Oh yach, jaman Pak Harto langsung masuk ke kesimpulan yaitu enggak usah
ngedengirin pendapat semua ahli ataupun komentar rakyat, kerjakan saja
semaumu, katanya kepada anak-anaknya. Walhasil, seluruh anggota keluarga
dan kerabatnya menunggangi keledai tersebut (negara-red), sampai-sampai
keledai tsb 'turun bero' dan tidak sembuh-sembuh sampai sekarang.
peace.
>
> Dodo D. wrote:
> >
> > Ada sebuah kisah sederhana yang rasanya cukup menarik dan baik untuk
> > kita baca sekali lagi.
> >
> > Pada jaman dahulu di negara Arab, banyak orang menunggang keledai
> > sebagai kendaraan. Seorang bapak membawa anaknya ke satu tempat dengan
> > membawa seekor keledai. Mereka menaiki keledai itu dan lewat di sebuah
> > desa. Keadaan ini menarik perhatian orang-orang. Ada di antara mereka
> > berkata "Ini penganiayaan. Keledai itu terlalu kecil untuk dinaiki
> > oleh dua orang. Kan itu menyiksa binatang.. Tak ada prikemanusiaan ".
> >
> > Bapak itu mendengar komentar mereka. Lalu si Bapak turun dan
> > membiarkan anaknya sendirian di atas keledai. Si Bapak meneruskan
> > perjalanan sambil berjalan kaki. Mereka pun melalui sekumpulan orang
> > ramai. Sekali lagi ada yang berkomentar,
> > "Kurang ajar anak itu. Dia enak-enak naik keledai. Bapaknya dibiarkan
> > berjalan kaki."
> >
> > Si anak mendengar komentar mereka, lalu dia turun dan menyuruh
> > bapaknya menunggang keledai. Si anak berjalan kaki mengiringi bapaknya
> > di atas keledai. Mereka pun melalui sekumpulan orang. Sekali lagi
> > mereka mendengar rungutan
> > "Bapak tak ada otak, dia enak naik keledai,
> > anaknya dibiarkan berjalan keringatan."
> >
> > Mendengar hal itu, si bapak pun turun dan berjalan bersama anaknya.
> > Keledai itu dibiarkan berjalan sendirian. Mereka pun melalui lagi
> > sekumpulan orang. Kali ini pun masih ada yang berkomentar
> > "Bodohnya orang tua ini. Ada keledai tapi tidak mau dinaiki.
> > Kalau begini, lebih baik tak usah bawa keledai!"
> >
> > Mendengar kata-kata ini, si-bapak pun memberitahu anaknya. "Beginilah
> > keadaan masyarakat. Mereka hanya pandai memberikan komentar.
> > Pintar melihat kesalahan orang. Ada saja yang tak betul.
> > Kalau kita ikut saja kata-kata mereka, rusaklah kita. Kita tidak
> > boleh terima pandangan mereka secara langsung. Kita harus pikirkan
> > semuanya dan kita buat yang sekiranya baik. Jangan pedulikan komentar
> > mereka.."
> >
> > _________________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com