--- Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekan-rekan yth.,
>
> Saya melihat banyak keuntungannya (dibanding dengan kerugiannya) buat
> perkembangan demokrasi dan penyelenggaraan bernegara di republik kita
> kalau Golkar kalah dalam pemilu mendatang. Bisa saja saya salah.
> Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kalau Golkar kalah:
>
> 1. Golkar akan kehilangan berbagai fasilitas penunjang yang selama
> ini
> menopang kuat organisasinya (rumah dinas pejabat dan anggota DPR/MPR,
> mobil dinas pejabat, fasilitas gedung, perkantoran dan segala
> perangkatnya) karena harus dikembalikan ke negara.
Golkar nyang mana nih mas Budi..? Golkar sebagai partai ataukah
orang2nya Golkar..?
Lha kalo Golkar sebagai partai, ya emang jelas begitu, artinya segala
fasilitas negara yang dipakai oleh Golkar selama ini harus dikembalikan
kepada negara. Tapi kan masih ada orang2 Golkar juga yang duduk di
DPR/MPR, dan mungkin di lembaga eksekutif atau badan2 pemerintahan
lainnya, karena kan bagaimanapun Golkar masih akan memperoleh suara
juga. Jadi, orang2 Golkar itu nanti juga akan tetap dapet rumah dinas
pejabat, mobil dinas dan lain lain. Lebih tepatnya menurut saya,
fasilitas yang dikembalikan oleh GOlkar itu nanti akan dibagi2 kepada
orang lain, dan orang2 GOlkar sendiripun masih ada yang akan
menikmatinya.
>
> 2. Perpecahan di tingkat pimpinan Golkar akan terjadi karena saling
> menyalahkan kegagalan yang terjadi.
Sangat mungkin terjadi, dan akan menguntungkan partai lainnya, karena
kalau terjadi perpecahan, maka akan banyak yang membelot dan bergabung
dengan partai lainnya.
>
> 3. Anggota DPR/DPRD akan mempunyai proporsi yang relatif seimbang
> antara
> partai satu dan lainnya (partai yang besar). Hal ini memungkinkan
> terciptanya iklim kondusif dan demokratis dalam pengawasan
> penyelenggaraan pemerintahan dan pembuatan perundang-undangan.
Saya rasa akan lebih tepat kalau dikatakan, proporsi yang seimbang
antar koalisi. Mangsud saya, partai partai gurem yang jumlahnya puluhan
saat ini, kan kamungkinannya kecil untuk mendapatkan suara yang banyak.
Jadi mereka harus berkoalisi dengan partai2 besar. Nah, kalau sudah
terjadi koalisi (mungkin 3 atau 4 koalisi), maka kemungkinan
perimbangan itu akan lebih nyata.
>
> 4. Pemerintah yang baru, dengan semangat baru (karena belum pernah
> berada di tingkat tsb.) akan berkonsentrasi dan bekerja keras untuk
> sebesar-besarnya meningkatkan nasib rakyat dan memperbaiki
> ketatanegaraan di tengah suasana mudahnya rakyat 'protes dan demo'
> jika
> terjadi penyelewengan. (Bandingkan dengan 'status quo' yang tetap
> berada
> di tingkat tsb. Semangat yang mereka punyai sudah tidak menggebu lagi
> dan cenderung mengabaikan suara rakyat seperti yang sudah mereka
> alami
> selama ini).
Asal tidak terjadi demam panggung politik aja. Artinya, mereka yang
duduk di pemerintahan nanti, harusnya orang2 yang memang benar2 kapable
di bidangnya masing masing (bukan berpengalaman di jabatannya lho..).
Dengan begitu, maka para unsur pemerintahan ini akan dengan cepat bisa
melaksanakan tugas untuk memperbaiki seluruh aspek kehidupan bangsa
kita yang rusak selama ini.
>
> 5. Golkar akan introspeksi diri dan menyadari bahwa rakyat telah
> meninggalkannya karena kesewenang-wenangannya, ketidak jujurannya,
> dan
> kecurangannya selama ini. Tidak ada pilihan lain, Golkar harus
> berangkat
> lagi dari nol (ingat pendukung di tingkat pemerintahan sudah semakin
> sedikit dan susah diharapkan) untuk menggalang simpati rakyat dan
> mencari pendukung. Hal ini akan menjadikan Golkar suatu partai yang
> akan
> bersikap 'manis'.
Mungkin akan ganti nama jadi Golkar-P....:)
>
> 6. Partai Golkar akan berposisi sama dengan partai lain dalam hal
> modal,
> fasilitas, dan pendukungnya. (Banyak pendukung potensialnya akan
> hengkang dan mendekati penguasa baru, suatu ciri khas pendukung yang
> selalu ingin mencari keuntungan). Hal ini akan membuat Golkar bekerja
> keras untuk konsolidasi. Dengan kekuatan partai-partai yang relatif
> berimbang, pemilu berikutnya akan lebih demokratis dan jujur.
Kemungkinan juga Golkar akan berkoalisi dengan partai2 lain pada pemilu
berikutnya, dengan catatan: ada partai yang mau diajak koalisi..:)
>
> 7. Dst..., dst..., ...... yang nadanya baik untuk bangsa ini.
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com