Walaupun pesan ibu untuk bangsa, tapi saya menyadari bahwa ini lebih
ditujukan kepada pelayat-pelayatnya yang pura-pura bingung apa artinya
korupsi dan bagaimana memecahkan masalahnya. Kalau situasi semacam ini
dibiarkan terus, saya tidak akan menyalahkan orang-orang yang
berkorupsi, dan bahkan saya menyadari bahwa saya perlu bagi-bagi rejeki
kepada pembuat KTP, guru, SIM ataupun lain-lainnya.
peace.

http://kompas.com/kompas-cetak/9904/14/UTAMA/hind01.htm
Title: Hindari Korupsi -- Rabu, 14 April 1999
 The Intel (R) Pentium (R) III  processor
KOMPAS Online
 
News on East Timor
Political Parties
Koran Daerah
English Nederlands
Rabu, 14 April 1999

Pesan Terakhir Rahmi Hatta:
Hindari Korupsi

Kompas/jpe

Jakarta, Kompas

"Ibu berpesan supaya kita semua hidup menghindari korupsi. Jangan hidup dari korupsi. Ia tegas berkata begitu," tutur Sri Edi Swasono, menantu tertua almarhumah Ny Rahmi Hatta, di Jakarta, Selasa (13/4), usai menerima kedatangan almarhumah dari RSCM. Pesan ini diharapkan menjadi pedoman bagi bangsa.

Almarhumah Ny Rahmi Hatta wafat pada usia 73 tahun akibat serangan jantung. Dijelaskan oleh Sri Edi, "Ibu ke rumah sakit 1 April lalu, sebenarnya hanya untuk cek kadar gula. Namun, ternyata ada pula gangguan jantung. Karena itulah, 5 April lalu, Ny Rahmi harus dirawat di ICCU."

Sesuai dengan keinginan terakhir almarhumah, Ny Rahmi akan dimakamkan hari Rabu (14/4) ini di Tanah Kusir Jakarta Selatan. Namun, berbeda dengan sebuah surat Keputusan Presiden yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto, Ny Rahmi secara pribadi menolak untuk dikuburkan di satu pendopo dengan makam Bung Hatta. "Alasannya, pendopo kuburan itu 'kan sempit. Kalau dipaksakan dikubur di sana, nanti membebani Bung Hatta. Jadi ia minta untuk dikuburkan di tempat yang di bawah makam Bung Hatta," kata Sri Edi.

Sejak siang hari, ratusan pelayat dari kalangan pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, dan sanak saudara, memberikan penghormatan terakhir kepada istri proklamator itu. Selain Presiden BJ Habibie yang datang pada malam hari, datang pula antara lain adalah mantan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno, para menteri Kabinet Reformasi Pembangunan seperti Mendikbud Juwono Sudarsono, Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto, Menko Kesra dan Taskin Haryono Suyono, mantan menteri seperti Sarwono Kusumaatmadja dan Mar'ie Muhammad, Wakil Ketua DPA Achmad Tirtosudiro, dan banyak lagi.

Sementara di halaman dan luar pagar rumah tampak ratusan karangan bunga tanda belasungkawa yang mendalam. Para warga masyarakat sekitar pun secara spontan dan penuh antusias mengatur arus lalu lintas dan parkir kendaraan supaya tidak memacetkan jalan.

Kepergian istri Proklamator RI Dr Mohammad Hatta itu hanya selang beberapa hari setelah wafatnya adik satu-satunya, Titiek Subiyakto, yang juga adalah istri dari Kepala Staf TNI AL pertama, Laksamana Subiyakto. Ny Rahmi meninggalkan tiga anak, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida, serta tiga cucu.

Jaga persatuan

Saat Ny Rahmi dirawat di RSCM, Presiden BJ Habibie meluangkan waktu untuk menjenguknya, yaitu 6 April silam. Sewaktu bertemu dengan presiden, Ny Rahmi berpesan agar persatuan dan kesatuan RI ini dipertahankan dan dijaga selamanya.

Selain itu, karena begitu perhatiannya pada keadaan bangsa yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 ini, di tengah sakitnya Ny Rahmi sempat berkomentar pula tentang masalah Aceh. Mungkin ini disebabkan darah Aceh yang mengalir di tubuhnya selain darah Jawa.

Perihal Aceh ini, di hadapan presiden ia memuji langkah BJ Habibie yang datang dan berdialog langsung dengan masyarakat Aceh. "Tetapi sayang ya, Pak Habibie berpidatonya emosional di depan rakyat Aceh yang juga sedang emosi. Kasihan ya Kamu (BJ Habibie-Red), datang ke Aceh dengan maksud baik kok malah disambut dengan demonstrasi besar," kata Sri Edi menirukan Ny Rahmi yang berada di samping Ny Rahmi saat dikunjungi presiden.

Disiplin

Sejak kecil, Rahmi telah dididik ibunya tentang kerapihan, disiplin, dan bertutur sapa ramah. Ayahnya adalah seorang pegawai jawatan kereta api. Rahmi lahir di Bandung 16 Februari 1926 dan menghabiskan masa kecilnya di Bandung. Ia adalah anak tertua dari dua bersaudara.

Perkenalan dengan suaminya terjadi pada tahun 1943 di rumah Mr Sartono, tokoh pergerakan nasional. Saat itu ada acara penyambutan kembalinya Bung Karno dan Bung Hatta dari pengasingan. Rahmi dan adiknya sengaja hadir, Ia mengagumi kedua tokoh itu.

Pada kesempatan itu, Bung Hatta sempat bersalaman dengannya. namun, Rahmi tidak sempat berpikir macam-macam. Karena itu ia sangat terkejut ketika tidak berapa lama setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Bung Karno datang dan memintanya untuk menjadi pendamping Bung Hatta. Akhirnya mereka pun menikah pada 18 November 1945 di Megamendung Bogor. (gg)


Get The Latest News at Kompas Cyber Media
KOMPAS Online
© C o p y r i g h t   1 9 9 8   Harian KompasD e s i g n e d  b y  Agrakom

Kirim email ke