Tulisan seperti ini sampai nggak ya ke MS.
Apa udah dicegat duluan oleh para "penjaga" MS...
Jangan-jangan MS itu duduk di menara gading....betul - betul nggak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi disekitanya...

Kasihan... :-(

Hadeer

(Sitorus tolong diforwardkan berita dari Ira Damayanti ini ke Email nya PDI - P, thanks. Kamukan pernah kirim-kiriman email dengan PDI - P beberapa waktu yang lalu)

----------
> From: Ira Damayanti <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Kamis, 22 April : Calon2 presiden hearing di ITB
> Date: 22 April 1999 14:33
>
> Hari ini dan besok.. April 22-23, di kampus kami,Aula Barat - ITB ,
> KM -ITB mengadakan hearing terbuka beberapa calon presiden Indonesia..
> Diantaranya ialah dari PBB,PK,PUDI,PAN,.. dan seharusnya ada PKB dan PDI
> Perjuangan.. (dan ada satu-dua lagi saya lupa, sorry)
> Dari PBB sudah , PK mungkin sedang berlangsung.. dan nanti jam 4 sore
> Insya Allah ada Amien Rais...
>
> Dan tadi pagi ternyata saya dengar bahwa Mega dan GusDur dengan alasan
> sesuatu hal menolak hadir di kampus kami untuk ikutan hearing...
>
> Kenapa kok nggak mau hadir, Mbak Mega ?
> Apa hearing terbuka juga melanggar budaya timur-kah ?
>
> Mana kharisma Ayahanda Bung Karno sebagai alumnus ITB ? yang bahkan
> namanya diabadikan di "monumen soekarno" di kampus kami ini ???
> Kok ternyata putri tercinta penerus perjuangan tidak cukup punya nyali
> untuk hadir dalam hearing di almamater ayahanda ?!
> Malu-maluin aja!
>
> ---------------------------------------------------------------------
> O ya, menanggapi tentang penolakan MS untuk debat terbuka dengan alasana
> pelanggaran budaya timur.........
>
> Well.............
> Saya kok baru dengar ya, debat terbuka itu melanggar budaya
> timur.Sebelumnya apa pernah dipermasalahkan gitu ?
>
> Saya pikir malahan budaya tersebut hanya berlaku di jaman Soeharto
> aja.Tujuannya supaya Suharto nggak didebat...
> Is this the same thing ? ( as Soeharto )
>
> Well, oke kalo MS nggak mau berdebat karena bukan budaya timur, dan
> yaa.. mungkin karena arena debat terbuka ini malah berpotensi jadi ajang
> debat kusir yang berkepanjangan yang malah saling
> menjatuhkan satu sama lain (tapi masak calon presiden berantem di depan
> publik ?) ,
> tapi kali ini....masak iya presentasi visi dan
> misinya aja juga melanggar budaya Timur ?
>
> datang ke hearing saja nggak mau ?
> Apa hearing juga melanggar budaya timur ?
> Emang 'budaya timur' itu apa sih ?
> Emangnya semua budaya timur sebegitu bagusnya gitu kok sampe dibela2in
> secara tidak logis dan non-sense ?
> Atau hanya merupakan justifikasi dari sikapnya yg "silence is....( golden
> or stupidity ? )..."
> Saya kira itu cuma cara2 eskapisme aja....
>
> Saya asli orang timur... (katakanlah Jawa Timur), tapi kayaknya nggak ada
> deh peraturan dan norma yang kaya gitu...
> Ini sih bukan "meneng mergo anteng" ( diam karena tenang ) tapi ini mah
> "meneng mergo nggelenggem" ( diam karena bego )
>
> Lha wong pemilihan2 di kampus kami saja, mulai dari pemilihan ketua
> himpunan,ketua unit sampai presiden KM aja semuanya melalui proses debat
> terbuka...
> Apakah kami para mahasiswa (yg notabene dicap kaum terpelajar) ini
> melanggar budaya timur ??
>
> Nah kalo kita sebagai rakyat yang mau memilih, gimana kita bisa tau visi
> dan misi dia sebagai presiden nanti kalo "yang punya gawe" untuk jadi
> presiden aja nggak tau gimana harus ngomong .. menjelaskan "Ini
> lho,program kerja sayaaaa.....", nggak berani di debat ( takut keliatan
> bego-nya  ? ).. gimana rakyat bisa tau ?
>
> Atau mungkin pengikutnya memang menganut budaya Timur yang ini "Dalem
> manut kerso kanjeng ratu " ? Kanjeng ratu kan can do no wrong.
> Yah, kalo gini caranya ya "Surgo melu,neraka katut" .. ke surga ikut ke
> neraka juga kebawa...
> Benar juga kalo gitu... lagi-lagi..Budaya Timur!
>
