-----Original Message-----
From: Ali Simplido <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, April 22, 1999 1:19 PM
Subject: still....Mega dan ke-mega-han politiknya
>Bung Sitorus,
>
>Saya kira anda terlalu jauh mengartikan apa yang ada dipikiran Mega
>Soekarno (MS). Alasan dia cuman satu kok ; debat itu "tak sesuai dengan
>budaya Timur."
>
>karena anda ini kan anak ITB yang mempunyai problem-solving skills,
>pergunakanlah skills anda itu.
>
Kalau melihat politik itu tanpa skill segala bisa saja kan....common sense
kok. Kalau namanya di dalam politik....seseorang itu kelihatan tidak
konsisten pada pernyataannya padahal hanya manuvernya saja ( Gus Dur dan
Amien Rais ). Kalau jawaban PDI-P ( oleh sekretaris DPP PDI-P) merupakan
arti sebenarnya nggak? bisa arti sebenarnya dan bisa tidak kan...
kalau Saya bukan aktivis Parpol ...jadi jawabannya pun hanya dengan common
sense saja lho...
:-)
>Jadi cuman ada dua alternatives dalam mengartikan statement MS
>tersebut;
>
>1. Apakah MS harus meninggalkan budaya timur-nya untuk berdebat?
>
Beliau cinta budaya timur di Indonesia ini, sama dengan bapak AR, Gus Dur,
BJH, AS, dan Pak Akbar Tanjung dan lain - lain....:-)
>
>2. Apakah MS harus meninggalkan perdebatan untuk berbudaya timur?
>
>
>Kalo alternative satu mungkin MS nggak bisa tempuh karena (in my
>opinion) MS lebih mencintai budaya timurnya.
BENARR....hebat juga skill mas sama seperti mas Hadeer....:-)
>Tapi kalo MS pilih alternative kedua, apakah bukan merupakan salah
>satu kebudayaan timur juga bahwa wanita bukanlah seorang pemimpin. I
>am not saying that she (or kaum wanita) can't be the president.
( sepakat untuk tidak sepakat kan...) jangan basa - basi nanti busuk dan
bau...
Artinya apa...? Mbak Mega emang cinta budaya timur bahwa pemimpin itu bukan
untuk wanita ( beliau berbesar hati)di Indonesia, tetapi kalau rakyat
sebagian besar meminta beliau sebagai Presiden...beliau pun
iap( menunjukkan rakyat mulai terlihat moderat). Ingat...kita ini belum
menuju demokrasi hanya dalam masa transisi yang belum tahu akhirnya
sebelum Pemilu betul2 jurdil dari "hawa Orba " di sistem sekarang ini).
Beliau tidak mengiginkan korban akan bertambah terus...dalam suasana
transisi ini. Jadi, kalo emang budaya timur ini tidak mengijinkan...beliau
pun menurut suara rakyat Indonesia . Kalo dibilang mbak MS tidak punya
kredibilitas...bisa - bisa aja, tetapi team work PDI-P sebagai motornya.
Daripada seperti pemerintahan sekarang ini...banyak terdiri dari
profesor-profesor dan doktor-doktor dari luar negeri, tetapi ditipu oleh
orang asing supaya barang rongsokan di negerinya dibeli dan bergantung pada
mereka teruss.....hasilnya seperti ini. Kalau tetap pemerintah yang akan
daatang masih asas legalitas bukan legitimasi...nyam-nyam....
:-)
>I mean, let us be realistic, selama ini saya belum pernah dengar ada
>queen yang memerintah kerajaan besar di Indonesia. Have you ever heard
>such a thing?
>
>Kalo si Tien itu dulu merintah Indonesia lewat Soeharto, wah itu sih
>lain lagi urusannya:-)
>
>Kalo memang MS mencintai budaya timur, kenapa MS hanya diam dalam kasus
>Purbalingga (terlepas apakah korban wanita Golkar atau bukan)? kenapa,
>kenapa, dan kenapa?
Itulah anehnya budaya timur Indonesia yang lucu...dan imut-imut ini. Wanita
ditempatkan bukan untuk memimpin bangsa ( mungkin jadi ibu yang baik di
dapur )dan ditambah lagi dilecehkan oleh Pria( dan bukan hanya di
Purbalingga kan.. peristiwa 13 Mei'98 juga). Walaupun mbak MS
berbicara...tetap aja orang bilang " orang2nya MS itu lho"., siapa tahu kalo
kejadian itu kerjaan kelompok lain kan... Hukum ditegakkan dengan keadilan
yang menyelesaikan itu, bukan hanya 'silat-lidah' dan kambing hitam , kalo
mbak MS jadi ngoceh, dan mas Hadeer;mas Ali...juga tahu bahwa itu tidak
efektif dalam mengatasi itu...sebab kebiasaan itu pola2 ORBA( orde baru/
orang "kanan"/Top-down dan sangat liberal melebihi U.S)....Politik itu emang
sulit ditebak, tetapi dapat dirasakan...ahhhh
Sama...
>peace
>
>Ali Simplido
>
>
>
>
>
>--- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
>> perdebatan yang
>> sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
>> sedemikian rupa untuk tujuan
>> tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
>> Saya tolak kan. Jadi
>> lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
>> perdebatan ( netral atau
>> bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
>> dengan menolak debat
>> yang membangun.
>> :-)
>>
>> On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
>>
>> >
>> > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
>> Timur"
>> >
>> > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
>> ...!!
>> > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
>> presiden.... :-)
>> >
>> > :-)
>> > Hadeer
>--- Frarev Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Mas...menurut Saya ...kata-kata ibu MS itu bukan
>> perdebatan yang
>> sebenarnya. Kalau perdebatan yang direkayasa
>> sedemikian rupa untuk tujuan
>> tertentu yang tidak sesuai dengan semestinya...pasti
>> Saya tolak kan. Jadi
>> lihat dulu konteksnya, siapa yang mengadakan
>> perdebatan ( netral atau
>> bukan?). Bukan berarti ibu MS menolak debat itu sama
>> dengan menolak debat
>> yang membangun.
>> :-)
>>
>> On Wed, 21 Apr 1999, Hadeer wrote:
>>
>> >
>> > Megawati : "Debat itu tidak sesuai dengan Budaya
>> Timur"
>> >
>> > Jadi kawan-kawan...janganlah banyak berdebat ya
>> ...!!
>> > Diam saja....pokoknya pasti kepilih dech jadi
>> presiden.... :-)
>> >
>> > :-)
>> > Hadeer
>_________________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com