----------
: From: Yusuf-Wibisono <[EMAIL PROTECTED]>
: To: [EMAIL PROTECTED]
: Subject: Re: Ceramah (was: Re: Tarmizi Taher & Zaenudin MZ)
: Date: 06 Januari 1999 22:19
:
: ...
:
: >YW:
: >>      Soalnya, 'prosedur standar' berceramah orang Islam
: >>      (bukan cuma di Indonesia), statementnya banyak yg
: >>      berupa 'quote' (dari kitab Quran dan Hadits).
: >>      Hal ini (dinilai) lebih convincing (utk orang-orang
: >>      yg tahu) adanya prinsip (Islam): "... barangsiapa
: >>      berpegang teguh pada keduanya (Quran dan Hadits),
: >>      maka akan selamatlah dia selamanya..."
: >
: >Irwan:
: >Seharusnya memang demikian. Dengan kata lain tentunya
: >anda sedang pula mengatakan bahwa umat agama lainnya
: >juga sebaiknya berpegang teguh pada kitab sucinya masing2
: >dalam kehidupan sehari2. Benarkah kesimpulan saya ini?
:
: Yw: Di dalam Islam itu sebetulnya yg dipegang teguh itu
:     ada tiga: selain Quran dan Hadits itu, dan yg ketiga,
:     adalah akal pikiran (dari masing-masing orang, baik
:     dalam memahami/mengamalkan Quran&Hadits, maupun utk
:     hal yg tidak dicakup dikeduanya).

MAKANYA DIKENAL ISTILAH DALIL NAQLI DAN AQLI

:     Namun, (yg menurut saya merupakan kelemahan utama orang
:     Islam, khususnya di Indonesia), yg ketiga itu (akal)
:     sering kurang dipake.... jadinya, asal apa kata kiai,
:     ditelen bulet-bulet... asal ada fatwa ini-itu,
:     dari majelis ulama, dipegang tanpa reserve... Jadi
:     orang lain (non-Islam atau asing yg Islam juga dari
:     mazhab lain) mungkin sering rada mengkernyitkan alis.

SEJAK KECIL SEBAGIAN BESAR KITA MEMANG DILARANG BERTANYA DAN MEMPERDEBATKAN TENTANG SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN YANG KHALIQ DAN AGAMA. APALAGI KALAU PERTANYAAN ITU MENYEBABKAN ORANG DEWASA TIDAK MAMPU MENJAWABNYA.

Sekedar tambahan, barangkali ada yang mampu dan mau menjelaskan pengertian tentang KONSEP DAN MAKNA AQIL BALIGH dalam Islam. Sewaktu Ibtidaiyah (setara SD) saya mengenal pengertian aqil baligh sebagai anak yang telah mencapai usia di atas 11 tahun, konsekwensinya dia harus di sunat (laki-laki) dan selanjutnya dia mulai mengambil alih tanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Terakhir saya dengar Dr. Zakiah Daradjat mengatakan aqil baligh ini dimulai pada usia 16 tahun. Mana yang benar? Please give me your comment.

: >Bagaimana tanggapan atau pun tindakan anda bila
: >dalam satu ajaran dari kitab yg kita yakini ternyata kurang
: >sesuai/berkenan dengan lingkungan masyarakat dimana
: >kita tinggal?
:
: Yw: Menurut saya, kemungkinannya:
:     1. Something is wrong with the community
:        (masyarakatnya yg salah, kitab yg bener)
:     2. Kitabnya sih, menurut saya, nggak mungkin salah,
:        tapi bisa aja, konteks (ttg ajaran yg dimaksud
:        di kitab itu) tdk sama fenomena yg sedang terjadi
:        (ie. ajaran itu tidak aplikabel utk diterapkan
:        pada kasus itu); atau interpretasi dari makna
:        ajaran kitab itu yg salah (baik secara sengaja
:        oleh para penerjemah/ahli-tafsir, maupun tidak
:        sengaja).

SETUJU BERAT. Dalam ilmu tafsir (hermeunetics), setiap terjemahan mustinya dibongkar latar belakang penafsir, kondisi sosial dan kepentingannya. Ini tidak pernah saya dengar dalam penafsiran kitab-kitab suci, paling tidak di Indonesia, sehingga kita tahu konteks sejarahnya. Mungkin saya yang kurang informasi, mohon diberitahu. BUKAN KAH HANYA ALLAH YANG TAHU KEBENARAN AL QUR'AN SERATUS PERSEN. Jadi tafsir manusia masih mungkin salah dong?

:     Jadi kalo bicara tindakan, yg pertama adalah mikir.
:     Anything else, selanjutnya, ya tergantung hasil mikirnya
:     itu.
:
: >Saya pikir dilema seperti ini tidak hanya dihadapi oleh rekan2
: >saya yg beragama Islam tapi juga yg beragama Kristen.
:
: Yw: Menurut saya sih tidak perlu ada dilema (bagi orang Islam)
:     (kalo berpegang pada 'sumber dari segala sumber hukum'-nya).
:     Akar pokok dari ajaran Islam (tidak termasuk kembangan-
:     kembangan yg dikembangkan oleh para kiai/imam/dll), adalah
:     prinsip-prinsip dan guidelines yg sifatnya umum banget.
:
:     Bayangkan saja, Quran yg tebelnya cuma se-textbook itu,
:     isinya menyangkut hampir segala hal, mulai dari
:     ketuhanan, urusan perang, pemerintahan, perekonomian,
:     sosial, bagi-bagi warisan, sampai soal makanan-minuman,
:     sejarah, kehidupan, kematian,... semua-muanya. Nggak mungkin
:     bisa semuanya masuk situ, kecuali kalo yg dimuat cuma yg
:     sangat prinsip doang.
:
:     Dilema itu terjadi kalo orang menganggap ajaran Islam
:     yg fixed itu sampai ke seluruh 'kembangannya' (yg rata-rata
:     dikembangkan ratusan tahun lalu oleh manusia pada jaman itu,
:     ie. nggak universal).
:
:     Salam.

Salam
Adri Amiruddin

Kirim email ke