Terima kasih atas komentarnya...eyang Troy!

Anda betul sekali!
Dunia pewayangan Jawa itu jangan dianggap main-main. Kebudayaan
wayang Jawa itu memang kaya dengan filosofi moral yang amat unggul!

Soeharto tentunya memang sudah 100% kualat karena
dengan angkuhnya berani mengangkat dirinya sendiri sebagai makhluk yang
lebih kuat dari Semar yang Maha Bijaksana itu.

Rupanya Sang Supersemar telah dikalahkan oleh Semar yang asli (yang
merupakan
penjelmaan 'wong cilik' alias mahasiswa/rakyat). Apa mungkin Sang
Supersemar itu
seorang Buto Ijo yang ditakutkan masyarakat?
Saya sendiri ndak tahu persis, tapi lha wong sudah telanjur kualat ya
beginilah nasib Soeharto...

Indi

. Brawijaya wrote:

> Tulisan yang sangat lengkap dan menyeluruh dari Mbah-nya Indi.
> Sebagai cucu anda harus bangga nih.... Selamat...selamat. Sudah
> lama saya tidak dapat menikmati tulisan seperti ini.
>
> Untuk tambahan, tokoh pewayangan Semar yang hanyalah seorang
> punakawan (pembantu), dalam ujud lain adalah seorang dewa yang
> maha sakti, bahkan mengungguli Batara Guru (bos-nya para dewa).
>
> Sangat menarik karena yang dapat ikut mengangkat seorang pemimpin
> adalah para wong cilik a.l. pembantu ini. Sekaligus wong cilik
> pula yang dapat menjungkir-balikkan kursi sang pemimpin.
>
> Pak harto harus bersyukur karena yg menjungkirbalikkan kursinya
> adalah para mahasiswa yang notabene wong cilik yang sudah agak
> gede. Kalau bener-bener wong cilik yg melakukannya, endak sekedar
> dijungkirkan, masih dibanting-banting. Itulah pengadilan rakyat.
>
> Salam,
> Jaya

Kirim email ke