Kawan-kawan Permias and Readers,
Salam,
Saya tadi siang mendapat kiriman e-mail dari seorang pimred sebuah media dari
Grup Jawa Pos. Tampaknya banyak yang frustrasi atas macatnya penyelidikan
dugaan KKN Keluarga Soeharto. Saya pikir kalian tentu punya opini bagaimana
dan kenapa hal itu terjadi. Ayo dong kasih komentar-- bisa dikirim lewat
milis ini atau JAPRI juga oke. Sekalian "melatih opini", juga belajar
berdemokrasi.
Tak usah panjang-panjang, 7-15 baris saja-- jadi langsung ke inti masalah.
Komentar Anda akan saya rangkum, dan kirimkan ke Indonesia. Atau kalau opini
Anda itu luar biasa istimewa maka kita buat tersendirilah. Memang sih, nggak
ada honornya. Saya juga kok nggak dapat apa-apa-- cuma sekadar membantu. Bagi
yang berminat, tolong disebutkan nama, jatidiri Anda, atau nama dirahasiakan
juga boleh.
Sebagai ilustrasi gambaran masalah, ilustrasi e-mail teman saya di bawah ini
mungkin agak bisa membantu.
Yo opo rek, tak tunggu lho...
ciao,
ramadhan pohan
(penyimak)
# # # #
Halo Ramadhan,
DIHAPUS
1. Jumat Malam WIB, tadi, Amien Rais berdebat terbuka dengan Andi M
Ghalib di SCTV. Audience-nya adalah kalangan lawyer di Jakarta. Keras
dan seru banget, Dan. Amien mengungkapkan bahwa "Silakan Kejaksaan
melakukan penyidikan dan penyelidikan ke Majalan TIME terbitan AS yang
akan memuat harta-harta Soeharto. Padahal Mister Soeharto pernah bilang
bahwa dirinya tidak punya sesen pun dana yang disimpan di LN."
2. DIHAPUS
3. Janji Presiden Habibie bahwa Soeharto akan diadili sebelum SU MPR.
Atau bahkan sebelum Pemilu. Dan itu rasanya sudah tidak mungkin, karena
pemilu tinggal beberapa hari lagi.
4. Sementara di pemilu, kekuatan Soeharto dimaksimalkan untuk
menggembosi kubu reformis, seperti kekuatan Amien Rais ini. Bisa jadi
PAN dan Amien gagal menembus dominasi suara di DPR/MPR.
DIHAPUS