Bung Rosadi dan saudara-saudara yang lain:
     Saya, Panut Wirata, adalah yang mengajak supaya kita berfikir
kritis dalam menanggapi berita. Khusus tentang berita Theo Syafei dan
ceramahnya, di milis ini hanya terkirim ulasan berita tentang kasus
tersebut dan transcript ceramahnyapun tidak di poskan di milis ini.
Nah dari hanya ulasan/analisa berita ini, ada yang membuat penilaian
tentang Theo Syafei, bukan tentang ulasan berita itu sendiri.  Dalam
disiplin ilmu pengetahuan, cara  ini adalah menggunakan data sekunder.
 Percayalah, Anda tidak akan dapat PhD kalau hanya memakai data
sekunder; kalau tinjauan pustaka anda hanya penuh dengan revieuw tanpa
juornal article dari refereed publication.
     Dan percayalah bahwa cara berfikir mau menelan data sekunder,
tersier dsb (menjadi gosip, rumor, isu, isapan jempol, hasutan) adalah
sumber dari segala macam kerusuhan, kekisruhan dan segala macam
kekacau-balauan.  Dan saya benar-benar kecewa bila anggota Permias
suka menelan data sekunder, tersier dsb.  Kalau yang sudah sampai di
AS dan sekolah di AS masih gemar bersantap gosip atau termakan gosip,
dapat di bayangkan bagaimana dengan orang-orang yang kurang beruntung
mendapat pendidikan tinggi.
     Khusus tentang tanggapan Bung Rosadi terhadap posting saya,
berikut ini salah satu paragraf dari beliau: "Iya nih..., marilah kita
semua berfikir kritis dalam menanggapi informasi di media
massa...,selama yang diberitakan itu BUKAN KISDI,bp.Adi Sasono,
Bp.Habibie,ICMI, dan ormas Islam yang lainnya.
Kalo beritanya soal bp.Adi Sasono,bp.Habibie,Kisdi dan ormas Islam
yang lainnya......., ya TIDAK PERLU lah berfikir kritis, terima aja
beritanya mentah-mentah...nggak perlu diteliti lagi..., SIKAT SAJA
mereka....:)"
     Saya kira pernyataan Bung Rosadi ini berbau tuduhan diskriminasi
agama.  Bung Rosadi menjadi defensif.  Sama sekali tidak ada niat saya
berpraktek diskriminasi agama waktu saya mengajak berfikir kritis.
Dan sejak saya bergabung dalam milis ini kurang lebih dua bulan, yaitu
pada saat Bung Rosadi berpolemik dengan Bung Pattiweal tentang Adi
Sasono, saya memberikan pendapat saya yang netral dengan batasan
definisi yang saya cantumkan.  Tunjukkan mana buktinya bahwa saya
double standard dan hypokrit dari posting saya yang terdahulu.
      Jadi komentar Bung Rosadi terhadap posting saya adalah salah
alamat.  Dan perlu saya tekankan, saya bergabung dan berpartisipasi
dalam milis ini sebagai individu, pribadi dan atas nama saya sendiri,
bukan bagian dari grup atau kelompok.  Karena itu bila Anda berkenan
menanggapi posting saya, silahkan secara khusus ditujukan terhadap
pendapat  saya.  Jangan memasukkan saya dalam kelompok apapun dan
jangan mengaggap saya termasuk dalam suatu kelompok apapun.
Terimakasih.

Wasalam,
Panut Wirata








---Johnson Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > kalau gue sih, om beny dan om theo, gue kutuk walau agamanya apa...
> > emang gue pikirin? pembunuh dan penyebar fitnah apa sih bedanya?
idiiih
> > :-)
> >
>
> ha.ha.ha.... setuju banget..
> baru kali ini gue seneng banget baca e-mail dari permias.
> gak cuma bla..bla..bla...teori tinggi tapi praktek nol(jadi inget
seseorang
> yang rajin banget nulis e-mail ke milis milis, sampe gue bingung,
> tuh orang kerjanya memang penulis e-mail profesional kali)
> tapi bener bener dari hati.
> mau benny, mau adi sasono, mau liem, mau semuanya kek,
> kalau salah yah salah. kagak usah dilihat agama, golongan, ras dll.
> emangnya semua katolik kayak benny ?
> emangnya semua islam kayak adi sasono ?
> emang semua keturunan cina kayak liem ?
>
>
> > temen-temen, hipokrit elo-elo itu bikin muak sadar nggak sih
> > nama kalian keren-keren,baunya barat banget, tapi kelakuan idiih,
gue
> > malu :)) kampung...
> >
> > smile
> > dona s
>
> ha.ha.ha...nama gue juga bau barat nih...=)...
> makasih dona s atas kritiknya....=)
>
> Johnson Chandra
>



_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke