In a message dated 5/20/99 2:15:13 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Bung Irwan,
>
>  Sampai saat ini saya belum mendengar adanya berita semacam itu, karena
>  memang untuk saat ini PK lebih memfokuskan diri pada usaha peraihan suara
>  pada pemilu nanti. PK ingin mengukur diri dulu sampai dimana kemampuannya
>  meraih suara rakyat. Soal kemungkinan koalisi dengan partai-partai
non-Islam
>  (PAN,PDI-P,GOLKAR,PKB,dsb)belum terdengar kabar beritanya dari DPP PK di
>  Jakarta.
>
>  Wassalam,
>  Mohamad Rosadi
>  Virginia
>
Bung Rosadi, itulah sebabnya saya tujukan pertanyaan ini ke anda yg kalau
tidak salah ingat termasuk dalam susunan kepengurusan PK untuk wilayah AS
(mohon dikoreksi kalau salah). Pertanyaan yg saya ajukan tersebut juga terbuka
kepada rekan2 lainnya yg mengetahui secara persis sikap PK.
Harapannya tentu rekan Rosadi bersedia menanyakannya ke DPP PK
yg berwenang memberi pernyataan resmi akan sikap PK khususnya yg berkaitan
dengan Golkar.

Bagi saya selama belum ada pernyaan tegas yg akan melawan kekuatan Golkar cs,
bagi saya sama dengan tetap membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan
Golkar.
Mudah2an PK bisa segera menyatakan sikapnya.

Mungkin sambil menunggu kesediaan anda mencari tahu sikap PK tersebut,
saya ada pertanyaan lainnya yg berkaitan dengan anda sebagai salah
satu pengurus PK.
Pertanyaan tersebut adalah:
Bagaimana sikap anda bila PK menyatakan atau anda tahu akan (atau tidak
berkeberatan)
berkoalisi dengan Golkar? Apakah anda akan setuju atau tidak setuju dengan
niatan tersebut?

Sekedar informasi untuk bung Rosadi, saya tidak (baca: belum) anti PK kecuali
bila
ternyata PK menyatakan tidak bermasalah berkoalisi dengan Golkar.
Saya berharap PK bisa segera bergabung dengan kekuatan PDIP, PAN, PKB, untuk
membendung Golkar yg belum pemilu sudah "mengantongi" 200 kursi MPR/DPR
hasil pengangkatan dari utusan daerah dan golongan. Sangat tidak fair....:(

Selamat berkampanye bung Rosadi. Jangan lupa dahulukan kepentingan
rakyat banyak yg saat ini cukup menderita akibat buah tangan Golkar selama 32
tahun terakhir.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke