Dari Bisnis Indonesia:
PDI Perjuangan, PAN dan Golkar bersaing ketat

JAKARTA (Bisnis): PDI Perjuangan menduduki peringkat teratas dan bersaing
ketat dengan dua partai lainnya yakni Partai Amanat Nasional (PAN) di
peringkat kedua dan Golkar di urutan ketiga, menurut hasil satu jajak
pendapat. 

Yw: Menurut saya, hasil jajak laut :-) ini ada kelemahannya, 
    dan oleh karena itu, saya komentari, dikit-dikit.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan pada April dengan tema Popularitas
calon presiden dan partai politik, survei di 6 kota yang dirilis Komite
Pemberdayaan Pemilih bekerjasama Laboratorium Ilmu Politik FISIP UI itu
juga terungkap Amien Rais sebagai Capres pilihan urutan pertama disusul
Megawati Soekarnoputri dan B.J. Habibie. 

Jajak itu secara mengejutkan ternyata dari 24 kontestan Pemilu 7 Juni 1999
hanya 24 partai yang menjadi pilihan dari 2000 responden, sementara
komposisi yang terbangun sangat timpang. 

Yw: Saya kurang setuju kalo dibilang 'mengejutkan'. :-)
    Justru harusnya: tidak mengejutkan sama sekali.

PDI Perjuangan (19,5%), PAN (15,8%) dan Golkar (9,3%) dari hasil jajak itu
muncul sebagai the majority three, kendati potensi golput di tengah pemilih
sangat besar terbukti sebanyak 575 responden (28,8%) mengaku tak tahu harus
menjatuhkan pilihan ke parpol mana. 

Yw: Jadi yg menang sebenarnya adalah golput! (So far).
    In other word, kesimpulan di (judul) atas agak-agak salah.

Jajak pendapat itu dilakukan di enam kota yakni Jakarta (600), Surabaya
(400), Yogyakarta (250), Banda Aceh (250), Medan (250) dan Ujung Pandang
(250). Mereka beragama Islam (75,4%), Protestan (11,2%), Katolik (9,2%),
Budha (3,7%) dan Hindu (0,5%). 

Yw: Di sini salah satu kelemahan dari jajak.
    Yg difokus adalah para penduduk kota! Padahal mayoritas
    pemilih, apakah tinggal di kota?

Usia responden berkisar 17-45 tahun dan terbanyak usia muda 17-25 tahun
(30,5%) disusul 26-35 tahun (27,8%), 36-45 tahun (20,7%), usia 46-55 tahun
(12%) dan sisanya 56 tahun ke atas sebanyak 9,2%. 

Sedangkan mayoritas responden, menurut hasil itu, adalah ibu rumah tangga
(22,3%), pengusaha (18,5%), karyawan swasta (17,9%) dan mahasiswa (16,1%),
sedangkan sisanya PNS (9,1%), pelajar (4,7%), pensiunan (4,2%) dan kaum
profesional sebanyak 1,8% dari total responden. 

Yw: Statistik menunjukkan, profesi yg paling dominan
    (di Indonesia) adalah profesi agri (petani-nelayan).
    Malah tidak ada. Ini kelemahan kedua.

Dari jajak itu juga diungkapkan bahwa mayoritas pendukung Golkar berasal
dari kelompok usia produktif yang dalam standar kepegawaian negara (PNS)
masih termasuk anggota aktif. "Mayoritas pendukung Golkar adalah kelompok
usia pegawai negeri aktif." 

Yw: PNS itu hanya (kalo nggak salah) kurang dari 4 juta orang.
    Dan ada yg 'kelompok garis keras' (al. Dikbud/universitas-universitas,
    Depag, etc) yg kemungkinan besar 'lupa' golkar. Tapi berhubung
    PNS itu meliputi 9%+ (dari sampel)(dan mungkin bukan 'garis keras'), 
    jadi kayaknya 'bunyi'.

Khusus PDI Perjuangan, menurut hasil jajak itu, unggul mutlak di Jakarta,
Yogyakarta dan Surabaya. Besarnya dukungan responden yang tinggal di Jawa,
lanjut jajak itu, mungkin disebabkan sikap diam, sabar dan tenang pimpinan
partai itu yang diinterpretasikan sebagian masyarakat sebagai sikap njawani. 

