Title: Common Enemy
Setelah baca berita di CNN (terlampir dibawah email ini), saya jadi mikir ttg. cara menggalang persatuan yg. lagi didiskusikan di mailing list ini.

Apakah kita harus nunggu sampai 200 juta lebih rakyat Indonesia miskin & kelaparan, sebelum kita bisa berjuang bersama dalam satu tujuan melawan satu musuh umum (common enemy)?
Kayaknya, di awal 1998 dulu, nggak banyak orang yg. mendukung reformasi. Tapi setelah harga sembako naik, perut jadi lapar, malah makin banyak orang yang akhirnya sadar & mendukung reformasi. Jadi apakah benar kita ini harus lapar rame-rame sebelum mampu menyadari keadaan & akhirnya bersatu? Bukankah ketulian & kebutaan Pemerintah sekarang adalah akibat perut yang kenyang?

Yang jelas---paling tidak menurut saya---setelah common enemy (Suharto) turun tahta, pendukung reformasi agak kehilangan sesuatu yg sifatnya mempersatukan. Saya rasa hal ini penting untuk diperbaiki, mengingat "lawan" kita sekarang ini susah untuk dibedakan dari "kawan".
Menurut saya, common enemy itu perlu sekali untuk diadakan kembali supaya kompak.

Kalau jaman Belanda dulu malah gampang. Pokonya kalau kulitnya putih, matanya biru & berbahasa Belanda, PASTI musuh. Tapi sekarang, lawan & kawan sama-sama sawo matang, gimana membedakannya kalau nggak ada sesuatu yg sifatnya "membedakan" diantara keduanya?

Yang saya ingin tanya:
Common enemy itu apakah harus suatu yg berwujud/nyata? (contoh: orang, seragam, dll.)
Ataukah bisa merupakan sesuatu yg tidak berwujud/tidak nyata? (contoh: KKN, mentalitas, cara berpikir, sikap, dsb.)

permisi,
Yodhi
---------------------------------
Asia:Indonesia

                    Report: 130 Million
                    Indonesian Now in Poverty

                    AP
                    15-JAN-99

                    JAKARTA, Indonesia (AP) -- The total number of Indonesians now
                    living in poverty has reached 130 million, a sharp increase from 80
                    million last year, the government reported Friday.

                    Indonesia, which has a population of 206 million, is currently
                    enduring its worst economic crisis in 30 years. Two years ago, the
                    number of the poor in the crisis-ridden Indonesia was only 20
                    million.

                    Minister of Social Affairs Justika S. Baharsjah was quoted by Antara
                    news agency as saying the government has pledged to overcome
                    the problem through the Social Security Net program.

                    Under the program, the 130 million poor or 20 million families would
                    be provided with 44 pounds of rice a month along with health care,
                    she said.

                    Indonesia's annual inflation rate is running at 80 percent and
                    millions have been put out of work as debt-burdened businesses
                    close.

                     Copyright 1999& The Associated Press. All rights reserved. This material may
                                 not be published, broadcast, rewritten, or redistributed.

Kirim email ke