Negara Islam bukanlah demokrasi

Mendirikan negara Islam sudah jelas (100%)
bukanlah menunjukkan azas demokrasi.
contoh: seperti Malaysia dan Turkey.

Kenapa ??
Karena di dunia ini pengakuan pluralisme,
azas keaneka-ragaman (baik suku, ras, umur,
sex, agama, asal negara, warna kulit,
cacat/tidak cacat) adalah "inti dasar"
dari demokrasi.

Kan nggak lucu .... bila setiap akhir tahun
ada politikus berkata "mari tutup semua
panti pijat, karena kerjanya berbuat 'maksiat' saja."
Ide sinting dari mana nih ??
Enak-nya saja main hakim seenak kepala sendiri.

Dan lebih kurang ajar lagi, dari mana pula hak
melarang orang-orang Cina Indonesia merayakan
hari raya orang Cina ( Imlek) di Indonesia ??
Atau melarang orang minum alkohol di ujung tahun?

Hukum-hukum sinting macam inikah yang ingin
diterapkan di Indonesia ?  Bukankah hukum-hukum
yang lebih TIDAK-MASUK-AKAL akan lebih banyak
bermunculan bila negara Islam didirikan di Indonesia ??

Begini sajalah:
TOLONG  agama jangan dicampur-adukkan dengan
politik, deh.   Karena bila dicampur-campur
hasilnya bisa  jadi TAIK.
Contoh kuat-nya:  Agama Komunis di Rusia dan Cina.

Jangan salah loh:  Komunis itu adalah AGAMA.
Komunis adalah agama yang tidak mempercayai
adanya tuhan.  Bila ingin bukti kuat, bacalah buku
"The Communist Manifesto" karangan-nya Karl Marx.

Kirim email ke