rekan-rekan permias@,
Silahkan membaca...rekan saya Lolo Lasida,
dari Virginia Military Institute, sesama Corps of Cadets
telah memberikan masukan yang bagus bagi saya....
"The Military College of Vermont
Norwich Universitas Corps of Cadets"
Bagi saya ini adalah suatu kebanggaan, kehormatan, my pride as a
Cadet. Tetapi bila ini telah menimbulkan suatu efek yang seperti dibilang
oleh rekan Lolo, Saya akan potong bagian tsb.
Thanks.....
Andrew Pattiwael
---------- Forwarded message ----------
Date: Thu, 7 Jan 1999 19:45:10 -0500 (EST)
From: Lolo LaSida <[EMAIL PROTECTED]>
To: Andrew G Pattiwael <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Konglomerat dan Pemerintah Memang Bangsat!!
Read the last paragraph on my original note. It doesn't matter what
language I use. Begitu banyak hal yang harus dipikirkan sebelum seseorang
bisa mencap sesuatu itu 'bangsat'. Lihatlah ke belakang, banyak yang bisa
dipelajari dari sejarah. Siapa tahu itu akan memperkuat pemikiran anda,
dan mengimbangi pemikiran emosional dan pandangan yang sangat frontal dan
absolutis. Tidak salah berpikir begitu, hanya apakah anda yakin, apakah
anda benar-benar tahu, sehingga anda bisa berkata 'saya berani jamin?'
Mengatakan sesuatu di forum email cenderung mendorong sensasionalisme
seseorang, karena orang tersebut tidak berhadapan langsung dengan para
pendengarnya.
Another thing, as an alumnus of a military college myself, I am strongly
against voicing one's _personal_ opinion in a message that ends with a
signature stating one's affiliation with a particular school. I am sure,
dan "saya berani jamin," that the Norwich U. Corps of Cadets doesn't
necessarily agree with whatever you have said in any of your emails. I
did so in my original note just to let you know a little of my background,
but I have never done so otherwise. And let's not talk about which school
is better, which Corps is tougher.. we all know which one that is ;).
So, enjoy the cold weather, go out running for a few miles in hilly roads,
hit the sand bag, get a sparring partner and box a few rounds, and maybe
you'll clear out your head -- no need to get caught up in any emotional
discussion where nothing comes out of it.
regards,
Lolo.
On Thu, 7 Jan 1999, Andrew G Pattiwael wrote:
> I dont get your point, mungkin lebih baik anda menjelaskannya dalam
> bahasa ibu kita, bhs indonesia.
>
>
>
> Andrew Pattiwael
> The Military College of Vermont
> Norwich University Corps of Cadets
>
> On Thu, 7 Jan 1999, Lolo LaSida wrote:
>
> >
> > This out of band... just between you and me.
> >
> > Masalah generalisasi agama dan suku adalah persoalan yang akan selalu
> > berada dengan kita. Dari masa Romawi (persecution of the early
> > christians), sampai ke sebaliknya, jaman Ratu Isabella dan the Spanish
> > Inquisitions dimana witchhunt untuk non-believer dilakukan dengan sangat
> > kejam, atau yang lebih segar lagi di ingatan The Salem Witchunt dan era
> > McCarthy. Untuk penganut Islam, hal yang sama terjadi dari sejak awal
> > Muhammad dan kaum Mujarat, Bosnia, atau sebaliknya di beberapa negara
> > Afrika saat ini dimana golongan non-Islam diperlakukan tanpa ampun, dan di
> > tempat-2 lain. The jews and the Nazis, but also the Mossad and its
> > dealings aroung the world (or is it the poisoning of innocent minds by
> > jewish Hollywood execs?). Those who chase the devil become the extension
> > of the devil himself, and those who run away from the devil may actually
> > be running away from self-professed angels, the devil hiding behind the
> > books (bible, quran, etc).
