Ini ada sedikit 'bahan renungan' buat orang Islam yg masih doyan dengan ilmu
kebal dan segala ilmu kedigdayaan lainnya (kayak pelem silat aja..:)

Semoga bermanfaat...................
======================================================================
Dari Republika...

                'Berhenti Karena Takut Syirik'

Soal seluk beluk ilmu kebal, tanyakan kepada Ahmad Muhtaz,41. Pria asal
Kendari ini, sejak akil baligh, rajin belajar ilmu kedigdayaan. Puluhan
perguruan yang mengajarkan ilmu kekebalan di tanah air pernah dimasukinya,
antara lain, Prana sakti, Perisai Diri, Pagar Nusa, Sin Lam Ba, Satria
Nusantara, dan lain-lain. Hasilnya memang cukup membanggakan: Ahmad tak
hanya kebal bacokan pedang, tapi juga tak mempan ditusuk jarum yang amat
kecil sekalipun. Ia juga tak mempan diguyur air keras bahkan bisa duduk di
atas daun teratai. Ahmad mengaku tak hanya memasuki puluhan perguruan
semacam itu. Ia pun
mendatangi orang-orang sakti untuk menimba ilmunya.

''Rata-rata guru-guru ilmu kebal itu orang Islam dan dikenal
sebagai kiai. Tapi anehnya, banyak di antaranya yang tak salat,''
jelas Ahmad. ''Ternyata ilmu kebal itu bukan milik para kiai, tapi
milik siapa saja, termasuk orang yang jahat dan kotor,''
ungkapnya. ''Tapi saya heran kenapa yang dibaca kok ayat-ayat
Qur'an, meski dia tidak salat,'' ujar Ahmad.

Dari hasil pengembaraannya mencari ilmu sakti itu, Ahmad pun
punya keberanian lebih. Di kampungnya, ia mendirikan perkumpulan Pemuda
Karya yang memberikan ilmu kebal pada para pemuda dan orang-orang yang
berminat.

''Saya bertahun-tahun jadi instruktur olah tenaga dalam dan
pengisian ilmu kebal. Untuk meyakinkan kesaktian saya sebagai
instruktur, saya sering tidur di atas paku, lalu dilindas truk. Tidak
apa-apa,'' ujar koresponden sejumlah media massa daerah ini.
''Saya juga bisa memberi ilmu kebal pada orang-orang yang
ingin punya kesaktian,'' akunya. ''Puluhan bahkan ratusan orang
yang pernah saya beri ilmu kebal. Semuanya berhasil,'' ujar pria
yang mengaku bisa mematahkan lempengan baja setebal 20 cm
tanpa menyentuhnya ini.

Ia juga mengaku punya khadam 2.000 jin. Mereka selalu
mendampinginya dan bisa disuruh apa saja. ''Saya bisa menyulap
uang seribu jadi 100 ribu kalau sedang kepepet tidak punya
uang. Tapi setelah uang itu dibelikan sesuatu, entah jadi apa,''
ungkap Ahmad. ''Semua itu terjadi karena bantuan
khadam-khadam saya,'' akunya. Tak hanya itu, saya pun punya
ilmu untuk memperpendek jarak. ''Saya bisa berjalan dari
Jakarta ke Surabaya hanya dalam tempo beberapa menit,'' ungkap Ahmad terus
terang.

Apa yang didapat Ahmad setelah memiliki sejumlah ilmu
kesaktian itu?. Jiwa saya makin kosong dan resah. ''Saya tidak
menemukan ketenangan meski saya punya sejumlah kesaktian
dan khadam,'' ujarnya. Setiap mendengar ada orang yang lebih
sakti dari saya, saya langsung resah. ''Saya harus bisa
mengalahkan dia, atau saya bisa menimba ilmunya agar saya
tetap menjadi yang tersakti,'' akunya. Setiap ada orang 'pinter'
yang baru dikenalnya, Ahmad mengaku langsung mengajaknya
bertanding. Kalau saya kalah, jelasnya, langsung saya bersujud
dan minta diajari ilmunya. Dengan cara seperti itu, saya tetap
merasa terdepan.

Lama-lama, saya tak menemukan kedamaian. Jiwa saya tetap
resah. Berarti ilmu kesaktian ini tipuan saja. ''Saya menduga,
jangan-jangan semua ilmu yang saya peroleh ini akan membawa
saya makin jauh dengan Tuhan,'' akunya.

Suatu saat, saya membawa sebuah buku yang menjelaskan tentang kharamnya ilmu
kebal. ''Saya langsung menemui pengarangnya di Jakarta,'' aku Ahmad. Oleh
sang guru saya diberi tahu bahwa ilmu kebal itu merupakan tipuan setan,
betapa pun bacaannya ayat-ayat Alqur'an. ''Ayat Alqur'an itu untuk dipahami,
lalu dilaksanakan. Itulah Alqur'an,'' jelas Ahmad mengutip pernyataan sang
guru. ''Nabi Muhammad juga tidak kebal. Waktu perang Uhud Nabi terluka dan
giginya patah
karena dilempar batu oleh musuh,'' tuturnya.

Ahmad juga diberi tahu gurunya tentang strategi setan menyesatkan tauhid
ummat manusia, yang antara lain dengan memanipulasi pemakaian ayat-ayat
Qur'an untuk mencari kekebalan. Itulah tipu daya setan. ''Sekali orang
merasa punya ilmu kebal, tanpa disadari, dia sudah mensekutukan Allah,''
ujar Ahmad. Dosa terbesar yang tidak diampuni Allah adalah syirik. Dan
syirik itu sering sangat tersamar.

Dari keterangan guru itulah, saya kemudian bertekad untuk menghilangkan
semua kesaktian saya. ''Pada mulanya sukar
sekali menghilangkan kesaktian saya. Tapi berkat bantuan
teman-teman di pengajian itu, akhirnya saya terbebas dari
ilmu-ilmu tersebut,'' ujarnya bangga. ''Tapi masih ada beberapa
jin yang tidak mau pergi. Terpaksa saya usir dan saya marahi,''
ungkapnya.

''Alhamdulillah saya sekarang lega dan mulai mendapatkan
ketenangan. Hanya Allah yang berkuasa dan menentukan
segalanya,'' ungkapnya. ''Saya sekarang bertobat dan mohon
ampun kepada Allah atas segala kekeliruan saya selama ini,''
jelas Ahmad sendu.




______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke