...
>Rekan-rekan yth.,
...
>Namun untuk Pemilu mendatang ini, saya merasa harus memanfaatkan hak
>pilih saya karena saat inilah saya sebagai rakyat biasa harus ikut
>menentukan kemana dan bagaimana republik kita ini nanti jadinya. Saya
>hanya ingin agar Indonesia dapat berdiri sama tinggi dan berposisi sama
>terhormatnya dengan negara-negara terpandang di bumi ini.
Yw: Nggak usah muluk-muluk... ;-)
>Dari berbagai sumber berita termasuk milis permias ini, kelihatannya PK
>dan PAN mempunyai program yang cukup 'menjanjikan'. Saya belum banyak
>tahu program-program 'bagus' partai lainnya.
Yw: Informasi (resmi) yg ada di meja saya sekarang ini:
Program (pemulihan dan reformasi) dari lima partai besar (ie.
Golkar Baru, PKB, PDIP, PAN, dan PPP) semuanya 'menjanjikan'.
Bagus di atas kertas. Tulisannya cukup tebel juga; tapi
cobalah saya ringkaskan sesendok dua sendok biar orang lain
ikut 'mencicipi'. Dan karena namanya cicip, jangan berharap
bisa 'kenyang'.
1. PDIP. Ide dasar mereka adalah: 'not to re-invent the
wheel'. Ini dikemukakan oleh Kwik Kian Gie, maupun
Laksamana Sukardi (thinkers mereka). Jadi prinsip-prinsip
mereka itu tergambar dalam apa yg namanya pancasila
dan uud'45. Cuman (menurut mereka) versi yg benernya
(beda jauh dari versi orde baru). Jadi prinsipnya:
kita ini udah punya segalanya (dlm bentuk konsep),
kalo dilaksanakan secara bener, udah sip banget.
Saya (kadang) mikir, mereka ini (di antara partai besar)
merupakan yg kurang pro perubahan (ie. pro status quo?).
Bahkan utk calon presiden pun mereka don't want to
re-invent the wheel... nyari aja presiden yg dulu
(tapi berhubung udah mening'ang, ya anaknya aja ;-).
Dr. Kwik Kian Gie, mungkin bisa meluruskan ulasan saya
ini kalo dianggap salah (soalnya itu semua penyimpulan
dari speech dia yg belum lama ini saya dengar).
Itu semua ulasan dalam versi guyon. Kalo versi seriusnya,
bolehlah dibaca 'mood' Kwik Kian Gie kalo ybs nulis
di kompas. Not bad at all. Konsep pelurusan (dari pembengkokan
yg selama ini terjadi) lumayan sip. Dan Laksamana Sukardi
plus Kwik merupakan salesmen yg sip (dlm menjual 'dagangan'
konsep tsb). Sayangnya, Megawati yg justru calon presiden,
kurang 'galak' (dibanding Amien Rais, misalnya).
2. Yg. reformis total, kayaknya PAN. Konsep ekonominya juga
bagus. Inginnya secara revolusioner memindahkan fokus
dari memanjakan konglomerat ke memanjakan usaha kecil
menengah. Dr. yg monopolis, ke full kompetisi (secara
revolusioner). Para 'intelek' (mahasiswa, pelajar,
kaum terpelajar, dlsb), yg gerah dg kondisi selama ini,
mungkin akan merasa cukup terwakili kalo baca konsep
mereka. Kelemahannya: 1. Faktor Amien Rais terlalu kuat
(tapi ini juga kelebihannya); 2. Faisal Basri (?) yg jadi
motor konseptornya agak terlalu junior (dibanding duonya
PDIP di atas misalnya); 3. Walopun mereka bilang tidak
berbasis Islam, tapi buntut Muhamadiyah Amien Rais, dll,
membuat orang-orang dari non-Islam agak sulit 'menelan'
konsep mereka.
