Hari ini dan besok.. April 22-23, di kampus kami,Aula Barat - ITB ,
KM -ITB mengadakan hearing terbuka beberapa calon presiden Indonesia..
Diantaranya ialah dari PBB,PK,PUDI,PAN,.. dan seharusnya ada PKB dan PDI
Perjuangan.. (dan ada satu-dua lagi saya lupa, sorry)
Dari PBB sudah , PK mungkin sedang berlangsung.. dan nanti jam 4 sore
Insya Allah ada Amien Rais...

Dan tadi pagi ternyata saya dengar bahwa Mega dan GusDur dengan alasan
sesuatu hal menolak hadir di kampus kami untuk ikutan hearing...

Kenapa kok nggak mau hadir, Mbak Mega ?
Apa hearing terbuka juga melanggar budaya timur-kah ?

Mana kharisma Ayahanda Bung Karno sebagai alumnus ITB ? yang bahkan
namanya diabadikan di "monumen soekarno" di kampus kami ini ???
Kok ternyata putri tercinta penerus perjuangan tidak cukup punya nyali
untuk hadir dalam hearing di almamater ayahanda ?!
Malu-maluin aja!

---------------------------------------------------------------------
O ya, menanggapi tentang penolakan MS untuk debat terbuka dengan alasana
pelanggaran budaya timur.........

Well.............
Saya kok baru dengar ya, debat terbuka itu melanggar budaya
timur.Sebelumnya apa pernah dipermasalahkan gitu ?

Saya pikir malahan budaya tersebut hanya berlaku di jaman Soeharto
aja.Tujuannya supaya Suharto nggak didebat...
Is this the same thing ? ( as Soeharto )

Well, oke kalo MS nggak mau berdebat karena bukan budaya timur, dan
yaa.. mungkin karena arena debat terbuka ini malah berpotensi jadi ajang
debat kusir yang berkepanjangan yang malah saling
menjatuhkan satu sama lain (tapi masak calon presiden berantem di depan
publik ?) ,
tapi kali ini....masak iya presentasi visi dan
misinya aja juga melanggar budaya Timur ?

datang ke hearing saja nggak mau ?
Apa hearing juga melanggar budaya timur ?
Emang 'budaya timur' itu apa sih ?
Emangnya semua budaya timur sebegitu bagusnya gitu kok sampe dibela2in
secara tidak logis dan non-sense ?
Atau hanya merupakan justifikasi dari sikapnya yg "silence is....( golden
or stupidity ? )..."
Saya kira itu cuma cara2 eskapisme aja....

Saya asli orang timur... (katakanlah Jawa Timur), tapi kayaknya nggak ada
deh peraturan dan norma yang kaya gitu...
Ini sih bukan "meneng mergo anteng" ( diam karena tenang ) tapi ini mah
"meneng mergo nggelenggem" ( diam karena bego )

Lha wong pemilihan2 di kampus kami saja, mulai dari pemilihan ketua
himpunan,ketua unit sampai presiden KM aja semuanya melalui proses debat
terbuka...
Apakah kami para mahasiswa (yg notabene dicap kaum terpelajar) ini
melanggar budaya timur ??

Nah kalo kita sebagai rakyat yang mau memilih, gimana kita bisa tau visi
dan misi dia sebagai presiden nanti kalo "yang punya gawe" untuk jadi
presiden aja nggak tau gimana harus ngomong .. menjelaskan "Ini
lho,program kerja sayaaaa.....", nggak berani di debat ( takut keliatan
bego-nya  ? ).. gimana rakyat bisa tau ?

Atau mungkin pengikutnya memang menganut budaya Timur yang ini "Dalem
manut kerso kanjeng ratu " ? Kanjeng ratu kan can do no wrong.
Yah, kalo gini caranya ya "Surgo melu,neraka katut" .. ke surga ikut ke
neraka juga kebawa...
Benar juga kalo gitu... lagi-lagi..Budaya Timur!

Terus terang saya lebih respek dan menghargai kalau MS beralasan yang
lebih MAKE SENSE dan LOGIS bahwa ajang debat terbuka dikhawatirkan malah
jadi ajang perang adu mulut antar calon presiden......
daripada beralasan bahwa ini "bukan budaya timur".....

Makin besar aja keraguan saya mengenai calon kanjeng ratu...

Ira
--------------------------------------------------------------------------
O ya, bagi yang berminat memiliki rekaman hearing calon presiden,
Liga Film Mahasiswa ITB merekam mereka....
Kalau berminat,silakan hubungi LFM-ITB telpon : (022) 2510627
--------------------------------------------------------------------------

On Wed, 21 Apr 1999, Ali Simplido wrote:

> Bung Sitorus,
>
> Saya kira anda terlalu jauh mengartikan apa yang ada dipikiran Mega
> Soekarno (MS). Alasan dia cuman satu kok ; debat itu "tak sesuai dengan
> budaya Timur."
>
> karena anda ini kan anak ITB yang mempunyai problem-solving skills,
> pergunakanlah skills anda itu.
>
>
> Jadi cuman ada dua alternatives dalam mengartikan statement MS
> tersebut;
>
> 1.  Apakah MS harus meninggalkan budaya timur-nya untuk berdebat?
>
> or
>
> 2. Apakah MS harus meninggalkan perdebatan untuk berbudaya timur?
>
>
> Kalo alternative satu mungkin MS nggak bisa tempuh karena (in my
> opinion) MS lebih mencintai budaya timurnya.
>
> Tapi kalo MS pilih alternative kedua, apakah  bukan merupakan salah
> satu kebudayaan timur juga bahwa wanita bukanlah seorang pemimpin.  I
> am not saying that she (or kaum wanita) can't be the president.
>
> I mean, let us be realistic, selama ini saya belum pernah dengar ada
> queen yang memerintah kerajaan besar di Indonesia.  Have you ever heard
> such a thing?
>
> Kalo si Tien itu dulu merintah Indonesia lewat Soeharto, wah itu sih
> lain lagi urusannya:-)
>
> Kalo memang MS mencintai budaya timur, kenapa MS hanya diam dalam kasus
> Purbalingga (terlepas apakah korban wanita Golkar atau bukan)? kenapa,
> kenapa, dan kenapa?
>
>
> peace
>
> Ali Simplido
>
>
>
>
>
> --- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
> > perdebatan yang
> > sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
> > sedemikian rupa untuk tujuan
> > tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
> > Saya tolak kan. Jadi
> > lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
> > perdebatan ( netral atau
> > bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
> > dengan menolak debat
> > yang membangun.
> > :-)
> >
> > On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
> >
> > >
> > > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
> > Timur"
> > >
> > > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
> > ...!!
> > > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
> > presiden.... :-)
> > >
> > > :-)
> > > Hadeer
> --- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
> > perdebatan yang
> > sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
> > sedemikian rupa untuk tujuan
> > tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
> > Saya tolak kan. Jadi
> > lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
> > perdebatan ( netral atau
> > bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
> > dengan menolak debat
> > yang membangun.
> > :-)
> >
> > On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
> >
> > >
> > > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
> > Timur"
> > >
> > > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
> > ...!!
> > > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
> > presiden.... :-)
> > >
> > > :-)
> > > Hadeer
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>

Kirim email ke