>Bung Rosadi,

Bung Patiwael,


>Sulit bagi saya untuk mengerti dan menerima tanggapan Bung, ttg
Keharusan pemimpin Indonesia dari golongan Muslim. Walau saya menyadari
bahwa Bung berbicara dari lubuh hati yang paling dalam (Kejujuran) dan
saya sangat menghargai itu.

Memang sulit bagi anda untuk mengerti dan menerima tanggapan dan
pandangan saya...., karena RUJUKAN dan REFERENSI yang kita gunakan
SANGAT JAUH BERBEDA..., saya memakai Al-Qur'an dan Hadits nabi saw
sebagai rujukan(referensi)utama, sementara anda dan beberapa rekan lain
mungkin memakai logika dan perasaan sendiri atau memakai ajaran agama
anda masing-masing...., sampai KIAMAT pun nggak bakalan bisa bertemu
pandangan kita dalam masalah ini...:)

>Sejak kecil saya diajarkan bahwa semua manusia itu sederajat, tidak
>memandang agama, suku dan sebagainya. Saya berterima kasih kepada orang
tua saya yang telah banyak mengajarkan saya untuk dapat menghargai orang
lain. Dan saya percaya bahwa Tuhan memang mengajarkan bahwa keadilan dan
persamaan derajat adalah yang utama.
>Namun, setelah saya bertambah dewasa, dogma-dogma dan ajaran-ajaran
bahwa manusia itu sederajat, sama di mata Tuhan mulai berubah. Saya
melihat tidak semua manusia memandang sesamanya "sama dan sederajat"
Terutama dengan kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini terungkap lewat
peristiwa terakhir di Indonesia dan dari beberapa pendapat di permias@.

Saya pun sejak kecil dididik oleh Ibu saya untuk menjadi Muslim yang
benar dan taat..., dengan menjadikan Al-Qur'an dan hadits sebagai
RUJUKAN UTAMA dari setiap masalah. Dari Islam lah saya mendapatkan
pelajaran bagaimana menghargai dan menghormati orang dengan
SEBENARNYA....dan Islam pulalah yang mengajarkan kepada saya bahwa
kemuliaan seorang manusia itu terletak pada tingkat KETAKWAANNYA kepada
ALLAH SWT semata..., yaitu tingkat kepatuhan dalam menjalankan semua
perintahNya(termasuk memilih pemimpin dari golongan muslim yang baik)
dan menjauhi laranganNya. Dalam Islam, manusia itu sama dan sederajat,
tidak ada yang lebih tinggi dari yang lainnya..., tidak ada yang lebih
suci dari yang lainnya.., sampai-sampai seorang Ulama/rohaniawan
sekalipun TIDAK BISA mengklaim dirinya lebih suci dari umat yang
dibimbingnya....karena seorang Ulama/rohaniawan hanyalah manusia biasa
yang bisa saja khilaf dan berbuat dosa.

Pandangan kesamaan dan kesederajatan manusia dalam Islam HARUSLAH
mengikuti definisi dan versi dari ALLAH SWT..., bukan versi manusia..,
karena DIA lah yang maha mengetahui segalanya..., sehingga TIDAK SEMUA
hal dapat dijadikan indikator untuk memandang dan menilai apakah
manusia itu diperlakukan "sama dan sederajat" atau tidak.


>ternyata masih terdapat pengolongan-pengolongan di masyarakat kita.
kita ternyata tidak sama, masih ada akar-akar yang mengikat saya dan
anda.

Jelas dong kita tidak sama..., anda beragama kristen..sedang saya
seorang muslim.., agama kita inilah yang menjadi akar yang mengikat.


>Bung, mungkin saya tidak akan menjadi presiden, tetapi akar-akar yang
ada didalam saya (golongan kristen) ingin agar seseorang dari golongan
saya dapat atau setidaknya pernah menjadi presiden. Sama seperti Bung,
yang menginginkan akar-akar dari Bung, agar presiden tetap dari golongan
Muslim.

