Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menempatkan manusia sebagai
subjek bukan objek pendidikan artinya melihat dan memperlakukan manusia
sesuai dengan harkat dan martabatnya.
Oleh karena itu, bagaimana dengan melihat visi pendidikan selama ini yang
menyebabkan nilai-nilai dasar dalam misi pendidikan yang dinyatakan sebagai
upaya " mencerdaskan kehidupan bangsa" menjadi kabur dan kehilangan arah dan
makna yang sebenarnya. Untuk mewujudakn itu, jika tidak dipahami dahulu
nilai - nilai budaya bangsa Indonesia yang pada dasarnya amat menghargai
perbedaan, kemandirian, kreativitas dan juga kebebasan justru hanya menjadi
asesoris sistem dan kebijakan pendidikan.Akibat dari semua itu menyebabkan
terbentuknya sistem dan kebijakan pendidikan yang menekankan kepatuhan
semata tanpa alternatif pilihan dengan sendirinya menghilangkan kesempatan
untuk berpikir bertindak inovatif dan kreatif, mengutamakan keseragaman,
menekankan pada "kertas"ketimbang kualitas hasil pendidikan.
Ada tujuh inteligen ( menurut Howard Gardner dalam "The Theory Of Multiple
Intelligences") menurut tingkat prioritasnya yaitu :
1. Lingusitic Intelligence
2. Logical mathematical intelligence
3. Spatial intelligence
4. Musical intelligence
5. Bodily-kinesthetic intelligence
6. Interpersonal intelligence
7. Intrapersonal intelligence
Artinya, secara ideal pengembangan sumber daya manusia yang akan datang
berdasarkan asumsi bahwa semua orang tidak sama "interests"nya dan tidak
sama cara belajar semua orang, atau dalam daya serap, karena perbedaan dari
"multiple intelligences" masing - masing orang.
Menurut David C. McClelland , ada 3 kalsifikasi dari motivasi manusia,
yaitu :
1. Need of achievement
2. Need of affiliation
3. dan Need of power
Pengusaha-pengusaha adalah orang - orang yang mempunyai motivasi berprestasi
yang tinggi. Orang yang memiliki tipe seperti ini lebih "economic animal"
daripada seorang "social animal". Orang yang memiliki tipe " need of
affiliation" memprioritaskan nilai hubungan persahabatan dibandingkan dengan
sikap ingin memenagkan kompetisi ( = " social animal"). Tipe seperti ini
lebih mendekati tipe manusia Indonesia karena dipengaruhi oleh kesuburan dan
kekayaan tanah air"Negeri tropis", tanpa ada waktu untuk berjuang dalam
menghadapi iklim dingin seperti di benua Eropa pada umumnya.
Oleh karena itu, Saya mengajukan usulan dengan program kurikulum pendidikan
di Indonesia yang akan datang adalah pengembangan motivasi untuk meraih
prestasi dalam memersiapkan manusia yang lebih kompetitif.
Saya kurang setuju dengan ide teman - teman sebelumnya mengenai waktu.
Asumsi Saya bahwa topik Sistem Pendidikan Nasional ini bukan saja pada
tingkat perguruan tinggi saja, tetapi dari tingkat dasar. Justru, di tingkat
perguran tinggi , peserta didik bukan saja tergantung pada akademis saja .
Jika mahasiswa di Indonesia diprioritaskan "cepat tamat" maka waktu untuk
berinovasi bagi mahasiswa semakin sedikit di luar kampusnya sebagai wadah
kegiatannya berinteraksi dengan sosial masyarakat di sekitarnya dan
masyarakat di dalam kampusnya. Saya setuju dengan ide teman - teman mengenai
guru sebagai bahan diskusi. Karena guru merupakan unsur yang penting dalam
proses pendidikan, baik orangtua maupun guru/ dosen di lingkungan pendidikan
formal sekarang.
Mungkin ide tulisan Saya ini ada kekurangannya atau tema - teman sudah
lebih mengetahui daripada Saya.
Salam
KT
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com