>Inilah yang sebenarnya menjadi masalah,
>Pengunaan istilah-istilah "MAYORITAS" dan "MINORITAS"
>yang hanya menggambarkan siapa terkuat, terbesar, dan akhirnya
"PERSAINGAN"
Mayoritas dan minoritas adalah suatu fenomena yang wajar yang bisa
terjadi dimana saja, karenanya menghilangkan istilah-istilah ini berarti
"mengingkari" kenyataan adanya pluralitas dalam suatu masyarkat.Kita
harus bisa menerima kenyataan, bahwa dalam suatu masyarakat terdapat
golongan-golongan yang berbeda-beda, karena hal ini sudah merupakan
suatu sunatullah(hukum alam). Dan dalam suatu masyarakat yang serba
pluralis, selalu ada golongan yang lebih besar jumlahnya(mayoritas) dari
golongan yang lain.Suatu golongan menjadi besar,manakala sebagian besar
masyarakat memilik kesaamaan dalam "nilai",pendapat,pandangan, dan
sebagainya.
Penggunaan istilah mayoritas dan minoritasdalam suatu masyarakat, TIDAK
SELALU menggambarkan siapa yang terkuat, atau yang paling kuat, tetapi
lebih menunjukkan pada besarnya JUMLAH atau kuantitas suatu
golongan.Banyak variable yang mempengaruhi penggambaran suatu kekuatan.
Kadangkala kita menyaksikan, bahwa suatu golongan minoritas bisa juga
menjadi yang terkuat dan melakukan unjuk kekuatan kepada kelompok
mayoritas, seperti bangsa YAHUDI di palestina misalnya.
Yang menjadi masalah penting sebenarnya bukan pada soal istilah
mayoritas ataupun minoritas, melainkan pada KESADARAN masing-masing
pihak untuk menempatkan dirinya secara proporsional. Kelompok mayoritas
hendaknya selalu mengayomi dan melindungi kelompok minoritas ataupun
kelompok yang lemah lainnya. Karena kelompok ini mempunyai dan MEWAKILI
anggota(suara) yang jumlahnya JAUH LEBIH BESAR dari kelompok lainnya,
maka SANGAT WAJAR jika kelompok mayoritas memegang kendali dan
ditempatkan sebagai penentu kebijakan dalam suatu masyarakat,dengan
TETAP mengikutkan kelompok minoritas dalam setiap kegiatan yang akan
dilakukan.Selain itu, kelompok mayoritas pun harus memberikan jaminan
keadilan kepada siapa saja, termasuk kepada kelompok minoritas, artinya
tidak mendiskriminasikan kelompok minoritas. Sebaliknya, sebagai
kelompok minoritas yang mempunyai anggota yang jauh lebih kecil, harus
MENYADARi dan MENGERTI bahwa mereka hanya mewakili suara dan kepentingan
SEDIKIT orang,oleh karena itu HARUS mau dan rela memberikan posisi
kendali dan posisi penentu kepada kelompok yang mewakili suara dan
kepentingan BANYAK orang. Bukankah kepentingan ORANG BANYAK harus lebih
didahulukan daripada kepentingan segelintir orang..??? Tentu akan FATAL
akibatnya, jika kepentingan dan suara sedikit orang lebih didahulukan
daripada kepentingan dan suara banyak orang.
Namun walau demikian,kelompok minoritas hendaknya dapat memberikan
kontribusinya bagi kebaikan bersama. Selalu terbuka kesempatan bagi
kelompok minoritas untuk maju dan berkembang sebagaimana halnya dengan
kelompok minoritas.
>Rekan-rekan, kami menyadari bahwa Kristen itu adalah golongan minoritas
>di Indonesia, tetapi kami tidak butuh "BELAS KASIHAN" yang kami
butuhkan
>adalah KEADILAN di dalam HUKUM. Yang kami inginkan adalah Perlakuan
yang
>sama dari PEMERINTAH.
Setuju sekali. Setiap kelompok yang ada, baik mayoritas maupun minoritas
harus diberikan perlakuan yang SAMA didepan hukum. Keadilan harus
benar-benar ditegakkan, tanpa memandang dari golongan mana seseorang itu
berasal.
>LINDUNGILAH gereja-gereja seperti perlindungan yang diberikan kepada
>mesjid-mesjid.
Setiap rumah ibadah dari agama mana saja memang seharusnya dilindungi
dari tindakan pengrusakkan.rumah ibadah adalah tempat suci yang tidak
boleh diganggu oelh siapa saja.