Kalo anda menginginkan Presiden Indonesia nantinya dari golongan
Kristen.., itu mah suatu hal yang sangat wajar. Orang budha dan hindu
pun pasti mempunyai keinginan presiden dari golongan mereka.

>Saya tidak dapat mengerti kenapa Bung berkeinginan Presiden Muslim dan
Bung tidak dapat mengerti kenapa saya berkeinginan Presiden non-Muslim

Saya SANGAT MENGERTI sekali dengan keinginan anda.., karena itulah saya
selama ini TIDAK PERNAH mempermasalahkan atau memperdebatkan keinginan
anda itu. Anda ingin Calon presiden dari golongan anda..., ya silahkan
saja..., itu hak anda. JUSTRU andalah yang sepertinya tidak mau mencoba
mengerti keinginan saya.., sehingga selalu mempermasalahkan dan
menanyakan tentang pandangan saya (yang menghendaki Presiden Indonesia
dari kalangan muslim)secara berulang-ulang, sampai saya agak bosen ni
menjawabnya....:)
Lagian ngapain sih kita mempermasalahkan soal beginian...biarkan aja
kita berbeda pendapat....kan terpilih tidaknya seorang jadi presiden di
Indonesia nanti bergantung dari suara rakyat pada saat PEMILU.., bukan
dari suara kita saja. Jadi siapapun bebas dong mengeluarkan pendapat
tentang calon presiden Indonesia...., nggak usah dipusingin lah kenapa
orang itu memilih calon dari golongan ini atau dari golongan itu.
Tunggun saja PEMILU nanti..., yang dapat dukungan suara terbesarlah yang
berhak menjadi presiden RI.

>Saya tidak merasa mewakili Indonesia kalau Indonesia-nya sendiri tidak
dapat mewakili saya bukan. Saya Warga Indonesia, pemegang pasport dan
KTP indonesia. lahir di indonesia dan saya lahir dari golongan Kristen
Indonesia.
>Sudah sepantasnya dan seharusnya saya juga membawa cause of the
>Indonesian Christian. Seperti Bung, yang sudah memang seharusnya
membawa causenya Indonesian Moslem.

Indonesia itu luas bung.., terdiri dari beratus juta penduduk.., jadi
TIDAK BISA hanya mewakili kepentingan bung dan golongan bung saja....,
masih banyak lagi orang Indonesia yang harus diwakili kepentingannya.
mengenai anda mau membawa cause of the Indonesian Christian ya silahkan
saja..itu HAK anda...nggak ada yang ngelarang. kalo anda ingin Presiden
RI mendatang dari golongan anda...ya dukunglah calon anda itu dengan
sekuat tenaga dengan tetap mengikuti aturan main. Saya pun juga akan
berusaha sekuat tenaga mendukung calon saya. jadi ya mari kita semua
"bertanding" dengan FAIR, mengikuti aturan yang ada dan berlaku.
Siapapun pihak yang "menang" harus rendah hati dan tetap bersikap baik
kepada pihak yang kalah. Sementara pihak yang kalah HARUS  mau menerima
dan mengakui kekalahannya dengan SEPENUH HATI dan KSATRIA, dan tetap mau
membantu pihak yang menang dalam membangun bangsa dan negara Indonesia
yang kita cintai ini.

>Saya punya keinginan dan bung pun punya keinginan.
>Tetapi keinginan dan cita-cita kita berbeda.


Keinginan dan cita-cita boleh saja bebeda.., Yang penting kita tetap
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.., tidak saling
mencemooh atau gontok-gontokan satu sama lain.

>Terima Kasih atas Kejujuran Bung, saya sangat menghargai itu.

Terima kasih juga atas kejujuran dan "keberatan" anda ini..., semoga
anda dan rekan-rekan lain yang selama ini "beseberangan" dengan saya,
mau mencoba mengerti "keadaaan" saya..sebagaimana sangat mengerti-nya
saya akan "keadaan" anda sekalian.


Salam

Mohamad Rosadi



>Salam,
>
>
>Andrew Pattiwael
>The Military College of Vermont
>Norwich University Corps of Cadets
>
>
>
>On Tue, 5 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
>
>> Aloo Andrew...,
>> Wah..saya kira diskusi kita sudah selesai, ternyata masih belum ya..?
>> baiklah..., saya akan menanggapi pernyataan anda dibawah ini.
>>
>>
>>
>>
>> >Memang susah bagi pihak yang merasa dirinya benar
>> >Yang satu merasa tersinggung, atas ucapan lawan bicaranya, sedang
kan
>> >lawan bicara hanya ingin membela diri.
>>
>> Andrew..., saya nggak ngerti dengan kalimat anda diatas ini. Jujur
saja,
>> dalam berdiskusi dengan anda dan yang lainnya,saya TIDAK PERNAH
mencari
>> kemenangan ataupun mau menang sendiri (kalo anda melihatnya seperti
itu,
>> maafkan saya). Kemenangan dalam diskusi bagi saya adalah manakala
saya
>> dan teman diskusi saya bisa saling bertukar pikiran dengan baik untuk
>> memperjuangkan kebenaran,saling menghargai dan menghormati teman
>> diskusinya, serta makin terjalinnya hubungan yang baik diantara
peserta
>> diskusi.
>>
>> >Seperti yang sering dikatakan Bung Rosadi, kalau saya kurang membaca
>> >posting-posting sanggahan maupun tanggapan Bung, saya terkadang jadi
>> >merasa seperti orang bodoh (yang ngga bisa baca) saya ngga tau ini
yang
>> bodoh saya atau saya yang dibodohin.
>>
>> Andrew..., saya tidak pernah bilang anda tidak membaca
posting-posting
>> sanggahan saya. Kalimat itu BUKAN saya tujukan kepada anda, tetapi
>> kepada bung Ian yang menjuluki saya seorang RASIS..:), jadi jangan
salah
>> tanggap dong. Anda tidak bodoh atau tidak pernah saya bodohi(kalo itu
>> maksud anda), hanya saja SEDIKIT kurang teliti membaca tulisan saya,
itu
>> saja.
>>
>>
>>
>> >terus terang, saya sangat TERKESIMA atas ungkapan Bung
>> >(kalau saya tidak salah baca lagi) ttg Keharusan Pemimpin Indonesia
>> dari Umat Islam. Walau berkesan LUGAS dan JUJUR, tetapi juga membawa
>> kesan kalau saya dikesampingkan, maaf Bung, saya merasa dibelakangi
oleh
>> Bung.
>>
>> Tentang pemimpin Indonesia yang harus dari kalangan umat Islam, itu
>> bukan kemauan saya atau para ulama, melainkan PERINTAH ajaran agama
>> kami(Islam)...perintah dari Allah SWT yang harus ditaati umat
>> Islam(seperti halnya juga dengan perintah Sholat). Kalo perintah itu
>> kami langgar, sama saja berarti kami berbuat dosa..., dan dosa itu
harus
>> kami pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak. Cobalah untuk mengerti
hal
>> ini, Andrew. Lagipula saya rasa keharusan seorang pemimpin Indonesia
>> dari kalangan mayoritas adalah suatu hal yang wajar
>> di manapun di dunia ini, karena biar bagaimanapun JUMLAH atau
KUANTITAS
>> itu tetap sangat menetukan. Lagipula keharusan pemimpin(Presiden)ini
>> dari kalangan Islam ini TETAP harus mengikuti peraturan yang ada
>> (PEMILU), dan dilakukan dengan JUJUR dan ADIL, TIDAK BOLEH memaksakan
>> kehendak. Kalopun nanti ternyata dalam pemilu yang JUJUR dan ADIL itu
