Rekan-rekan yth.,
Saya melihat banyak keuntungannya (dibanding dengan kerugiannya) buat
perkembangan demokrasi dan penyelenggaraan bernegara di republik kita
kalau Golkar kalah dalam pemilu mendatang. Bisa saja saya salah.
Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kalau Golkar kalah:
1. Golkar akan kehilangan berbagai fasilitas penunjang yang selama ini
menopang kuat organisasinya (rumah dinas pejabat dan anggota DPR/MPR,
mobil dinas pejabat, fasilitas gedung, perkantoran dan segala
perangkatnya) karena harus dikembalikan ke negara.
2. Perpecahan di tingkat pimpinan Golkar akan terjadi karena saling
menyalahkan kegagalan yang terjadi.
3. Anggota DPR/DPRD akan mempunyai proporsi yang relatif seimbang antara
partai satu dan lainnya (partai yang besar). Hal ini memungkinkan
terciptanya iklim kondusif dan demokratis dalam pengawasan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembuatan perundang-undangan.
4. Pemerintah yang baru, dengan semangat baru (karena belum pernah
berada di tingkat tsb.) akan berkonsentrasi dan bekerja keras untuk
sebesar-besarnya meningkatkan nasib rakyat dan memperbaiki
ketatanegaraan di tengah suasana mudahnya rakyat 'protes dan demo' jika
terjadi penyelewengan. (Bandingkan dengan 'status quo' yang tetap berada
di tingkat tsb. Semangat yang mereka punyai sudah tidak menggebu lagi
dan cenderung mengabaikan suara rakyat seperti yang sudah mereka alami
selama ini).
5. Golkar akan introspeksi diri dan menyadari bahwa rakyat telah
meninggalkannya karena kesewenang-wenangannya, ketidak jujurannya, dan
kecurangannya selama ini. Tidak ada pilihan lain, Golkar harus berangkat
lagi dari nol (ingat pendukung di tingkat pemerintahan sudah semakin
sedikit dan susah diharapkan) untuk menggalang simpati rakyat dan
mencari pendukung. Hal ini akan menjadikan Golkar suatu partai yang akan
bersikap 'manis'.
6. Partai Golkar akan berposisi sama dengan partai lain dalam hal modal,
fasilitas, dan pendukungnya. (Banyak pendukung potensialnya akan
hengkang dan mendekati penguasa baru, suatu ciri khas pendukung yang
selalu ingin mencari keuntungan). Hal ini akan membuat Golkar bekerja
keras untuk konsolidasi. Dengan kekuatan partai-partai yang relatif
berimbang, pemilu berikutnya akan lebih demokratis dan jujur.
7. Dst..., dst..., ...... yang nadanya baik untuk bangsa ini.
Hal-hal negatif yang kemungkinan muncul adalah teror dan rongrongan di
sana sini akibat kefrustasiannya. Namun hal-hal tsb sedikit demi sedikit
secara bermakna akan dapat diatasi dan dieliminasi oleh peraturan hukum
yang nantinya mulai dilaksanakan oleh aparat dengan bertanggung jawab
dan benar.
Kesimpulan, kalau ingin melihat negara kita menjadi mengarah kepada
perbaikan menyeluruh, gunakanlah hak pilih anda dalam pemilu mendatang
untuk partai yang BUKAN Golkar.
Salam,
Budi
(seorang rakyat jelata yang ingin melihat indahnya Indonesia)