hmm 50% pencoblos adalah wanita. total jendral 25% pencoblos
> > > wanita ada di Jawa. Take advantage of this...really easy deh.
> > > Konsentrasi perhatian di 3 prop ini saja sudah bisa meloloskan
> > > orang masuk DPR. Gile..... Apakah PDI-P juga sadar? Juelas.
> > > Lha posko-posko itu kan buktinya. Apakah fungsi sebenarnya dari
> > > posko yang didirikan di seluruh Jawa tsb? Apakah untuk koordinasi?
> > > Koordinasi apa ya? Koordinasi untuk menelanjangi wanita
> > > supaya cuman ber-BH? Hehehe...ndak tahu juga.
> > >
> > > Yang memalukan adalah tanggapan dari pemimpin teras PDI-P.
> > > Bila lepas tangan seperti itu, apanya yg lebih baik dari ORBA ya?
> > > Hmmm...... I dunno.....
> > >
> > > Hmmm....lalu saya mesti milih apa ya? Di satu pihak, milih ndak milih
> > > apa pengaruhnya? Cuman satu suara di antara 100 juta pencoblos.
> > > Tapi berapa juta yang mikirnya sama seperti saya ya? Kalau gitu
> > > nggak nyoblos bisa jadi dosa kolektif juga. Okay, bagaimana kalau
> > > dicoblosin ke partai kecil aja. Ah, ndak bener juga. Banyak partai
> > > yang sekedar satelit doang. Hmm....tahu ah.
> > >
> > > Ternyata oh ternyata, pesta demokrasi ternyata lebih sebagai
> > > pesta penindasan, kekerasan, intimidasi, pelecehan. Lalu produk
> > > apa yg dapat diharapkan dari pesta demokrasi macam ini?
> > >
> > > Wassalam,
> > > Jaya
> > >
> > > --
> > >                \\\|///
> > >              \\  - -  //
> > >               (  @ @  )
> > > ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> > > FNU Brawijaya
> > > Dept of Civil Engineering
> > > Rensselaer Polytechnic Institute
> > > mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > --------------------Oooo------------
> > >            oooO     (   )
> > >           (   )      ) /
> > >            \ (      (_/
> > >             \_)
> >
> > ____________________________________________________________________
> > Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke