Assalamualaikum Wr.Wb
Aloo bung Andri....,
Saya mencoba menjawab pertanyaan anda..:)
----delete---
Andri wrote:
>Saya sedih dan bingung mendengar bagian penjelasan ini. Apakah Allah
>memperhitungkan amal ibadah seseorang hanya pada akhir hayatnya saja.
Lalu untuk apa timbangan pahala dan dosa di Padang Mashar nanti. Kalau
benar demikian boleh dong saya sementara berfikiran bahwa betapa tidak
adilnya Sang Pencipta. Jangan-jangan penafsirannya yang salah. Tapi
biarkanlah kebenaran 100% tentang isi Al-Qur'an ada di tangan Allah Swt.
Wah..itu bukan penjelasan saya sendiri loh, tapi mengutip dari
penjelasan ustadz Anis Matta, berdasarkan Al-qur'an dan Hadits.
Oh ya.., saya juga pernah baca tentang Hadits Rasulullah yang bicara
tentang akhir kematian.
1. Dari Abu Said bin Malik bin Sinan ALkhudry berkata:
Bersabda Nabi saw:Dahulu pada umat-umat terdahulu, ada seorang pembunuh
kejam yang telah membunuh 99 orang. Namun setelah beberapa waktu,
pembunuh itu sadar dan ingin bertobat. maka mulailah dia mencari seorang
rohaniawan untuk menyatakan tobatnya.Namun ketika berhasil menjumpainya,
sang rohaniawan malah membentak mantan pembunuh tersebut dan mengatakan
bahwa tidak ampunan bagi seorang pembunuh. Karena marah, maka pembunuh
tersebut membunuh Rohaniawan tersebut(genap 100 orang yang dibunuh).
Setelah membunuh, sang pembunuh merasa menyesal, dan kembali meneruskan
perjalanannya untuk mencari orang alim (suci/rohaniawan)lain untuk
menyatakan tobatnya. maka ketika ditemuinya orang Alim yang ke 2,dia
berkata.."apakah ada jalan untuk bertobat, setelah aku membunuh 100
orang?" maka jawab si orang alim "Ada...pergilah ke dusun itu,karena
disana banyak orang-orang ta'at kepada Allah,maka berbuatlah sebagaimana
perbuatan mereka.....,dan jangan engkau kembali ke negerimu..karena
negerimu tempat penjahat. maka pergilah orang itu. Tatkala di tengah
jalan,mendadak maut menjemputnya(meninggal dunia).
Maka bertengkarlah malaikat rahmat dan malaikat siksa. Berkata malaikat
rahmat: orang ini telah berjalan untuk bertobat kepada Allah dengan
sepenuh hatinya. Berkata malaikat siksa: Orang ini belum pernah berbuat
baik sama sekali. maka diutuslah oleh Allah seorang malaikat untuk
menjadi hakim diantara dua malaikat itu. maka malaikat yang ketiga
berkata: ukur saja jarak antara 2 dusun yang ditinggalkan dan yang
dituju, maka kemana orang ini lebih dekat, masukkanlah ia kepada
golongan orang sana. Maka setelah diukur, didapatkan lebih dekat
jaraknya ke dusun baik,yang ditujunya,kira-kira sejengkal, maka
dipeganglah ruh orang ini oleh malaikat rahmat(Bukhari-Muslim)
2. Hadits kedua,dari sahabat Jabir r.a.:
Bersabda Nabi saw..., "Tiap hamba akan dibangkitkan dari kuburnya
menurut keadaanya di waktu ia mati. (diriwayatkan oleh Muslim)
Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari "PENTINGNYA" akhir
kehidupan dan car menghadapi kematian, antara lain:
1. SELALU terbuka kesempatan bagi orang yang mau bertobat kepada
ALlah SWT, selama ajal belum datang menjemput.
2. Mengingatkan kepada kita untuk selalu WASPADA menghadapi kehidupan
ini..., Jangan cepat merasa AMAN dengan ibadah yang telah
dilakukan.., karena kita manusia ini kadang suka lupa dan berbuat
hal-hal yang kurang baik. Bahkan seorang ulama yang terkenal rajin
beribadah, dapat saja terlupa berbuat dosa.Oleh karena itu Islam
mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat kematian dan menghadapi
kematian tersebut dengan cara dan keadaan yang baik,agar dapat
dijadikan "REM" atau Alat penahan ketika kita mau berbuat dosa dan
pelanggaran. Jadi Akhir kehidupan seseoanglah yang diperhatikan. Cuma
masalahnya kita kan TIDAK TAHU kapan dan dimana kita akan meninggal
dunia, maka karena akhir kehidupan adalah yang paling penting, kita
akan selalu termotivasi untuk menjadi diri dari perbuatan dosa SETIAP
SAAT....,siapa tau ajal sebentar lagi menjemput kita.
Firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 103:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu dengan
sebenar-benar taqwa, dan jangan kamu meninggal kecuali dalam
keadaan Islam"(berserah diri kepada Allah SWT).
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda...,
"Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaha ilallah di akhir hidupnya, maka
ia masuk syurga"
Maksud hadits ini tentu tidak hanya pengucapan saja, tapi lebih kepada
pemahaman Laa ilaha ilallah(penjelasannya sangat panjang).Lagi pula dari
orang-orang yang pernah mendampingi orang yang sedang sakratul maut,
saya mendengar bahwa TIDAK GAMPANG mengucapkan kata-kata Laa ilaha
ilallah disaat akan meninggal..., terutama bagi orang-orang yang banyak
dosanya.
Terakhir saya ingin mengatakan, Hendaklah kita menjauhkan diri dari
prasanggka buruk kepada Allah SWT...dengan menganggap DIA tidak adil.
Keadilan Allah itu luas sifatnya.., TIDAK SAMA dengan keadilan menurut
versi manusia.
Mohamad Rosadi Wrote:
> Targetnya untuk pemilu ini tidak muluk-muluk, yaitu
>: dapat memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
Andri Wrote:
>Ini baru target, bukan program partai itu dalam berbangsa dan
bernegara.
Betul bung, ini cuma target. Kalau anda mau tau tentang program partai
keadilan ini, silahkan saja anda masuk ke Web Site mereka..:)
Mohamad Rosadi Wrote:
>Partai ini tidak mau
>: memberikan janji-janji kosong dihadapan rakyat, karena menurut
>: sekjen-nya, setiap janji yang diucapkan harus dipenuhi, dan kalo
tidak
>: dipenuhi akan dipetanggungjawabkan dihadapan ALLAH kelak.
Andri Wrote:
>Ini baru janji. Belum dilaksanakan. Tampaknya harus menunggu sampai 6
bulan
>setelah pemilu. Baru bisa dibuktikan tepat atau tidaknya janji
tersebut.
>Pertanggungjawaban partai kan tidak melulu kepada Allah, kelak. Tapi
kan
>harus kepada rakyat dan masa pengikutnya. Kalau tidak demikian, mohon
>dikoreksi.
Setiap janji yang diucapkan adalah hutang, dan hutang harus dibayar.
Janji-janji kosong kepada rakyat membawa 2 macam perbuatan dosa yaitu
KEBOHONGAN dan TIDAK BAYAR HUTANG.
Pertanggung jawaban partai(dan setiap pertanggungjawaban manusia) JUSTRU
HARUS melulu pada Allah SWT,karena dengan demikian Suatu partai atau
seseorang TIDAK AKAN bertindak sembarangan dalam kehidupan dunia ini,
sehingga senantiasa berbuat baik kepada setiap makhluk di muka bumi
ini,seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Pertanggungjawaban kepada Allah semata, akan membuat sutau partai TIDAK
AKAN berani menyalahgunakan amanat yang diberikan rakyat, dan akan
selalu berjuang demi kepentingan rakyat. Percayalah, siapa saja yang
menjadikan ALLah sebagai tempat pertanggungjawaban, maka akan JUGA
dengan sendirinya mempertanggungjawabkan perbuatan dan tindakannya
dihadapan manusia(TIDAK SEBALIKNYA). Hal inilah yang membuat saya
tertarik memilih Partai Keadilan.
Andri Wrote:
>Kemudian, saya ingin sedikit cerita. Kalau salah mohon dikoreksi.
>Setahu saya PK ini anggotanya memang orang-orang muda dari kalangan
kampus >dan pasca mahasiswa. Kalau tidak salah ingat, mereka sudah
bergerak sejak tahun 1989. Di salah satu kampus di bilangan Rawamangun
dulu itu ada kelompok Islam yang terus bergerak membangun kelompok.
Ciri-cirinya, kaum lelaku berpenampilan rapi, tidak memakai celana
jeans, jarang menggunakan kaos atau T-Shirt, sering berjenggot. Kaum
wanita berjilbab.
Saya rasa anggota atau simpatisan partai keadilan tidak harus seperti
itu. kalaupun mereka kebanyakan begitu, itu hanyalah suatu cara
penampilan yang mereka pilih, yang mereka anggap cocok(sama halnya
dengan orang-orang yang mempunyai cara penampilan tersendiri). Saya
sendiri yang simpatik terhadp partai ini Tidak berjenggot dan masih suka
pake celana Jeans dan T-Shirt..., yang penting kan kerapihan, kebersihan
serta kesopanan...dan AKHLAK tentunya.
Andri Wrote:
>Mereka ini sering berkumpul, berceramah dan berdiskusi dalam jumlah
>terbatas. Isinya saya tidak tahu. Tapi yang dapat saya rasakan, mereka
tidak mau berhubungan dengan orang selain dari kalangan sendiri. Paling
tidak sedikit membatasi diri.
Saya rasa mereka tidak membatasi diri kok..., hanya kita saja yang
terkadang berprasangka. Mungkin karena penampilan mereka lain dengan
kita..., kita agak segan bergabung dengan mereka. Cobalah untuk masuk
dan ikut berdiskusi dengan mereka, saya yakin anda akan menemukan hal
yang lain.
Andri Wrote:
>Saat ini, di banyak kampus mereka punya banyak pengikut. Namun
cara-caranya kadang-kadang bersifat menantang orang lain. Ini juga
terjadi di Kampus bilangan rawamangun tersebut. Ketika satu kelompok
(kalau tidak salah Famred) sedang melakukan orasi untuk mengumpulkan
masa untuk aksi HAM di Bundaran HI, tiba-tiba muncul sekelompok
mahasiswa lain dari lembaga formal yang membuat orasi persis
bersebelahan dengan kelompok famred, dengan menggunakan pengeras suara
yang lebih kuat. Hal ini membuat saya jadi
>bertanya-tanya: koq mahasiswa caranya begitu sich!
Kalau anda sebut membikin orasi tandingan sebagai sikap menantang, anda
sungguh keliru bung. Pro dan kontra itu merupakan suatu hal yang biasa
saja.Hal itu kan sah-sah saja..., selama dilakukan dalam batas batas
kesopanan. Bukankah kita..para mahasiswa sudah terbiasa dengan suasana
orasi dan diskusi yang penuh dengan perdebatan..??? jadi sah-sah saja
khan..? kalo perosalannya cuma karena pengeras suara.., ya lain kali
Famred harus beli pengeras suara yang lebih bagus dong..., uangnya
jangan dipake buat sewa metromini/kopaja terus...:)
Orasi bersama atau perdebatan dalam diskusi adalah hal yang wajar.., itu
malah ciri dari kegiatan mahasiswa. Kalo anda mau melihat KEANEHAN dari
kegiatan mahasiswa..., sebaiknya anda lihat demo-demo tiap hari yang
nggak karuan di Jakarta yang bikin jalanan macet,orang-orang ketakutan,
yang pegawai-pegawai terpaksa jalan kaki karena tidak ada bis,yang
membuat uang setoran si ucok jauh berkurang,yang membuat pak bejo tidak
bisa narik bajaj, yang membuat mbok inem mengelus dada karena dia pikir
kan lebih baik uang sewa bisnya dibeliin sembako buat orang-orang miskin
seperti dia...:)
Anda juga bisa melihat KEANEHAN kegiatan manusia dalam bentuk penggunaan
KATA-KATA KOTOR dan berbagai tindakan yang tidak bermoral
lainnya(Membunuh,mencongkel matanya, lalu mengencinginnya, serta
kemudian Menyalib anggota PAM SWAKARSA yang kebetulan beragama
Islam,memukul seorang menteri di bandara, membawa samurai dan bambu
runcing dengan alasan untuk membela diri,dsb). Nah kalo sudah bertemu
dengan hal-hal kayak gini, baru deh rasanya TEPAT anda berkomentar:
"KOQ MAHASISWA CARANYA BEGITU SICH !"
