At 00:28 06/01/99 +0700, Yusuf-Wibisono wrote:
>...
 >Irwan Ariston Napitupulu wrote:
 >> Saya dengar kabar katanya Tarmizi Taher, mantan menteri
 >> agama, dalam acara bincang2 di SCTV yg kalau tidak salah
 >> masih dalam suasana Kongres Umat Islam Indonesia,
 >> pernah mengucapkan kata
 >>
 >> "Kalau umat Kristen percaya Tuhan mereka beranak!..
 >> ya biarkan saja...."
 >>
 >> Adakah rekan2 yg bisa mengkonfirmasi kebenaran akan
 >> hal ini?
 >> Kalau memang Tarmizi Taher pernah mengucapkan hal
 >> demikian, apakah sudah ada tuntutan hukum atas dirinya?
 >>
 >> Oh ya, saya dengar2 juga Zaenudin MZ pernah (sering)
 >> berkotbah yg isinya banyak menghina ajaran agama Kristen
 >> dan bahkan sampai menghasut untuk merusak gereja.
 >> Apakah ada rekan2 yg pernah mendengarkan langsung
 >> kotbah2nya yg bernadakan demikian? Kalau memang pernah,
 >> bagaimanakah reaksi yg ada dan apakah sudah ada tindakan
 >> hukum atas dirinya?
 >> Oh ya, sekedar catatan tambahan, kotbah2 Zaenudin MZ yg
 >> seperti itu saya dengar rekamannya sudah ada di tangan
 >> beberapa pendeta. Mungkin disimpan untuk arsip, kali2 aja
 >> suatu saat diperlukan.
 >>
 >> Mohon konfirmasi rekan2 atas dua hal di atas, apakah
 >> memang benar demikian atau kah tidak.
 >>
 >> Semoga kebebasan beragama bisa segera terwujud di
 >> bumi kita tercinta, Indonesia. Dan juga hukum bisa
 >> berfungsi kembali.
 >>
 >> jabat erat,
 >> Irwan Ariston Napitupulu

 >Yw: Kalo mau bicara secara 'ilmiah', mungkin harus
 >    diteliti lagi, apakah yg diucapkan (dan 'menyinggung')
 >    itu merupakan opini pribadi dari ybs, ataukah mereka
 >    itu sekedar melakukan 'quote' (mengambil dari kitab
 >    suci, misalnya).
 >
 >    Soalnya, 'prosedur standar' berceramah orang Islam
 >    (bukan cuma di Indonesia), statementnya banyak yg
 >    berupa 'quote' (dari kitab Quran dan Hadits).
 >    Hal ini (dinilai) lebih convincing (utk orang-orang
 >    yg tahu) adanya prinsip (Islam): "... barangsiapa
 >    berpegang teguh pada keduanya (Quran dan Hadits),
 >    maka akan selamatlah dia selamanya..."
 >
 >    Kalo ternyata ucapannya itu 'quote', perkaranya
 >    jadi lain...
 >
 >    Seperti kita tahu, dalam kitab sucinya orang Islam
 >    (Quran), banyak sekali kritik (pedas mungkin utk
 >    banyak orang), thd orang-orang beragama kristiani
 >    dan orang-orang beragama yahudi. Walaupun tentunya
 >    yg terbanyak adalah kritikan buat orang-orang
 >    beragama Islam sendiri (for obvious reason, hanya
 >    saja karena merasa 'memiliki', jadi orang-orang
 >    Islam tidak 'tersinggung secara emosional').
 >    [Utk melengkapi: disamping kritikan tsb, ada pula
 >    hujatan! Yaitu ditujukan kpd orang-orang yg
 >    nyata-nyata menyerang Islam, yg dilabeli
 >    'kaum kafir'].
 >
 >    Dan untuk sedikit mengulang (dan menghilite),
 >    dalam hal kritik mengkritik itu (baik thd orang
 >    yg beragama Yahudi, Kristiani, maupun Islam), yg
 >    dikritik adalah ORANG-nya (menurut saya). Kecuali
 >    kalo hujatan untuk 'kaum kafir' itu, yg dihujat
 >    memang 'ideologinya' (dan orangnya sekaligus).
 >    (ini menurut saya).


Mas Yusuf dan Lae Irwan,

Saya pribadi berpikir bahwa alangkah 'elok'-nya bila
seandainya kita tidak berdiskusi atau bahkan berdebat
mengenai masalah AGAMA.
'Agamaku adalah Agamaku, Agamamu adalah Agamamu' !

Selain memang tidak ada 'manfaatnya', malahan
berpotensi terjadi kesalah-pahaman bahkan perpecahan.

Kemudian masalah khotabah atau dakwah, menurut saya
itu hanya diperuntuk-kan bagi umatnya, bukan bagi
yang ber-Agama lain.

Oleh sebab itu, kalau kita masih mengakui bahwa :
"NEGARA KITA BER-AZAS-KAN PANCASILA" , maka saya
menghimbau kepada rekan-rekan sekalian untuk
menghentikan segala perdebatan mengenai masalah
AGAMA.

Kalaupun dirasa dibutuhkan, terutama dalam masa
bulan suci Ramadhan ini, jalur pribadi mungkin
adalah media yang tepat. Jangan di-jalur umum.

Mohon maaf bila tidak berkenan, saya hanya
menggunakan hak saya untuk berkata :
  "STOP PERDEBATAN MENGENAI AGAMA !".....:)


Salam,
BRIDWAN

Kirim email ke