Bung Indi,

Kita akan terus terjajah bila kita masih ingin dijajah
Lihatlah apa yang telah ditinggalkan oleh penjajah,
perpecahan yang terus berlangsung diantara bangsa yang pernah
besar ini (Sriwijaya,Majapahit,Mataram)
Kita masih terjajah bung, masih terjajah oleh pikiran bahwa kita
masih ingin dijajah.
Lihatlah warisan penjajah di bumi kita ini, kecurigaan antar
anak bangsa, keserakahan, kemunafikan, persekongkolan,
ketidak pastian, dan tentunya kelangsungan penjajahan itu sendiri.
Ngga dijajah sama bangsa lain lewat kekerasan saja kita sudah hancur,
padahal baru lewat ekonomi. Apalagi kalau sudah mau main kekuatan
senjata.
Bung, sekarang sudah kuno kalau mau perang fisik beneran, sekarang
sudah main yang namanya perang eco-politik. Dunia masih terus
berperang, tetapi sudah bukan lagi kekuatan senjata atau kekuatan
nuklir. Kekuatan mata uang dollar dan sejumlah pasukan elite spekulan
mata uang asing cukup dapat menghancurkan sebuah bangsa.
Perang fisik telah berakhir sejak berakhirnya perang dingin.
Yang namanya bangsa telah berganti dengan corporate-corporate
penguasa modal. Medan perang telah mengambil tempat di tempat-tempat
penawaran saham (DJI, Hang Seng, etc..)
Jendral-jendral sekarang bertitle CEO, atau COO or CFO...
Perang tidak lagi bertujuan menghancurkan kekuatan musuh dan membumi
hanguskan perlengkapan musuh, tetapi cukup dengan mengambil alih
saham mayoritas di sebuah perusahaan.
Common goal yaitu meraih keuntungan sebanyak-banyaknya...bukan lagi
to preserve democracy....

Sekarang, sudah siapkah kita ? generasi-generasi senior kita telah
dikalahkan oleh mereka-mereka ini, apakah kita bisa mempertahankan
benteng bangsa kita yang sudah bolong-bolong oleh perseteruan
antar kita sendiri. Kita lemah karena kita sendiri yang merusak
dinding-dinding persatuan dan pertahan kita.


Salam,

Andrew Pattiwael



On Fri, 15 Jan 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:

> Kata "Penjajahan", orang membaca sekilas saja sudah bergidik
> Kenapa harus susah-susah minta bangsa lain untuk urunan menjajah
> (Lho ... aneh... orang kok minta dijajah... mana ada yang mau??)
>
> Sama dengan KELINCI, saat itu dia pikir bukan hanya ditolong untuk membagi
> roti malah kalau bisa minta tambah, kacang, pisang, pepaya, kue keju  asset
> si KERA, eh ternyata spekulasinya salah??
> Apalagi kalau mereka minta tolong kepada HARIMAU... habislah??
>
> Apa masih kurang akibat penjajahan 32 tahun?
>
> So, it is better to erase the word "penjajahan" from your fiction
> dictionary!
>
>
>
>
>
>
> Indi Soemardjan <[EMAIL PROTECTED]> on 15/01/99 08:54:11 AM
>
> Please respond to Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> cc:
> Subject:  CARA menarik untuk menggalang persatuan.
>
>
>
>
> E e e....
> Lha, namanya juga ide, jadi jangan sewot dulu. Ini kan cuma usul,
> sekedar angan2, jadi jangan takut dulu.
>
> Kira2 angan2 saya memang masuk akal kan, bahwa bangsa kita baru akan
> bersatu jika ada penjajah datang dari antah berantah. Ingat jaman
> kerajaan2 di Nusantara yang kerjanya saling comot wilayah kerajaan
> tetangga sebelum VOC datang? Kerajaan2 tsb. baru bersatu setelah
> menyadari keberadaan musuh umum (common enemy) yaitu VOC (kemudian
> digantikan oleh Kerajaan Belanda).
>
> Rasa percaya diri WNI akan bertambah bila ada rasa senasib disaat
> terjajah. Jadi jangan Anda kira dengan penjajahan oleh bangsa lain kita
> akan semakin lemah. Malah sebaliknya, kita bisa mengulangi persatuan
> kerajaan nusantara dulu beratus2 tahun yang lalu. Dalam keadaan ekonomi
> yang lemah sudah menjadi semakin mudah bagi bangsa lain untuk menjajah
> kita. Pertahanan kita lemah, ekonomi kita lemah, jadi kita tinggal
> tunggu saja siapa yang mau mengeluarkan uang untuk menjajah kita.
>
> Tetapi....
> Sudah saatnya KERA tsb. kita pergunakan untuk keuntungan kita. Kita
> putarbalikkan kekuatan sang KERA untuk menggalang persatuan kita
> kembali.
>
> BTW,
> Haruskah kita bersikap cerdik seperti KERA?
> Bisakah kita bersikap lebih CERDIK daripada KERA yang Anda sebutkan?
>
>
> INDI
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Apaaa lagi??
> >
> > Coba simak puisi anak-anak ini :
> >    Dua ekor kelinci membagi sepotong roti
> >    Minta tolong kepada kera
> >    Ditimang-timang berat yang kanan digigit
> >    Ditimang-timang berat yang kiri digigit
> >    Lama-lama rotinya habis...
> >    Dua ekor kelinci tinggal menangis ...
> >
> > Emangnya sudah hilang rasa percaya diri untuk menyelesaikan masalah
> > sendiri
> > ??
> >
>

Kirim email ke