> Terus terang saya lebih respek dan menghargai kalau MS beralasan yang
> lebih MAKE SENSE dan LOGIS bahwa ajang debat terbuka dikhawatirkan malah
> jadi ajang perang adu mulut antar calon presiden......
> daripada beralasan bahwa ini "bukan budaya timur".....
>
> Makin besar aja keraguan saya mengenai calon kanjeng ratu...
>
> Ira
> --------------------------------------------------------------------------
> O ya, bagi yang berminat memiliki rekaman hearing calon presiden,
> Liga Film Mahasiswa ITB merekam mereka....
> Kalau berminat,silakan hubungi LFM-ITB telpon : (022) 2510627
> --------------------------------------------------------------------------
>
> On Wed, 21 Apr 1999, Ali Simplido wrote:
>
> > Bung Sitorus,
> >
> > Saya kira anda terlalu jauh mengartikan apa yang ada dipikiran Mega
> > Soekarno (MS). Alasan dia cuman satu kok ; debat itu "tak sesuai dengan
> > budaya Timur."
> >
> > karena anda ini kan anak ITB yang mempunyai problem-solving skills,
> > pergunakanlah skills anda itu.
> >
> >
> > Jadi cuman ada dua alternatives dalam mengartikan statement MS
> > tersebut;
> >
> > 1.  Apakah MS harus meninggalkan budaya timur-nya untuk berdebat?
> >
> > or
> >
> > 2. Apakah MS harus meninggalkan perdebatan untuk berbudaya timur?
> >
> >
> > Kalo alternative satu mungkin MS nggak bisa tempuh karena (in my
> > opinion) MS lebih mencintai budaya timurnya.
> >
> > Tapi kalo MS pilih alternative kedua, apakah  bukan merupakan salah
> > satu kebudayaan timur juga bahwa wanita bukanlah seorang pemimpin.  I
> > am not saying that she (or kaum wanita) can't be the president.
> >
> > I mean, let us be realistic, selama ini saya belum pernah dengar ada
> > queen yang memerintah kerajaan besar di Indonesia.  Have you ever heard
> > such a thing?
> >
> > Kalo si Tien itu dulu merintah Indonesia lewat Soeharto, wah itu sih
> > lain lagi urusannya:-)
> >
> > Kalo memang MS mencintai budaya timur, kenapa MS hanya diam dalam kasus
> > Purbalingga (terlepas apakah korban wanita Golkar atau bukan)? kenapa,
> > kenapa, dan kenapa?
> >
> >
> > peace
> >
> > Ali Simplido
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
> > > perdebatan yang
> > > sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
> > > sedemikian rupa untuk tujuan
> > > tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
> > > Saya tolak kan. Jadi
> > > lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
> > > perdebatan ( netral atau
> > > bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
> > > dengan menolak debat
> > > yang membangun.
> > > :-)
> > >
> > > On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
> > >
> > > >
> > > > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
> > > Timur"
> > > >
> > > > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
> > > ...!!
> > > > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
> > > presiden.... :-)
> > > >
> > > > :-)
> > > > Hadeer
> > --- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
> > > perdebatan yang
> > > sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
> > > sedemikian rupa untuk tujuan
> > > tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
> > > Saya tolak kan. Jadi
> > > lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
> > > perdebatan ( netral atau
> > > bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
> > > dengan menolak debat
> > > yang membangun.
> > > :-)
> > >
> > > On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
> > >
> > > >
> > > > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
> > > Timur"
> > > >
> > > > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
> > > ...!!
> > > > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
> > > presiden.... :-)
> > > >
> > > > :-)
> > > > Hadeer
> > _________________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
> >

Kirim email ke