>> terpilih presiden dari kalangan non Muslim, maka Umat Islam HARUS
dengan
>> rela hati menerimanya, karena memang begitulah hasilnya.sebaliknya,
umat
>> lain pun harus menerima pemimpin dari kalangan muslim, jika memang
>> demikian hasil yang diperoleh. Jadi sebenarnya inti pokoknya terletak
>> pada CARA yang dilakukan untuk mencapai kedudukan pemimpin
>> itu,konstitusional ataukah tidak. Dan perlu anda
>> ketahui,pemimpin(presiden) muslim yang dikatakan dalam ajaran Islam
itu
>> bukan hanya sekedar beragama atau berKTP Islam saja, tetapi adalah
>> seorang pemimpin muslim yang paling baik dalam Ibadah,Akhlak,dan
>> ketaatannya kepada Allah SWT.Pemimpin Muslim seperti ini mempunyai
>> ciri-ciri sebagai berikut:
>>
>> 1. Akan selalu adil,jujur,dan selalu menegakkan kebenaran kepada
siapa
>> saja, dan selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang disenangi oleh
>> Allah SWT.Karena hatinya telah terikat dengan Allah SWT, maka ia
>> selalu berhati-hati dalam bertindak,karena merasa senantiasa
>> diperhatikan oleh Allah SWT.
>>
>> 2. Hidup dalam kesahajaan dan sangat anti KKN. Bagi pemimpin yang
>> seperti ini, kehidupan dunia adalah kehidupan sementara...,
>> kehidupan akheratlah tujuan akhir. karenanya pemimpin ini TIDAK
>> AKAN mengejar kekayaan duniawi dan kedudukan. Baginya kehidupan
>> akherat itulah yang kekal dan HARUS dikejar, sehingga dalam dia
>> selalu hidup dalam kesederhanaan dan menghidupi diri&keluarganya
>> dari sumber-sumber penghidupan yang HALAL(yang dibolehkan oleh
>> Islam).Baginya Kehidupan dunia hanyalah sarana untuk mencapai
>> kehidupan akherat yang kekal abadi.
>>
>> 3. Senantiasa menjaga dan melindungi golongan minoritas dan golongan
>> lemah,tidak membeda-bedakan rakyatnya, serta selalu berbuat dan
>> memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
>>
>> >Sepertinya pupus harapan saya, sebagai seorang yang Bukan Islam,
untuk
>> berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara.
>>
>> Kenapa harus pupus??? Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk
>> membangun bangsa dan negara kita, tanpa harus menjadi seorang
>> presiden(Anda berminat jadi Presiden ya andrew..?). Lagipula Islam
TIDAK
>> MELARANG orang non muslim untuk menduduki posisi-posisi penting
>> lainnya(menteri,gubernur,dsb), dengan proporsi yang sewajarnya.
>> Keharusan pemimpin seorang muslim itu lebih kepada pemimpin
>> tertinggi(presiden dan wapres misalnya), yang dilakukan dengan
CARA-CARA
>> yang konstitusional tentunya.
>>
>>
>>  Yang saya cari bukanlah suatu keharusan proportionalism kalau
seorang
>> kristen harus proportional dengan 5 atau 6 orang Islam, tetapi apakah
>> harus seorang Presiden itu beragama Islam. Benar, anda mempunyai
>> kebebasan memilih, tetapi seandainya ada seorang Kristen yang lebih
>> pantas, dan profesional untuk menjadi presiden apakah ia akan
mendapat
>> suara anda?
>>
>> Maaf Andrew..., saya TIDAK BISA melanggar perintah agama
saya.Lagipula
