Ada sebuah kisah sederhana yang rasanya cukup menarik dan baik untuk
kita baca sekali lagi.
Pada jaman dahulu di negara Arab, banyak orang menunggang keledai
sebagai kendaraan. Seorang bapak membawa anaknya ke satu tempat dengan
membawa seekor keledai. Mereka menaiki keledai itu dan lewat di sebuah
desa. Keadaan ini menarik perhatian orang-orang. Ada di antara mereka
berkata "Ini penganiayaan. Keledai itu terlalu kecil untuk dinaiki
oleh dua orang. Kan itu menyiksa binatang.. Tak ada prikemanusiaan ".
Bapak itu mendengar komentar mereka. Lalu si Bapak turun dan
membiarkan anaknya sendirian di atas keledai. Si Bapak meneruskan
perjalanan sambil berjalan kaki. Mereka pun melalui sekumpulan orang
ramai. Sekali lagi ada yang berkomentar,
"Kurang ajar anak itu. Dia enak-enak naik keledai. Bapaknya dibiarkan
berjalan kaki."
Si anak mendengar komentar mereka, lalu dia turun dan menyuruh
bapaknya menunggang keledai. Si anak berjalan kaki mengiringi bapaknya
di atas keledai. Mereka pun melalui sekumpulan orang. Sekali lagi
mereka mendengar rungutan
"Bapak tak ada otak, dia enak naik keledai,
anaknya dibiarkan berjalan keringatan."
Mendengar hal itu, si bapak pun turun dan berjalan bersama anaknya.
Keledai itu dibiarkan berjalan sendirian. Mereka pun melalui lagi
sekumpulan orang. Kali ini pun masih ada yang berkomentar
"Bodohnya orang tua ini. Ada keledai tapi tidak mau dinaiki.
Kalau begini, lebih baik tak usah bawa keledai!"
Mendengar kata-kata ini, si-bapak pun memberitahu anaknya. "Beginilah
keadaan masyarakat. Mereka hanya pandai memberikan komentar.
Pintar melihat kesalahan orang. Ada saja yang tak betul.
Kalau kita ikut saja kata-kata mereka, rusaklah kita. Kita tidak
boleh terima pandangan mereka secara langsung. Kita harus pikirkan
semuanya dan kita buat yang sekiranya baik. Jangan pedulikan komentar
mereka.."
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com