>TEPATI PELAKSANAAN UUD dan Peraturan-peraturan dalam MENJALANKAN
>KEBEBASAN BERAGAM.
>ADALAH HAK KAMI, SEBAGAI WARGA NEGARA, PEMBAYAR PAJAK, UNTUK
MENDAPATKAN PERLINDUNGAN DALAM KEGIATAN BERAGAMA KAMI.
>Kalau pemerintah melindungi Muslim, Lindungi juga Nasraninya (Dan
lain-lain)
Persoalannya sebenarnya sudah jelas, BUKAN terletak pada adanya golongan
MAYORITAS dan MINORITAS, tetapi lebih kepada SIKAP DAN SIFAT dari para
individu-individu dalam menjalankan kebijakan. Maka akan lebih tepat
rasanya jika kita menyoroti suatu "kerusakan" dan ketidakadilan yang
terjadi di Indonesia sebagai akibat tindakan dari individu
perindividu,BUKAN merupakan kebijakan dari suatu golongan mayoritas,
karena pada kenyataanya golongan mayoritas di Indonesia lah yang
sebenarnya PALING BANYAK mendapatkan perlakuan yang tidak adil semasa
pemerintahan 2 RAJA (SOEKARNO dan SOEHARTO). Aneh bukan..???
>Mayoritas dan minoritas seakan berkesan WINNER AND LOSSER, BIGGER AND
LESSER,>FORTUNATE AND UNFORTUNATE.
Kesan seperti itu tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Jika
kita melihat secara SEMPI bahwa segala macam ketidakadilan yang melanda
kelompok minoritas sebagai suatu tindakan yang terorganisir dan hanya
menimpa kelompok minoritas semata, maka kesan seperti itu memang tampak
wajar. Namun jika kita melihat mayorits dan minoritas merupakan suatu
fenomena kehidupan yang wajar, tanpa harus menonjolkan kekuatan satu
dengan yang lainnya, maka kita akan melihat betapa mesranya hubungan
kelompok mayoritas dan minoritas dalam membangun cita-cita bersama.
>Stop that B.S. about Mayoritas melindungi Minoritas, karena sampai
detik ini belum pernah bukan?
Sudah pernah.., hanya saja tidak diekspose secara luas.
>Karena itu, kepada golongan Muslim, kami tidak butuh belas kasihan
anda,yang kami butuhkan adalah penghargaan anda, bahwa kami juga butuh
>beribadah dengan tenang, kami ingin mendapat perlakuan adil DARI
>PEMERINTAH yang SUDAH SEHARUSNYA MEWAKILI KAMI, YANG JUGA WARGA NEGARA
INDONESIA!
Kepada golongan nasrani dan golongan minoritas lainnya, kami golongan
muslim TIDAK PERNAH memberikan belas kasihan kepada anda semua. Kami
kaum muslimin adalah pencinta keadilan dan kebenaran. Keadilan yang kami
berikan kepada anda kaum minoritas, sudah menjadi PERINTAH AGAMA kami
yang HARUS kami TEGAKKAN dimanapun kami berada.Oleh karena itu JANGAN
PERNAH mengajari kami dalam masalah keadilan, karena keadilan sudah
merupakan ajaran dari agama yang kami anut. Kalau selama ini kaum
minoritas merasakan ketidak adilan, kami kaum muslimin pun merasakan hal
yang sama. 2 RAJA yang MENGAKU beragama Islam, yang telah memerintah
Indonesia selama ini telah banyak melakukan PENINDASAN dan KETIDAKADILAN
kepada umat Islam.
>Tolonglah, hargai KEBEBASAN Kami menjalankan ibadah beragama, sesuai
dengan yang tercantum di undang-undang, dan Kami pula akan menghargai
kebebasan beragama umat Muslim (dan lain-lain)
Tolonglah pahami, bahwa ketidak adilan yang menimpa anda BUKAN dilakukan
oleh umat Islam, melainkan oleh OKNUM..!!!
>Jangan bebani Umat Muslim dengan perlindungan thd minoritas, SUDAH
>SEHARUSNYA MENJADI TUGAS PEMERINTAH untuk MENJALANKAN INI.
Memberikan perlindungan kepada kaum minoritas bUKAN merupakan beban bagi
kaum muslimin, melainkan suatu PERINTAH ALLAH yang WAJIB ditaati,
sebagaimana halnya dengan perintah ibadah lainnya.
Salam
Mohamad Rosadi
Virginia
>
>
>Andrew Pattiwael
>The Military College of Vermont
>Norwich University Corps of Cadets
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com