Hm...ternyata diskusi-diskusi permias menarik juga untuk diikuti. sayang
sekali baru kali ini saya gabung,maklum sibuk dengan urusan pribadi. 

Menanggapi opini rekan-rekan yang mempertanyakan ucapan Tarmizi Taher maupun
Zaenudin MZ yang dianggap menghina kaum Kristiani, menurut saya adalah tidak
benar. Secara harfiah kata-kata yang diucapkan Tarmzi Taher, sama sekali tidak
mengandung makna menghina agama lain , justru berkesan mengajak umat Islam
untuk tidak menganggap ajaran umat Kriten sebagai problematika. 

Apabila yang menjadi problem adalah ungkapan "Tuhan beranak" saya kira terlalu
dibesar-besarkan. Dan saya yakin maksud Tarmizi adalah Tuhan Allah mepunyai
anak Kristus, sebagai mana kepercayaan umat Kristen, bukankah demikian?????

yuni windarti    

[EMAIL PROTECTED] wrote:
...

>Saya dengar kabar katanya Tarmizi Taher, mantan menteri
>agama, dalam acara bincang2 di SCTV yg kalau tidak salah
>masih dalam suasana Kongres Umat Islam Indonesia,
>pernah mengucapkan kata
>
>"Kalau umat Kristen percaya Tuhan mereka beranak!..
>ya biarkan saja...."
>
>Adakah rekan2 yg bisa mengkonfirmasi kebenaran akan
>hal ini?
>Kalau memang Tarmizi Taher pernah mengucapkan hal
>demikian, apakah sudah ada tuntutan hukum atas dirinya?
>
>Oh ya, saya dengar2 juga Zaenudin MZ pernah (sering)
>berkotbah yg isinya banyak menghina ajaran agama Kristen
>dan bahkan sampai menghasut untuk merusak gereja.
>Apakah ada rekan2 yg pernah mendengarkan langsung
>kotbah2nya yg bernadakan demikian? Kalau memang pernah,
>bagaimanakah reaksi yg ada dan apakah sudah ada tindakan
>hukum atas dirinya?
>Oh ya, sekedar catatan tambahan, kotbah2 Zaenudin MZ yg
>seperti itu saya dengar rekamannya sudah ada di tangan
>beberapa pendeta. Mungkin disimpan untuk arsip, kali2 aja
>suatu saat diperlukan.
>
>Mohon konfirmasi rekan2 atas dua hal di atas, apakah
>memang benar demikian atau kah tidak.
>
>Semoga kebebasan beragama bisa segera terwujud di
>bumi kita tercinta, Indonesia. Dan juga hukum bisa
>berfungsi kembali.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

Yw: Kalo mau bicara secara 'ilmiah', mungkin harus
    diteliti lagi, apakah yg diucapkan (dan 'menyinggung')
    itu merupakan opini pribadi dari ybs, ataukah mereka
    itu sekedar melakukan 'quote' (mengambil dari kitab
    suci, misalnya).

    Soalnya, 'prosedur standar' berceramah orang Islam
    (bukan cuma di Indonesia), statementnya banyak yg
    berupa 'quote' (dari kitab Quran dan Hadits).
    Hal ini (dinilai) lebih convincing (utk orang-orang
    yg tahu) adanya prinsip (Islam): "... barangsiapa
    berpegang teguh pada keduanya (Quran dan Hadits),
    maka akan selamatlah dia selamanya..."

    Kalo ternyata ucapannya itu 'quote', perkaranya
    jadi lain...

    Seperti kita tahu, dalam kitab sucinya orang Islam
    (Quran), banyak sekali kritik (pedas mungkin utk
    banyak orang), thd orang-orang beragama kristiani
    dan orang-orang beragama yahudi. Walaupun tentunya
    yg terbanyak adalah kritikan buat orang-orang
    beragama Islam sendiri (for obvious reason, hanya
    saja karena merasa 'memiliki', jadi orang-orang
    Islam tidak 'tersinggung secara emosional').
    [Utk melengkapi: disamping kritikan tsb, ada pula
    hujatan! Yaitu ditujukan kpd orang-orang yg
    nyata-nyata menyerang Islam, yg dilabeli
    'kaum kafir'].

    Dan untuk sedikit mengulang (dan menghilite),
    dalam hal kritik mengkritik itu (baik thd orang
    yg beragama Yahudi, Kristiani, maupun Islam), yg
    dikritik adalah ORANG-nya (menurut saya). Kecuali
    kalo hujatan untuk 'kaum kafir' itu, yg dihujat
    memang 'ideologinya' (dan orangnya sekaligus).
    (ini menurut saya).


____________________________________________________________________
More than just email--Get your FREE Netscape WebMail account today at 
http://home.netscape.com/netcenter/mail

Kirim email ke