Apakah bung Ridwan menganggap semua petugas Bulog itu 'orang-orang lama'
atau hanya Rahadi Ramelan yang orang lama?
Ngomong-ngomong boss Bulog, Bustanil Arifin, yang cukup terkenal dekat
dengan Oom Liem kemana yach? Lucunya kedua-duanya tidak pernah muncul
dan diributka. Akhir-akhir ini hanya 'orang-orang lama' seperti Bob
Hasan, Tommy, Gelael ataupun boss Bulog yang baru, Bedu Amang yang agak
disentil.
peace.
bRidWaN wrote:
>
> Rekan Rekan yang budiman,
> Inilah salah satu bentuk penyakit "ORANG ORANG LAMA".
> Penyakit seperti ini sudah terkontaminasi dan boleh
> dibilang masuk dalam kategori "Menular" !.
>
> Oleh sebab itu saya selalu menyarankan, agar Orang Orang
> Lama jangan diajak ke Gerbong yang baru !
>
> Salam,
> BRIDWAN
>
> At 11:20 14/01/99 +0100, Tengku Zainil Isman wrote:
>
> "Kalau mau membantu, membantu saja tidak usah mendikte,"
> Itu kata-kata petugas Bulog Indonesia, sewaktu Jepang kecewa
> terhadap bantuan beras kualitas satu mereka hanya disimpan
> di gudang Dolog dengan jumlah puluhan ribu ton. Hanya dengan
> alasan untuk menjaga harga pasar. Dan juga menjadi alasan
> Rahadi Ramelan bahwa jumlah mesin sosoh masih sangat sedikit.
> Dan juga alasan sebagai kendali pasar dengan cara menyimpan
> beras beras sampai rusak pada tingkat tertentu lalu dijual
> dengan harga lebih murah. Ini merupakan skandal yang sangat
> memalukan. Dan bagi rekan-rekan yang mengumpulkan dana bantuan
> kepada Indonesia sudah selayaknya disalurkan melalui NGO atau
> LSM yang sesuai dengan masing-masing tugasnya. Pelajaran ini
> sebenarnya sudah sering terjadi. Terjadi pada setiap bantuan
> yang diberikan kepada Indonesia pada masa Orde Baru dan malahan
> pada masa krisis sekarang ini. Penghisap-penghisap darah ini
> rupanya tidak hanya menghisap darah. Bahkan tahi pun kering
> mereka hisap.(ice)