Yw: Ini pun mungkin masih tanda tanya. Karena kita tahu profil
    masing-masing pendukung. Kalo pendukung PDIP itu relatif 'high-profile'
    (maju ke depan, ngaku, bahwa dia pendukung PDIP). Sementara, pendukung
    PAN, dll, (misalnya para mahasiswa reformis) banyak yg 'malu-malu'
    menyatakan dukungan (karena sedikit banyak, hati kecil mereka
    menginginkan mereka itu yg didukung, bukan yg mendukung!).

    Siapa tahu yg 'malu-malu' itu (sementara ini) menyatakan golput.
    Soalnya: golput itu kan yg menang! (lihat di atas).

Ketika PAN menang mutlak di Banda Aceh, Golkar mejadi partai pilihan utama
di Ujung Pandang yang oleh analis diasumsikan sebagai ikatan primordial
yang sangat kental dengan Habibie. 

Yw: Kalo benar Golkar itu menang mutlak karena hubungan emosional
    dg BJH (di UP), apakah hal itu masih valid kalo sekiranya nanti
    yg dicalonkan jadi capres golkar adalah Akbar Sutanjung?!!

Menurut Supervisor Pemilu UNDP Kevin Evans, apapun hasil jajak itu belum
menjadi basis mutlak untuk menentukan hasil Pemilu 7 Juni mendatang, karena
itu perlu Pemilu yang Jurdil dan tepat jadwal agar bisa diterima semua pihak. 

"Saya yakin Pemilu mendatang tetap berlangsung Jurdil dan sesuai jadwal.
Kalau anda ragu, berarti anda meremehkan bangsa sendiri." 

Yw: Dilihat bahwa 'para (yg dicurigai) penggagal pemilu' tidak
    mendapat angin (di kota-kota), maka (kecuali nasib lagi
    super apes), pemilu memang akan sukses. Dan ini, mungkin
    merupakan sinyal positif (bagi pelaku bisnis/investor) utk
    mulai bergerak (supaya nggak ketinggalan kereta kuda). :-)

Calon presiden 

Namun seperti yang sudah diduga publik, Amien Rais dalam jajak itu muncul
sebagai calon presiden pilihan di urutan pertama mengalahkan Megawati
(kedua), Habibie (ketiga), Sri Sultan Hamengkubuwono X (keempat) dan Didin
Hafiduddin dari Partai Keadilan di urutan kelima. 

Yw: Message tersembunyi (dari rakyat?) di sini adalah:
    Andaikan Amin Rais berduet dg Megawati jadi dwi-tunggal pres-wapres,
    sulitlah dikalahin oleh siapapun (calon lain) (even with cheating
    process in place?). Dan hal ini bukan kemustahilan (walopun
    utk para calon lain, if that happen, bisa merupakan suatu
    kejutan besar, yg bikin shock).

    Kalo ini beneran terjadi (giant coalision?), para pelaku
    (bisnis/investor) (menurut saya) akan memberikan respons
    negatif, eh, positif.

Pada dasarnya, menurut jajak pendapat itu, dukungan terhadap Amien dan Mega
berpijak pada motif yang hampir mirip yakni simbol perlawanan terhadap
rezim Orde Baru. 

Yw: Whatever.

Sementara munculnya Habibie di urutan ketiga cukup mengagetkan karena sejak
memerintah 21 Mei 1998 kinerja kabinetnya belum bisa disebut memuaskan
kecuali beberapa sektor seperti kebebasan pers, kemerdekaan pendapat dan
pembebasan tapol/napol. 

Yw: Ini menurut saya merupakan apresiasi (dari langkah BJH selama ini),
    walopun dia (agak) lamban, tapi banyak langkahnya (yg dipercaya
    sejumlah orang) yg menunjukkan niat baik.

Menurut hasil jajak itu, kendati di urutan ketiga, posisi Habibie tetap
menarik untuk disimak karena menyandang sejumlah faktor keberuntungan a.l.
sedang berkuasa dan punya pertalian dengan kubu pro-status quo. (ac) 
 
�COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA 
PT Jurnalindo Aksara Grafika 


------------------------------------------------------------------------
The Weather Underground. We provide weather across the world.
Visit http://clickhere.egroups.com/click/48


eGroup home: http://www.eGroups.com/group/mimbarbebas
http://www.eGroups.com - Simplifying group communications


Kirim email ke