Daripada sepi...maklum musim ujian....
Mekar berseri untaian kasih....gita cinta sma....
Eh salah, malah jadi No Karno sama Yessi Gusman.
Weleh..welehhh usaha pemekaran kok malah dapat tanggapan
ndak karuan dari banyak pihak. Memang ane juga setuju kalau
pemekaran dilakukan sebelum pemilu bisa agak dicurigai alasannya.
Perombakan komposisi anggota DPR dan MPR jadi awut-awutan.
Nyang ane hendak soroti itu kan tanggapan sementara pihak yg
pengen tetap menengok aspirasi 100 orang utusan Irja kemarin.
Weleh....sudah ada 15% 'nyak dan 30% gas , (eh, tambang berapa
ya?) kok masih komentar gitu. Dasare si doel ini pengen jadi presiden.
Sekarang etung-etungan untungnya BJH kalau realisasi pemekaran
Maluku dan irja ini dilakukan sebelum Pemilu itu apa sih? Kalaupun
BJH kalah, proses pemekaran (kalau jadi) kan tetap menjadi tanggung
jawab pemerintah. Walaupun rencana ini terkesan grusa-grusu ndak
memperhitungkan masa reses DPR, tapi nurut ane mesti menghargai
dan mendukung rencana ini (Sekali-sekali ane ndukung BJH, mosok
ngomelin mulu).
Emang ini rencana yg mahal, tapi mau dilaksanain sekarang atau
sepuluh tahun ke depan ya tetap mahal. Kesan tidak melihat
prioritas juga bener, tapi rak mesti lihat jangka panjang. Buat masy.
di luar Maluku dan Irja, ini bakal memberatkan. Buat yg lagi mau
dimekarin sih paling tidak kondisinya bakal ajeg saja. Kalau lagi
nasib baik kan bisa terjadi "mekar berseri untaian pembangunan."
Ane heran, kok masy. Maluku adem ayem aja. Ini rak kesempatan
emas. Soale buat pemerintah pusat ini bakal berat. Dari potensi
daerah, kayaknya bakal muncul satu tanggungan negara lagi.
Salam,
Jaya
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)