...

>Bung Sitorus,
>
>Saya kira anda terlalu jauh mengartikan apa yang ada dipikiran Mega
>Soekarno (MS). Alasan dia cuman satu kok ; debat itu "tak sesuai dengan
>budaya Timur."

    Walopun tidak sesuai dengan budaya timur, marilah kita
    perdebatkan apa yang dimaksud dengan budaya timur itu?
    Dan timur itu dilihat dari mana? Kalau dilihat dari
    sudut pandang Indonesia, maka yang dimaksud budaya
    timur itu adalah budaya Amerika! Karena itulah yg
    letaknya di sebelah timur Indonesia.

    Sedangkan kalo yang dimaksud budaya timur itu adalah
    budaya Indonesia, maka kemungkinan yg bilang begitu
    itu mempergunakan sudut pandang Eropa, atau Arab cap
    onta, atau paling tidak India nehi, nehi, dang dut. ;-)
    Karena dari arah mereka itulah Indonesia terletak
    di sebelah timur.

    Menurut kecurigaan saya. Yg dimaksud oleh terdakwa
    MS sebagai budaya timur, adalah budaya Indonesia.
    Dan kalo demikian ybs. dalam meninjau budaya timur
    menggunakan sudut pandang barat!

    Selanjutnya, kalo ybs konsisten dalam menggunakan sudut
    pandang... Berdasarkan sudut pandang barat, berdebat
    itu boleh dan bahkan harus! ;-)

    Dg demikian hakim memutuskan ybs: bersalah. ;-)

>karena anda ini kan anak ITB yang mempunyai problem-solving skills,
>pergunakanlah skills anda itu.

    Anak ITB yg punya problem-solving skills?
    Ini juga menarik utk diperdebatkan sesuai dg budaya timur
    (Amerika) itu tadi.

>Jadi cuman ada dua alternatives dalam mengartikan statement MS
>tersebut;

    Berdasarkan budaya timur, alternatifnya sebetulnya tidak
    cuma dua, melainkan tak terhingga (dan itu pun masih bisa
    diralat). ;-)

>1.  Apakah MS harus meninggalkan budaya timur-nya untuk berdebat?

    MS harusnya menjelaskan dulu budaya timur itu apa,
    baru pilihan no. 1 ini bisa diperdebatkan. Walopun tentu saja,
    menurut dia, memperdebatkan budaya timur itu tidak sesuai
    dengan budaya timur. ;-)

>or
>
>2. Apakah MS harus meninggalkan perdebatan untuk berbudaya timur?

    Kalo budaya timur ditinggalkan barang sehari dua hari
    emangnya kenafa? Gatel, ya?... ;-)

>Kalo alternative satu mungkin MS nggak bisa tempuh karena (in my
>opinion) MS lebih mencintai budaya timurnya.

    MS lebih mencintai budaya yg dia sendiri pasti tidak mau
    menjelaskan dan apalagi memperdebatkan itu. Yaitu budaya
    Amerika (ie. Timur kalo dari arah Indonesia). Itu memang
    sangat dicintainya. Demokrasi itulah budaya Amerika (timur),
    dan karena itulah partainya disebut Partai Demokrasi Imur
    Perjuangan. Sedangkan musyawarah untuk mufakat itu
    bukan budaya timur (Amerika).

>Tapi kalo MS pilih alternative kedua, apakah  bukan merupakan salah
>satu kebudayaan timur juga bahwa wanita bukanlah seorang pemimpin.  I
>am not saying that she (or kaum wanita) can't be the president.

    Menurut budaya timur, di atas kertas segala sesuatunya harus
    bener; tapi dalam prakteknya, tak apalah penipu jadi presiden.

>I mean, let us be realistic, selama ini saya belum pernah dengar ada
>queen yang memerintah kerajaan besar di Indonesia.  Have you ever heard
>such a thing?

    Pernah, jelas pernah ada. Yaitu Elvi Sukaesih. Ratu Dangdut!
    Kalo di pertunjukan dangdut, begitu sang ratu bilang: ayo joget,
    semua joget! Dan joget dangdut itu sendiri juga bukan budaya
    timur. Walaupun begitu merupakan kegemaran massa partainya MS.
    Khusus utk joget dangdut itu memang partai rupanya telah
    mengeluarkan dispensasi. ;-)

>Kalo si Tien itu dulu merintah Indonesia lewat Soeharto, wah itu sih
>lain lagi urusannya:-)

    Itu urusan utara selatan. Bukan barat-timur.

>Kalo memang MS mencintai budaya timur, kenapa MS hanya diam dalam kasus
>Purbalingga (terlepas apakah korban wanita Golkar atau bukan)? kenapa,
>kenapa, dan kenapa?

    Yg jelas dari para korban itu ada bagian-bagian tertentu yg
    terlepas. Itu saja. ;-)

>peace
>Ali Simplido

    :-)

Kirim email ke