>> suara saya kan tidak menentukan terpilih tidaknya seorang jadi
presiden.
>> Biarlah rakyat yang menentukan pantas tidaknya seseorang itu menjadi
>> Presiden.
>>
>>
>> >apakah saya tidak boleh memilih Gus Dur untuk menjadi presiden
karena
>> dia seorang Muslim, atau teman saya si Imron tidak boleh memilih
seorang
>> Kristen untuk menjadi presiden Indonesia?
>>
>> Kalo anda memilih Gus Dur.., itu hak anda, boleh-boleh saja
kok(karena
>> mungkin tidak ada larangan dalam agama anda ya?).Kalo Islam jelas
>> melarang Umatnya untuk memlilih pemimpin(presiden)dari kalangan non
>> muslim. Jadi tolong pisahkan antara Perintah Agama dengan kebebasan
dan
>> keinginan pribadi.
>>
>> >Sepertinya kita selalu berbenturan pada topik yang ini,
>> >Kalau seandainya saya salah baca lagi, berarti memang saya ini
goblok
>> >minta ampun atau saya perlu kaca mata.
>>
>> Bukan berbenturan kok, hanya terkadang suka salah paham saja(hal ini
>> sudah biasa dalam suatu diskusi.., apalagi diskusi lewat internet
ini).
>> Dan anda TIDAK goblok kok.., malah saya salut sama anda.., karena
bisa
>> menjadi teman diskusi yang baik bagi saya.Bahasa Inggris anda bagus
dan
>> anda mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Amerika Serikat ini,
dua
>> hal yang SANGAT JAUH dari kesan goblok...:)
>>
>> Ok deh Andrew..., mudah-mudahan anda bisa memahami tulisan saya ini.
>> Saya mohon maaf kalo selama ini saya mengecewakan anda.Mudah-mudahan
>> anda bisa terus jadi teman diskusi yang baik bagi saya(dan
sebaliknya).
>>
>>
>>
>> >salam.
>> >>Andrew Pattiwael
>> >The Military College of Vermont
>> >Norwich University Corps of Cadets
>>
>> Salam
>> Mohamad Rosadi
>> Virginia
>>
>> PS. Oh ya.., saya sering bertemu dengan rekan-rekan anda yang berasal
>> dari norwich University dalam acara buka puasa dan sholat taraweh
di
>> embassy. Saya banyak mendengar yang baik-baik tentang anda dari
>> mereka..., pokoknya JAUH dari kesan goblok deh...:)
>>
>>
>>
>>
>>
>> >
>> >On Mon, 4 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
>> >
>> >> Allooo Ian..., gue mo nanggap balik ni. Kayaknya lo belum terima
>> email
>> >> diskusi gue ke bung patiwael seluruhnya. kalo udah, mestinya lo
nggak
>> >> salah tanggep(mispersepsi)seperti ini.
>> >>
>> >> OK..ini tanggapan gue,disimak baik-baik ya.......:)
>> >>
>> >>
>> >>  Mohammad Rosadi wrote:
>> >>
>> >> >> Oh ya... soal Adi Sasono, saya rasa kita harus melihat
>> perkembangan
>> >> >> lebih lanjut. Untuk menyebut menteri kita yang satu sebagai
>> >> rasis,saya
>> >> >> kita perlu pembuktian lebih lanjut.Mengenai sikap dan
komentarnya
>> >> yang
>> >> >> cenderung memojokkan etnis tionghoa, bisa jadi itu merupakan
>> ungkapan
>> >> >> kekecewaan dan kemarahan pak Adi Sasono atas keserakahan dan
>> >> keangkuhan
>> >> >> para konglomerat yang mayoritas etnis tionghoa,yang telah
>> >> >> memporak-porandakan perekonomian Indonesia dan memiskinkan
rakyat.
>> >>
>> >> Ian wrote :
>> >>