Gile, capek juga nulis segini panjang. Berikutnya dipendekin
aja, deh:
3. PKB, kayaknya paling well-prepared. Sampe nulis buku
segala. Terus terang kalo konsep reformasinya, saya paling
cocok dg PKB ini. Soalnya mereka anti 'barang murah'
(sama dg saya). Yg murah di kita misalnya: gaji pns/abri,
harga-harga barang/jasa... Dsb. yg oleh orang PKB disebut
'Ekonomi Karaoke' (bayarnya murah, tapi tipnya muahal!).
Mereka moodnya mau merombak yg itu. Kelemahannya:
mereka kurang salesperson. Kecuali mungkin Gus Dur
(tapi Gus Dur pun bukan konseptor ilmiah yg reputabel
menurut saya). Dan kelemahan kedua: mereka terlalu kental
Islamnya.
4. PPP konsepnya juga sip. Kelemahannya hampir sama PKB.
Malah mereka tidak punya Gus Dur, jadi lebih lemah lagi.
Tapi konsep reformasinya sangat-sangat useful dan realistis.
Paling realistis menurut saya (relatif paling gampang
diimplementasikan dibanding yg lain). Jadi bukan janji gombal.
(Suatu yg potensial terjadi pada konsep PAN, PKB, PDIP, dan
Golkar).
5. Golkar Baru. Konsepnya yg cukup unik adalah: berusaha
mengoptimalkan 'kapasitas nasional' (yg saat ini dimanfaatkan
jauh dari optimal). Mereka punya 'materi' (sumber daya) yg
paling oke di antara yg lima. Tapi kelemahannya ada dua
(dan menurut saya fatal): 1. Banyak pergulatan di internalnya.
(jadi siapa yg mau percaya bahwa programnya akan berjalan
sesuai konsep resminya saat ini); dan 2. Kalopun internal
udah keurus, banyak musuh! Jadi seandainya pun mereka
punya konsep terbagus di dunia, TIDAK MUNGKIN merealisasikannya
(soalnya digangguin terus sama yg lain, yg bagaimana pun
udah 'luka berat' selama 30 tahun; menuntut balas).
(Tolong koreksi saya kalo saya salah).
>Kalau ada teman yang mau 'sharing' informasi tentang partai lain saya
>akan sangat berterima kasih sekali.
Yw: Itulah saya ringkaskan di atas. Dokumen formalnya sebetulnya
saya punya (dikasih-kasih orang), tapi sayangnya hard copy,
dan saya males urusan sama hard copy begituan. Kalo seminggu
lagi belum kebuang, itu juga udah untung banget... (buat mereka).
>(Mohon dikecualikan untuk Golkar,
>karena saya sudah tahu lama dan banyak tentang partai ini, dan saya
>sudah pastikan hanya akan memilih satu dari 47 partai lainnya).
Yw: Oh, jadi anda pendukung Partai ABG (Asal Bukan Golkar).
By the way, kalo emang anda pendukung Partai ABG, pilihan
anda sebetulnya cuma sekitaran 15-20 partai aja, lho.
Bukan 47! (Soalnya yg lain-lainnya, biarpun bukan Golkar,
tapi sebetulnya Golkar juga.... ;-) Sesuai semboyan,
Bhineka Tunggal Ika, lah... Berbeda-beda, tapi Golkar Jua...).
Kalo boleh usul: kalo anda beneran mau milih,
fokuskan ke 5 partai di atas aja. Eh, kalo anda ABG, ya
optionnya sebenernya tinggal 4. Kalo yg lainnya, gimana ya,
partai gurem sih... sama aja anda ngasih garem di laut...
nggak akan berasa efeknya. Eh, kecuali kalo anda bukan
pemilih (melainkan pengurus partai), lain lagi ceritanya.
>Terima kasih banyak bagi rekan yang berkenan untuk 'sharing' informasi.
>Salam,
>
>Budi
Yw: Good luck. :-)