Andri Wrote :
>Baiknya saya pertegas, itu terjadi di IKIP Jakarta yang pengikut Partai
Keadilannya lumayan banyak. Saat ini mereka menguasai sebagian besar
struktur organisasi mahasiswa formal. Mulai dari tingkat jurusan sampai
tingkat institut. di IKIP Jakarta namanya BEMIJ (Badan Eksekutif
Mahasiswa IKIP Jakarta) dengan ketua diberinama "Presiden Mahasiswa IKIP
Jakarta.
>Menurut tanggapan dari kelompok oposan lembaga formal, cara kerja
mereka ini dengan prinsip: yang penting menang dalam jumlah suara, tidak
penting dalam kualitas pemikiran.
Namanya juga kelompok oposan(tidak peduli formal maupun
informal),BIASANYA memang selalu bersikap MINOR terhadap kelompok
diluarnya. Anda jangan begitu saja dong percaya dengan celoteh kaum
oposan ini. Sebagai orang yang beragama dan berpendidikan, kita kan
seharusnya selalu mengecek kebenaran suatu berita, apalagi berita yang
datangnya dari orang FASIK.Akan lebih baik kiranya bagi bung Andri dan
rekan-rekan lainnya untuk melihat dan ikut terlibat langsung dengan
kegiatan kelompok-kelompok yang anda anggap anggota Partai keadilan,
sehingga nantinya akan jelas, kelompok seperti apa mereka ini, apa benar
mereka ini hanya lebih mementingkan jumlah suara dan tidak dalam
kualitas pemikiran..., ataukah mereka orang-orang yang senantiasa
menjaga tingkah laku mereka,ramah dan baik pada siapa saja,serta
menjauhkan diri dari prilaku buruk...? kalo soal kualitas berpikir...,
saya sangat YAKIN mereka berkualitas..., Wong ketuanya saja seorang
DOCTOR lulusan Jerman ..., dan yang lebih penting lagi
...anggota-anggotanya itu loh.., berasal dari "orang-orang kampus",
masak anda bisa terjebak dalam pernyataan kaum oposan itu? Atau anda
ingin mengatakan bahwa kualitas berpikir mahasiswa kita masih sangat
kurang..???
Andri Wrote:
>Maaf terlalu panjang. Tapi sebagai bahan diskusi, mohon ditanggapi.
Agar
>kita bisa tahu lebih jauh tentang partai satu ini. Sekedar informasi,
dari
>dulu (ketika pertama memilih) sampai saat ini saya tidak memilih partai
>manapun alias GOLPUT.
> Salam]
>adri amiruddin
Justru saya yang harus minta maaf.., karena tulisan saya
Puuannnnjannnggg buangggettt. kalo soal GOLPUT mah kita teman bung.
Saya juga fans-nya GOLPUT saat ORBA berkuasa dulu. Kalopun dulu
mencoblos..ya saya coblos tiga-tiganya(sampe robek loh...:), biar nggak
dimanfaatin orang gitu....:)
Wassalam
Mohamad Rosadi
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com