Masalah ini kembali lagi ke SARA, dalam hal ini Antar Golongan.

Dalam masa-masa menjelang PEMILU 1999, masyarakat dan budaya Indonesia
semakin diuji. Dimana hasil uji-uji tersebut kebanyakan berdampak buruk
dan berbalik ke masyarakat Indonesia. Kasihan sanak saudara saya yang
masih bertahan tinggal di Indonesia karena sudah terlanjur mencintainya.

Hai para pemimpin partai!!!
Sudah jenuh serta penat seluruh rakyat Indonesia menanti Indonesia
Reformasi. Janganlah kau peras lagi tenaga dan pikiran seluruh rakyat.
Bermainlah secara terbuka dan terpelajar di arena politik. Mulailah
belajar untuk menerima suatu kekalahan. Janganlah kau gunakan rakyat
Indonesia sebagai dukungan permainan kalian. Cukup sudah penderitaan
rakyat Indonesia sejak jaman penjajahan, orde lama dan orde baru.
Mari kita sukseskan PEMILU 1999 dengan keterbukaan dan melihat ke depan,
agar Indonesia Reformasi dapat tampil kembali dalam arena dunia. Bukan
mustahil, jika suatu saat Indonesia akan menjadi negara maju. Tidak ada
sesuatupun yang terlambat, jika kita memulainya hari ini!!! HARI INI!!!
SEKARANG JUGA!!!



