Mungkin waktu diundang debat, nyang ngundang nggak menawarkan kepala dan nyawa, jadi bu Mega males hadir. Atau sang pengundang acara debat, tidak mampu menjamin bu Mega bakal menang dalam acara debat itu :-D Soal nyawa dan kepala nampaknya di endonesia lagi diobral, liat aja ketapang, timtim, kalimantan, ambon, banyuwangi..... :-( Pandir sepandir-pandirnya saya, tak mau lepaskan kepala apalagi nyawa :-P Ali Simplido <[EMAIL PROTECTED]> wrote: wah..wah... Ibu Mega memang unique,untuk dicalonin jadi anggota DPR saja, bawahannya harus bertanya tiga kali dan menawarkan "kepala dan nyawa" sebagai sacrifice/tumbal. Gimana kalo dicalonkan jadi president, berapa kali si bawahan harus bertanya dan berapa banyak "kepala dan nyawa" yang harus dikorbankan? Kalau pakai tumbal2-an seperti ini sih, mungkin Mega bukanlah calon president, tapi calon seorang Dewi:-) Ohh...jadi tumbal2-an itu budaya Timur dan debat bukan budaya timur???? peace Ali Simplido Republika Online (April 26, 1999); ======================================================= .... OJ Tambunan menceritakan beberapa hari lalu dirinya menemui Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu di rumahnya Jalan Kebagusan, Jaksel, untuk minta agar bersedia dicalonkan menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Kota Madya Jaksel. ''Saya bertanya, apakah Ibu Mega bersedia dicalonkan dari Jaksel, Ibu Mega diam saja sampai tiga kali saya tanya dan dijawab dengan pertanyaan apakah kamu mampu memenangkan PDI Perjuangan di Jaksel. Saya jawab taruhannya kepala dan nyawa saya kalau gagal. Akhirnya, Ibu Mega bersedia,'' katanya disambut aplaus massa dalam acara 'Minggu Merah dari Merauke ke Sabang. ... ======================================================= _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
