Saya ndukung kacung, mungkin karena saya juga kacung :-D
FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Andrew G Pattiwael wrote:
> mungkin.....tapi saya melihat nama tuhan yang dipakai disini sepertinya
> akan membawa alasan untuk perang sabit atau perang salib lagi...
> memang belum pernah didengar "gay society" telah diterima oleh kalangan
> agama yang resmi, namun untuk kalangan demokrasi atau kemanusiaan, saya
> rasa sudah dan memang sudah seharusnya.
Pandir : Ini nyang bikin puyeng, coba kalu berandai-andai kalo kita hidup di
jaman Sodom dan Gomorah, apa kita bakal ikut ke pihak Nabi, pihak Sodom atau
pihak yang memble(abstain). Menyalahi kodrat bukan hal yang ringan.
>
> memang relatif....saya rasa semua manusia itu punya hak untuk menjadi
> GAY, tidak ada yang larang kan (kecuali kalau memang di agama)
> Tapi, apa kita punya alasan atau HAK untuk melarang seseorang untuk
> menjadi gay? kalau hanya alasan agama sih....gua juga bisa jawab...gua
> kaga beragama.....so simple?
Weleh...weleh, kok semua manusia dibilang punya hak jadi gay lho. Kalau
nge-klaim gitu, ya boleh juga ada klaim lain, semua manusia juga berhak untuk
ndak jadi gay. Lha repot kalau urusan jadi gini. Hehe..,wong agama kok "hanya"
lho....
>Sekarang pertanyaan saya....memang ada pusat perkampungan gay...aduh anda
> ini ngawur saja....Kenapa...mereka tidak punya untuk tinggal disuatu
> tempat karena gay ? jujur saja ..... saya tidak berkeberatan kalau mereka
> tinggal disekitar saya...selama mereka mengurus masalah mereka sendiri,
> selama mereka tidak membakar rumah saya, merampok ataupun memperkosa anak
> saya.....buktinya yang normal selama ini kan yang menggangu ketentraman
> tinggal di indonesia....(different topic)
Pandir: Lha kalo mereka membakar anak tetangga apa lantas kita diem :-(
dan kalo anak anda jadi gay karena lingkungan, apa tanggapan anda?
Perkara pro dan kontra akan jadi meluas jika kita hanya mengacu pada
ketentraman. Euthanasia, aborsi, suicide, sex bebas bisa jadi legal asal
menjaga ketentraman? Tambah bingung aja........saya
Hehe....di Indonesia sih belum ada. Coba aja dateng ke Cape Cod atau Key West.
Itu yg ane lihat sendiri. Yg nggak ane lihat temtunya buhahanyak. Di Ind
nggak/belum ada
krn pandangan masy masih taajem sekali. Tapi kalau makin banyak yg
berpandangan kayak anda (budaya permisif) , maka chance utk itu makin besar.
Hehe..jadi ya nggak ngawur. Kalimat anda yg diawali di "Kenapa..." endak
jelas.
Kalau nyang dimangsudken kenapa mesti ngelompok? Wah ya endak tahu ya.
Saya orang baru mas. Tanya aja sendiri kenape suka ngelompok.
Pandir: dimana-mana orang suka ngelompok ya seperti kampung Jawa di Arab,
kampung arab di Surabaya. Gay? juga ngelompok tapi berhubung masih bertolak
belakang dengan agama dan budaya Indonesia, paling mereka cuman ngumpul kayak
arisan dan saya tau tempatnya untuk kota tertentu di Indonesia :-D
Pandir,
Propokator kelas kacung :-D
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1