> >
> > Kesukuan di Indonesia akan memakan waktu yang sangat panjang, if ever,
> > untuk dilunakkan ke arah toleransi dan co-existing. Maybe we can blame it
> > on our past, kesedihan dan kesakitan yang jauh terkubur di dalam perasaan
> > kita setelah dijajah bangsa-2 lain sedekian lama, sehingga kemerdekaan
> > malah menjadi titik tolaknya keinginan untuk mendominasi. Atau mungkin
> > itu karena kompleksnya masalah-2 kita sebagai satu bangsa yang kebetulan
> > menjadi satu bangsa karena satu faktor yang sama: kepahitan masa lalu.
> > Dalam satu pihak, kita harus membangun sosok bangsa, tetapi internally we
> > don't feel like we are alike. Dalam satu pihak, kita harus mengejar
> > ketinggalan yang kita kambing-hitamkan ke masa penjajahan, tetapi di lain
> > pihak we never acknowledge our weaknesses and inferiority.
> >
> > So, there are so many items to cover before one can say that this thing
> > sucks because this or that. When our founding fathers agreed to adopt the
> > word "Bhineka" in our national motto, they don't mean that in a pretty
> > way, I supposed. But yet ever since, we concentrate too much in our
> > Bhineka-ism that we never even found an identity. I am sure you are
> > familiar with what I mean, if you recall your old school textbooks.
> >
> > I won't argue your points stated below. I am merely reminding you of some
> > things to keep in mind. Semoga membantu anda menemukan internal peace,
> > because you do sound disturbed, very. Be peaceful inwardly, and your
> > outward voices will be heard without the cacophonous raunch.
> >
> > Good luck,
> >
> > Lolo La Sida
> > VMI'94 -- The Old Corps.
> >
> >
> >
> >
> >
> > On Thu, 7 Jan 1999, Andrew G Pattiwael wrote:
> >
> > > Kalau KONGLOMERAT ( kebanyakan keturunan ) bangsat, maka PEMERINTAH (yang
> > > kebanyakan Pribumi ) juga bangsat donk..........
> > > kalau gitu, kita semua memang Bangsa Bangsat!!!
> > >
> > > Soal tersinggung dan meyinggung, saya rasa sudah meruapakan HAL YG BIASA!
> > >
> > > Islam tersinggung kalau ada negara ARAB yang diserang Amerika, atau ada
> > > yang memvisualkan Nabi Muhammad SAW, atau ada yang bilang "TERORIST"
> > >
> > > begitu juga Kristen, langsung tersinggung kalau dibilang "YESUS HANYA NABI"
> > > atau "YESUS BUKAN TUHAN"
> > >
> > > seperti anda dan saya, yang masing masing menjagokan Presiden dari
> > > golongan yang kita inginkan (tanya Bung M_Rosadi)
> > > atau masing masing curiga thd "ADI SASONO" dengan "KISDI" atau "BENNY
> > > MOERDANI" dengan " CSIS"
> > >
> > > curiga dengan penggalangan "JESUIT INDONESIA" atau "MUSLIM HEZBOLLAH"
> > >
> > > Reaktif? SEMUA REAKTIF , sudah liat gimana reaktifnya warga "Muslim"
> > > Ketapang atau warga "Nasrani" Kupang?
> > >
> > > Saya berani jamin, anda pasti juga akan larut dalam kekesalan massa
> > > apabila anda berada dalam dua kejadian ini, entah itu membakar gereja
> > > atau membakar mesjid, sama hal-nya dengan saya...karena terbakar emosi,
> > > lagian semua ikut ngebakar dan ngerusak, ngga ada yang larang (Semua Jadi
> > > Setan), gua bakar aja tuh Mesjid, ngga ada yang larang (Padahal ?)
> > > Seneng gua nyalurin Kemarahan ini, lagian ada yang nyemangatin lewat
> > > megaphone, katanya demi Yesus, Balas dendam Ketapang, etc....
> > > Hasilnya? == Beberapa mesjid hangus terbakar, mungkin korban,
> > > temen muslim gua curiga sama gua, dan gua harus MENANGGUNG DOSA!
> > > ini yang paling berat, DOSA, DOSA, DOSA!!
> > >
> > > mau lebih reaktif?
> > > COBA KALAU ADA YG BISA TEMUAN NASKAH TANDINGAN KEJADIAN DI KETAPANG?
