Di saat-saat senggang saya nggak jarang ngobrol ngalor-ngidul dengan warga
di seputaran rumah saya. Hanya saja yang bikin saya kaget tidak sedikit
warga yang tidak bersemangat mendaftarkan diri ikut Pemilu 99. Alasannya
sangat klise karena pemenangnya bakal yang itu-itu juga.

Melihat gelagat ini secara spontan saya memprovokasi mereka agar
berbondong-bondong mendaftar dan ikut Pemilu. Saya juga mengatakan inilah
kesempatan untuk menentukan nasib kita (saya nggak menggunakan istilah
"nasib bangsa" karena terlalu bombastis). Dulu kita bisa "ngeles" bahwa
Golkar mengatur nasib semua orang. Sekarang lain. Jika kita ogah-ogahan,
keadaan ini akan dimanfaatkan rezim lama untuk memenangi Pemilu. Kalau ini
terjadi tidak ada yang dapat dipersalahkan kecuali diri kita sendiri karena
nggak ikut Pemilu. Demikian ringkasan provokasi saya kepada warga.

Saya pikir suasana di kampung saya nggak jauh beda di banyak kampung
lainnya. Jika Anda kebetulan mengetahui ini dan Anda memang berpikiran bahwa
Pemilu 99 adalah langkah awal untuk memperbaiki nasib, mari kita
bersama-sama "mengoprak-oprak" warga agar menentukan pilihan mereka sendiri
lewat Pemilu.

Memang tak menggunakan hak memilih adalah hak asasi. Namun kita mesti tahu
apakah mereka sedang memanfaatkan hak asasinya itu atau latah tak mau ikut.

Wassalam,
Efron

Kirim email ke