bRidWaN wrote:
>
> Bung Blucer,
> Ya tentu saja tidak semua. Hanya tokohnya saja,
> atau yang mempunyai 'pengaruh' selama masa Orba.
> Penyakit menularnya itu yang ngga tahan, seperti :
> Arogan, sok kuasa, sok pinter sendiri, KKN dll.
bw: Lho memang tokoh-tokohnya saja yang korupsinya kelas kakap? Bung
Ridwan pasti pernah denger kasus rebutan hartanya 'kepala keuangannya'
Ibnu Soetowo. Yang lucu saat itu berlawanan dengan maunya bung Ridwan:
yang ini yang diributkan cukup bawahannya saja; tokohnya tidak perlu :)
>
> Bukan tugas utama yang didahulukan, malah
> kepentingan boss, atau kepentingan lainnya yang
> diutamakan. Termasuk kepentingan pribadi tentunya.
> Akibatnya ya bisa dibayangkan.
bw: tugas utama?? persepsi bisa macam-macam. apakah tugas utama itu
tujuan organisasi?, apakah tujuan unit kerja?, apakah yang tertera dalam
job description?, apakah tujuan hidup?, apakah mau langsung ikut membuat
rakyat sejahtera?, atau yang mana yang disebut "tugas utama"?
>
> Mengenai Pak Bustanil, beliau dianggap dekat
> dengan Pak Harto dibanding Oom Liem.
bw: tentu saja.
Bogasari tempat berleha-leha,
gandum dan terigu jadi mainan
Kata orang Oom Liem bendaharanya Soeharto
Apa benar, aku tak tahu.

peace.
>
> Salam,
> bRidWaN
>
> At 18:35 16/01/99 -0500, Blucer Rajagukguk wrote:
> > Apakah bung Ridwan menganggap semua petugas Bulog
> > itu 'orang-orang lama' atau hanya Rahadi Ramelan
> > yang orang lama?
> > Ngomong-ngomong boss Bulog, Bustanil Arifin, yang
> > cukup terkenal dekat dengan Oom Liem kemana yach?
> > Lucunya kedua-duanya tidak pernah muncul dan diributkan.
> > Akhir-akhir ini hanya 'orang-orang lama' seperti Bob Hasan,
> > Tommy, Gelael ataupun boss Bulog yang baru, Bedu Amang
> > yang agak disentil.
> > peace.
>
> >bRidWaN wrote:
> >>
> >> Rekan Rekan yang budiman,
> >> Inilah salah satu bentuk penyakit "ORANG ORANG LAMA".
> >> Penyakit seperti ini sudah terkontaminasi dan boleh
> >> dibilang masuk dalam kategori "Menular" !.
> >>
> >> Oleh sebab itu saya selalu menyarankan, agar Orang Orang
> >> Lama jangan diajak ke Gerbong yang baru !
> >>
> >> Salam,
> >> BRIDWAN
> >>
> >> At 11:20 14/01/99 +0100, Tengku Zainil Isman wrote:
> >>
> >>      "Kalau mau membantu, membantu saja tidak usah mendikte,"
> >>      Itu kata-kata petugas Bulog Indonesia, sewaktu Jepang kecewa
> >>      terhadap bantuan beras kualitas satu mereka hanya disimpan
> >>      di gudang Dolog dengan jumlah puluhan ribu ton. Hanya dengan
> >>      alasan untuk menjaga harga pasar. Dan juga menjadi alasan
> >>      Rahadi Ramelan bahwa jumlah mesin sosoh masih sangat sedikit.
> >>      Dan juga alasan sebagai kendali pasar dengan cara menyimpan
> >>      beras beras sampai rusak pada tingkat tertentu lalu dijual
> >>      dengan harga lebih murah. Ini merupakan skandal yang sangat
> >>      memalukan. Dan bagi rekan-rekan yang mengumpulkan dana bantuan
> >>      kepada Indonesia sudah selayaknya disalurkan melalui NGO atau
> >>      LSM yang sesuai dengan masing-masing tugasnya. Pelajaran ini
> >>      sebenarnya sudah sering terjadi. Terjadi pada setiap bantuan
> >>      yang diberikan kepada Indonesia pada masa Orde Baru dan malahan
> >>      pada masa krisis sekarang ini. Penghisap-penghisap darah ini
> >>      rupanya tidak hanya menghisap darah. Bahkan tahi pun kering
> >>      mereka hisap.(ice)
> >
> >

Kirim email ke