>> >> >Adi Sasono telah mendefinisikan orang berdasarkan etnisnya
>> >> >(race/genetics), maka ia adalah RACIST.
>> >> >Sebagai sekjen ICMI, hal ini sangatlah ridiculuous.
>> >> >Bukankah Allah SWT (itu kalau Adi Sasono percaya adanya Tuhan)
>> >> menciptakan
>> >> >orang berbeda2 berdasarkan geneticsnya ?
>> >> >Kalau misalkan seseorang itu adalah penjahat, kenapa yang dilihat
>> >> adalah
>> >> >kulitnya ? kenapa bukan kejahatannya ?
>> >>
>> >> Aduh Ian..., sabar dong, jangan keburu nafsu. maksud gue,kita
harus
>> >> BERHATI-HATI menuduh orang rasis. Dalam masalah Pak Adi
Sasono,saya
>> rasa
>> >> kita mesti liat dulu kelanjutannya. Kalo nanti ternyata dalam
>> >> tindakannya memberdayakan ekonomi rakyat beliau MEMANG
>> >> mendiskriminasikan atau menindas etnis tionghoa (seperti halnya
yang
>> >> dilakukan BEBERAPA orang etnis tionghoa dulu kepada golongan
pibumi),
>> >> barulah kita bisa sebut rasis. kita tunggu aja deh....
>> >>
>> >> Mohamad Rosadi wrote :
>> >>
>> >> >Terus terang saya sendiri juga sangat MUAK dengan kelakuan dan
>> >> tindak-tanduk
>> >> >> beberapa orang etnis tionghoa selama ini, suatu perasaan yang
>> mungkin
>> >> >> juga dirasakan oleh rekan-rekan yang lainnya(ngaku deh....).
>> >>
>> >> Ian Wrote:
>> >>
>> >> >Anda sangatlah racist tanpa anda sadari.
>> >> >(anda telah melihat keetnisan/kesukuan/genetics/race sebagai
salah
>> satu
>> >> >faktor. Kalau anda tidak racist, anda akan bilang :
>> >> >'saya muak dengan penjahat2, saya muak dengan orang2 yang
>> menghalalkan
>> >> >segala cara dalam berbisnis, saya muak dengan para koruptor, dll'
>> tanpa
>> >> >harus menambahi dengan embel2 : cina, jawa, black, etc..
>> >> >Anda telah melanggar kehendak Tuhan anda sendiri
>> >> >(banyak juga lho orang2 yang mengaku beragama fanatik padahal
mereka
>> >> >sendiri itu adalah pelanggar nilai2 agama mereka sendiri yang
>> palibng
>> >> >utama)
>> >>
>> >> Ya nggak gitu dong ian. lo musti INGAT dan TAU dong kalo tulisan
gue
>> >> diatas itu merupakan TANGGAPAN atas tulisan bung patiwael yang
>> menyoroti
>> >> Pak Adi Sasono yang dianggap menyebarkan rasa permusuhan rasial
>> kepada
>> >> ETNIS TIONGHOA....ingat Ian...ETNIS TIONGHOA yang dibicarakan oleh
>> bung
>> >> patiwael..lebih SPESIFIK dari hanya sekedar penjahat. Karena bung
>> >> Patiwael menyoroti masalah Pak Adi Sasono dan ETNIS TIONGHOA, ya
gue
>> >> juga menanggapinya SEBATAS itu dong. Lagian gue kan cuma muak
melihat
>> >> kelakuan BEBERAPA orang etnis tionghoa...BUKAN semuanya. Dan sorry
ya
>> >> Ian.., gue nggak pernah bilang kalo gue FANATIK...,itu kan cuma
>> persepsi
>> >> lo sendiri. Gue cuma mau bersikap JUJUR saja, bahwa selama  ini
>> memang
>> >> ADA perasaan MUAK pada sebagian besar masyarakat
Indonesia,termasuk
>> >> gue(gimana rekan-rekan lain..,mo ngakuin nggak..???) melihat
kelakuan
>> >> BEBERAPA etnis tionghoa, ITU SAJA!!!
>> >> Gue nggak mau SOK menjadi pembela dan pahlawan hak asasi manusia
>> >> KESIANGAN (Yang baru bersuara lantang..ketika banyak orang
>> >> membicarakannya). Gue lebih suka menempatkan suatu persoalan pada
>> >> proporsi yang sebenarnya. Bagi gue, siapa saja yang TERBUKTI salah
>> HARUS
>> >> dikatakan salah, Walaupun SELURUH DUNIA menganggapnya benar. INSYA
>> >> ALLAH, guepun akan MEMBELA etnis tionghoa(CINA) di Indonesia jika
>> mereka
>> >> diperlakukan semena-mena, karena menurut ajaran agama
>> gue(ISLAM),SANGAT
>> >> DIWAJIBKAN membela hak-hak kaum yang tertindas dan HARAM hukumnya
>> >> menyakiti orang yang lemah. Di dalam ajaran Islam, KEMULIAAN
manusia
>> >> terletak pada tingkat KETAKWAANNYA, BUKAN pada jenis kulit,suku
>> >> bangsa,kecantikkan,status sosial,kecerdasan,dsb.
>> >>
>> >>
>> >> Mohamad Rosadi Wrote:
>> >>
>> >> >Jujur saja  kadang dulu  saya suka mengumpat mereka dengan
kata-kata
>> >> seperti "CINA BRENGSEK" atau "DASAR CINA", karena kelakuan
>> oknum-oknum
>> >> Tionghoa yang  angkuh dan selalu menghalalkan berbagai cara dalam
>> >> berbisnis.
>> >>
>> >> Ian Wrote:
>> >>
>> >> >ini bukti lagi bahwa anda memang racist.
>> >> >We do not need people like you in Indonesia. Indonesia sudah
fucked
>> up
>> >> >already, tidak perlu ditambah dengan para racist yang hanya akan
>> >> >menghancurkan negeri ini.
>> >>
>> >> Ckkk..ckkk..Ian..Ian...,nggak bisakah lo sabar dikit, melihat
suatu
>> >> masalah dengan pikiran jernih..??? sabar dulu dong mas.Dalam
tulisan
>> >> diatas gue cuma mo bilang, bahwa kata-kata umpatan kepada etnis
>> tionghoa
>> >> diatas sudah MENDARAH DAGING dalam bahasa pergaulan di Indonesia
>> >> sehari-hari(lo boleh tanya sama semua orang di Indonesia,khususnya
>> >> Jakarta...,gue rasa sebagian besar dari mereka pernah mengatakan
>> >> kata-kata yang mirip itu, bahkan lebih parah mungkin). Sering kali
>> orang
>> >> di Indonesia mengucapkan kata-kata itu TANPA BERMAKSUD menyebarkan
>> rasa
>> >> permusuhan kepada Etnis Tionghoa, hanya sekedar pengungkapan rasa
>> >> jengkel saja. Kalo lo benar-benar menyimak diskusi gue dengan bung
>> >> patiwael,lo pasti baca tulisan gue yang menagatakan bahwa
kata-kata
>> >> umpatan kepada etnis tionghoa seperti diatas itu sebenarnya nggak
>> pantas
>> >> diucapkan, tapi untuk menghapuskannya dari "bahasa" pergaulan
>> >> sehari-hari di tanah air perlu waktu yang cukup lama.(makanya
disimak
>> >> dong diskusinya, jangan langsung emosi dulu...., BE COOL MAN
!!!!!).
>> >> Tentang rasis..,kita liat saja nanti siapa SEBENARNYA yang
rasis.....
>> >>
>> >>
>> >> Mohamad Rosadi Wrote:
>> >>
>> >> >Namun apa lantas saya juga bisa disebut sebagai seorang RASIS
karena
>> >> mengucapkan kata tersebut..???? belum tentu dong,karena dalam
>> >> kenyataannya saya juga  punya banyak temen dari kalangan etnis
>> tionghoa,
>> >> baik di lingkungan tempat tinggal,kampus, dan lingkungan tempat
>> bekerja
>> >> di  Jakarta.
>> >>
>> >> Ian Wrote:
>> >>
>> >> >FYI,
>> >> >Di amerika banyak racists yang bilang 'Im not a racist because I
>> have
>> >> some black friends'
>> >> >Anda mempunyai teman dari race lain karena keadaan situasi saja,
>> karena
>> >> >sudah terbukti dari ucapan2 anda bahwa anda mempunyai preferance
on
>> the
>> >> >basis of genetics, which is, may I say, VERY DISGUSTING!
>> >> >enggak beda ama Nazi, enggak beda ama orang Arab jaman Jahiliyah
>> yang
>> >> >membunuhi anak2 perempuan.
>> >>
>> >> Itu mah terserah lo...mo bilang gue apa kek..itu hak lo! Cuma gue
mo
>> >> kasih tau satu hal sama lo..., jadi orang jangan cepat
>> emosi....karena
>> >> akan berakibat fatal bagi diri lo(kesehatan lo) dan orang
>> lain(fitnah).
>> >> Bagi gue.., cukuplah ALLAH menjadi saksi atas diri gue..., apa gue
>> rasis
>> >> apa nggak...apa gue menyalahgunakan Islam apa nggak...., ALLAH lah
>> saksi
>> >> gue..., dan hal itu akan gue pertanggungjawabkan dan buktikan di
>> akherat
>> >> kelak.
>> >>
>> >> Mohamad Rosadi:
>> >>
>> >> >Kata-kata umpatan saya kepada Oknum-oknum tionghoa itu BUKAN
>> >> >> berarti saya benci kepada Etnis Tionghoa, tapi karena kebencian
>> saya
>> >> >> pada tindak-tanduk mereka.Lah wong temen saya yang etnis
tionghoa
>> >> saja
>> >> >> kalau benci sama orang-orang seetnisnya sendiri juga bilang
"CINA
>> >> >> LO"..., lucu khan..?
>> >> >
>> >> >Tidak lucu sama sekali.
>> >> >Kebencian ama tindak tanduk tapi kok bawa2 warna kulit ?
>> >> >logika dari mana ini ?
>> >> >hanya karena warna kulit lebih mudah dilihat ?
>> >>
>> >> >Salam
>> >> > Ian
>> >>
>> >> Ian..Ian..., bingung gue sama lo, emosional banget seh..,padahal
gue
>> >> udah berusaha keras menyampaikan sikap jujur gue dengan bahasa
yang
>> gue
>> >> anggap cukup SOPAN. Gini ya Ian..., maksud gue LUCU itu, karena
>> ternyata
>> >> kata-kata umpatan kepada Etnis tionghoa..JUSTRU juga diucapkan
oleh
>> >> orang Etnis Tionghoa sendiri. Ini kan salah satu bukti bahwa
>> kata-kata
>> >> umpatan tersebut sudah MENDARAH DAGING dan menjadi BIASA dalam
bahasa
>> >> pergaulan (TIDAK HANYA DIUCAPKAN oleh orang pribumi saja).Makanya
gue
>> >> bilang, penyebutan rasis kepada seseorang itu tidak bisa hanya
>> >> berdasarkan kata-kata yang dia ucapkan, tapi harus kita liat dulu
>> >> TINDAKAN yang dilakukannya. Masakkan lo akan mengatakan teman gue
>> yang
>> >> etnis tionghoa itu sebagai rasis, karena mengucapkan kata-kata
"CINA
>> LO"
>> >> kepada temannya sesama etnis tionghoa..???
>> >>
>> >>
>> >> Salam
>> >>
>> >> Mohamad Rosadi...,yang katanya seorang RASIS...:)
>> >> Virginia
>> >>
>> >> PS. Nanti akan gue kirimin lo hasil diskusi gue dengan bung
>> >> patiwael(kalo lo memang belum terima)..agar lo bisa sedikit
>> >> tenang...sehingga bisa melihat suatu persoalan dengan jernih.
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> ______________________________________________________
>> >> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>> >>
>> >
>>
>>
>> ______________________________________________________
>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke