Dalam perjalanan sejarah organisasi, adakalanya organisasi politik
dalam waktu bersamaan bertindak sebagai "korban diskriminasi" dan "pelaku
diskriminasi"
Dalam kapasitas sebagai "Korban diskriminasi", ia pun sering membuat
statement yang bernuansa persamaan derajat atau anti diskriminasi.
Sedangkan saat digugat/dicurigai sebagai "pelaku diskriminasi", ia pun
berusaha berkelit dengan berbagai cara bahwa tindakannya itu bukanlah
diskriminasi meskipun ditinjau dari perspektif "fair" sesungguhnya memang
tindakan diskriminasi.
Salam,
Nasrullah Idris