> > > ayo supaya IMPAS dengan Naskah Temuan ttg Theo Syafei, Masa ngga ada sih
> > > yang MEMPROVOKATOR ATAU MENGAGITATOR kejadian Ketapang?
> > > Gua mau imbang dengan GUS DUR...atau siapa saja deh..
> > > Ini kan contoh saya juga bisa reaksioner
> > >
> > > Tapi apa hasilnya?? ==
> > >
> > > "LINGKARAN BESAR, LINGKARAN KECIL, NGGA HABIS-HABIS!!!"
> > >
> > > Ada yang masih tersinggung atau ingin tersinggung?
> > >
> > >
> > >
> > > PS: Selama saya hidup sebagai seorang Kristen, seorang beragama (Walau ke
> > > gereja jarang, bahkan ngga pernah), Alkitab tidak pernah mengajarkan atau
> > > menyuruh saya melakukan kekerasan. Hanya satu yang sering saya dengar
> > > dari Ibunda tercinta yang taat beragama, hanya satu kata, yang dapat
> > > menggambarkan Kristen dan orang kristen sesungguhnya, yaitu " KASIH "
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Andrew Pattiwael
> > > The Military College of Vermont
> > > Norwich University Corps of Cadets
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > On Thu, 7 Jan 1999, Alvian Marzan wrote:
> > >
> > > > Lagian kenapa kalau ada umpatan atau pendapat yang menyalahkan/memojokkan
> > > > "konglomerat", koq ya umumnya kaum tionghoa jadi reaktif. Terus kalau ada
> > > > yang bilang, "kita harus mendahulukan 'rakyat kecil'", lalu mereka protes
> > > > menuntut persamaan hak/prioritas.
> > > >
> > > > Dan menurut saya (hampir semua) Konglomerat memang bangsat!!!!!!!, ada yang
> > > > sakit hati?
> > > >
> > > > Salam,
> > > > Alvian M
> > > >
> > > > PS:
> > > > Istri yang saya cintai (tionghoa), mertua, Oom (in law) & inlaw-inlaw yang
> > > > lain, rata-rata menunjukkan gejala yang sama, mudah tersinggung kalau
> > > > konglomerat dihujat. Padahal mereka ini (keluarga saya) termasuk cina
> > > > melarat, sungguh!
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Ichwan Ramli [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > > > Sent: Thursday, January 07, 1999 10:00 AM
> > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Subject: Re: Racist (Tanggapan buat bung Panut-bag I)
> > > >
> > > >
> > > > Bung Rosadi,
> > > >
> > > > Saya ingin ikut nimbrung nich. Karena saya fikir kita perlu fair dalam
> > > > menilai keadaan. Kita tidak seharusnya terperangkap dalam prototype yang
> > > > menyesatkan. Memang ada banyak pengusaha Tionghoa yang bajingan, tapi juga
> > > > banyak pengusaha Tiongkoa yang berintegritas, memulai usahanya dgn
> > > > mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit. Ada banyak juga keturunan
> > > > Tionghoa yang berjuang untuk kejayaan bangsa Indonesia, Rudy Hartono, Susi
> > > > Susanti, Prof Ong Hok Kam, Thee Kian Wee dlsb.
> > > >
> > > > mengenai utang swasta kita juga perlu proporsional. menurut data yang saya
> > > > ketahui komposisinya adalah sbb. ;
> > > >
> > > > Utang pemerintah : US$ 54
> > > > Milyard
> > > > Utang BUMN & Bank yang ditanggung pemerintah : US$ 12 Milyard
> > > > Utang PMA : US $ 40
> > > > Milyard
> > > > Utang Swasta Indonesia ( Pri dan Non-pri) : US$ 28 Milyard
> > > > TOTAL : US $ 134 Milyard
> > > >
> > > > salam,
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > Date: 07 Januari 1999 5:28
> > > > Subject: Re: Racist (Tanggapan buat bung Panut-bag I)
> > > >
> > > >
> > > > >
> > > > >Panut Wirata wrote:
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> >
>