>From: Pandir Ontohod <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Re: PDI-P, kaum tertindas yg mau menindas]
>Date: Sun, 4 Apr 1999 12:37:10 MDT
>
>Sedikit melenceng nih.
>Kalo, dan hanya kalau, Mega naik jadi presiden apa bisa ia menindak
Soeharto?
>Kalo enggak salah nih, waktu bung Karno jatuh, dan ia tak meninggalkan
warisan
>untuk anaknya.  Pak Harto menolong (atau menyogok?) lewat pemberian
beberapa
>pompa bensin di daerah strategis di DKI Jaya.  Belum lagi beberapa kali
>perusahaan milik Mega, atau Guntur juga menang tender proyek yang
lumayan
>besar.  Ketika itu selama anak-anak Bung Karno tidak terjun ke politik,
maka
>ia mendapat "pesangon" tak langsung dari Soeharto.  Guntur mundur dari
politik
>karena tekanan yang amat berat, kabarnya ia sampai keluar masuk RS
karena
>depressi.  Guruh kurang memiliki kharisma pemimpin.  Akhirnya Mega lah
yang
>maju, dan seketika itulah "pesangon" dari Soeharto berhenti!
>Lantas apa bisa ia menindak Soeharto, apa tidak akan berkata seperti
soeharto,
>untuk tidak mengungkit apa-apa yang telah lewat?
>Mungkin untuk membuktikannya perlu waktu dan kesempatan, dimana Mega
naik jadi
>presiden.  Kapan?
>
>Pandir,
>diem-diem jadi propokator!
>
>Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Dari dulu yang namanya mau mencoreng organisasi lain itu gampang
sekali.
>Apa sich sulitnya membayar beberapa orang untuk mengaku menjadi
>simpatisan suatu partai dan merusak nama partai itu. Apalagi dengan
>kondisi ekonomi susah seperti sekarang. Sekarang tergantung megawati
dan
>tim untuk berbicara soal itu.
>Logikanya mudah sekali, kalau memang itu simpatisan PDI, sunguh
tololnya
>mereka mau mencoreng pilihannya apalagi pada saat akbar tanjung disana.
>Drama dan sandiwara 'blue film' mulai dimainkan. Sekarang akan kembali
>rakyat lagi yang menjadi korban, paling tidak 'korban pikiran' yang
akan
>selalu diombang-ambingkan para 'pemain watak' politik.
>
>mudah-mudahan rakyat tidak akan mudah termakan sandiwara 'sampah'.
>peace
>
>FNU Brawijaya wrote:
>>
>> Assalamu'alaikum wr wb.
>>
>> Ternyata alasan sebagai kaum tertindas dijadikan legitimasi
>> untuk menindas, memukul, mempermalukan wanita, dsb.
>> Kejadian di Purbalingga kemarin justru mencoreng wajah
>> organisasi ini. Lambang Banteng yg marah, merah menyala
>> seakan sanggup menaikkan tensi pendukungnya.
>>
>> Saya tidak menyesalkan bagaimana Akbar Tanjung gemetaran
>> dan menyesalkan aparat keamanan yg dianggapnya kurang sigap.
>> Karma ternyata ada. Bila dulu dia demonstrasi dan membuat
>> gemetaran orang ORBA, sekarang dia menjadi pihak yg gemetaran.
>> Ironisnya, AT gemetaran sebagai orang orba.
>>
>> Bagaimana dengan PDI-P? Well, menelanjangi kaum wanita
>> di stadion Purbalingga apakah dapat dimaafkan? Dimaafkan
>> oleh siapa ya? Saya kira partai-partai lain justru dapat mengambil
>> keuntungan dari kebrutalan simpatisan PDI-P. Mungkin PDI-P
>> dapat kehilangan suara dari kaum wanita. Bentuk harrassment
>> terhadap simpatisan wanita Golkar dapat terjadi pada wanita
>> pendukung PKB, PAN, PPP, dan puluhan P... yang lain. Kenapa
>> tidak?
>>
>> Hmm 50% pencoblos adalah wanita. total jendral 25% pencoblos
>> wanita ada di Jawa. Take advantage of this...really easy deh.
>> Konsentrasi perhatian di 3 prop ini saja sudah bisa meloloskan
>> orang masuk DPR. Gile..... Apakah PDI-P juga sadar? Juelas.
>> Lha posko-posko itu kan buktinya. Apakah fungsi sebenarnya dari
>> posko yang didirikan di seluruh Jawa tsb? Apakah untuk koordinasi?
>> Koordinasi apa ya? Koordinasi untuk menelanjangi wanita
>> supaya cuman ber-BH? Hehehe...ndak tahu juga.
>>
>> Yang memalukan adalah tanggapan dari pemimpin teras PDI-P.
>> Bila lepas tangan seperti itu, apanya yg lebih baik dari ORBA ya?
>> Hmmm...... I dunno.....
>>
>> Hmmm....lalu saya mesti milih apa ya? Di satu pihak, milih ndak milih
>> apa pengaruhnya? Cuman satu suara di antara 100 juta pencoblos.
>> Tapi berapa juta yang mikirnya sama seperti saya ya? Kalau gitu
>> nggak nyoblos bisa jadi dosa kolektif juga. Okay, bagaimana kalau
>> dicoblosin ke partai kecil aja. Ah, ndak bener juga. Banyak partai
>> yang sekedar satelit doang. Hmm....tahu ah.
>>
>> Ternyata oh ternyata, pesta demokrasi ternyata lebih sebagai
>> pesta penindasan, kekerasan, intimidasi, pelecehan. Lalu produk
>> apa yg dapat diharapkan dari pesta demokrasi macam ini?
>>
>> Wassalam,
>> Jaya
>>
>> --
>>                \\\|///
>>              \\  - -  //
>>               (  @ @  )
>> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
>> FNU Brawijaya
>> Dept of Civil Engineering
>> Rensselaer Polytechnic Institute
>> mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> --------------------Oooo------------
>>            oooO     (   )
>>           (   )      ) /
>>            \ (      (_/
>>             \_)
>
>
>____________________________________________________________________
>Get free e-mail and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=1


Message : Equal laws protecting equal rights...
of the  : The best guarantee of loyalty and love of country.
-D-A-Y- : Equality-the informing soul of FREEDOM!
------------------------------------------------------------
-A-N-T-I- -S-A-R-A-

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke