Di saat-saat senggang saya nggak jarang ngobrol ngalor-ngidul dengan warga di seputaran rumah saya. Hanya saja yang bikin saya kaget tidak sedikit warga yang tidak bersemangat mendaftarkan diri ikut Pemilu 99. Alasannya sangat klise karena pemenangnya bakal yang itu-itu juga. Melihat gelagat ini secara spontan saya memprovokasi mereka agar berbondong-bondong mendaftar dan ikut Pemilu. Saya juga mengatakan inilah kesempatan untuk menentukan nasib kita (saya nggak menggunakan istilah "nasib bangsa" karena terlalu bombastis). Dulu kita bisa "ngeles" bahwa Golkar mengatur nasib semua orang. Sekarang lain. Jika kita ogah-ogahan, keadaan ini akan dimanfaatkan rezim lama untuk memenangi Pemilu. Kalau ini terjadi tidak ada yang dapat dipersalahkan kecuali diri kita sendiri karena nggak ikut Pemilu. Demikian ringkasan provokasi saya kepada warga. Saya pikir suasana di kampung saya nggak jauh beda di banyak kampung lainnya. Jika Anda kebetulan mengetahui ini dan Anda memang berpikiran bahwa Pemilu 99 adalah langkah awal untuk memperbaiki nasib, mari kita bersama-sama "mengoprak-oprak" warga agar menentukan pilihan mereka sendiri lewat Pemilu. Memang tak menggunakan hak memilih adalah hak asasi. Namun kita mesti tahu apakah mereka sedang memanfaatkan hak asasinya itu atau latah tak mau ikut. Wassalam, Efron
Warga kampung ogah-ogahan ikut Pemilu 99
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Sun, 11 Apr 1999 22:44:45 -0400
- Re: Warga kampung ogah-ogahan ikut Pemi... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Warga kampung ogah-ogahan ikut... Blucer Rajagukguk
- Re: Warga kampung ogah-ogahan ikut... Hadeer
- Re: Warga kampung ogah-ogahan ikut... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
